-

Kealquranan di IIQ Jakarta

Ummi Tanzilah dan Dewi Lestari

Tidak diragukan lagi apa isi salah satu pendidikan di Jakarta: Institut Ilmu al-Qur’an Jakarta. Tenaga pengajar imlu tafsir dan hadits bertaraf nasional, bahkan internasional, sangat mewarnai aroma pendidikan di sana. Melalui beberapa metode, para dosen tersebut membagi ilmunya untuk membekali mahasiswa agar bisa menjadi panutan masyarakat ketika lulus nanti.

Salah satunya adalah metode Tahsin Tartil al-Qur’an yang wajib diikuti setiap mahasiswa IIQ Jakarta. Peserta metode tersebut dianjurkan telah mempunyai pengetahuan dasar mengenai ilmu tajwid. Di akhir pembelajaran diadakan ujian sebagai pemastian bahwa mahasiswa tersebut benar-benar telah siap dengan ilmu baca al-Qur’an untuk kemudian diamalkan dan diajarkan kepada masyarakat.

Metode ini diperkuat dengan metode Maisûra yang dipelopori oleh Dr. KH. Ahmad Fathoni. Lc, MA, seorang hâfizhul Qur’an matarantai sanad ke-31 dari Rasulullah saw. Berangkat dari ayat al-Qur’an, QS. Al-Muzammil (73): 4, yang diartikan oleh beliau “Yuk membaca al-Qur’an dengan tartil dan optimal”, pengasuh pesantren Takhashush IIQ Jakarta ini mencoba lebih meningkatkan kualitas masyarakat dan para mahasiswa dalam pembelajaran al-Qur’an. Pada ayat tersebut terdapat kata tartîla yang merupakan maf’ul muthlaq. “Jadi, dalam al-Qur’an tidak hanya tartil, tetapi harus optimal”, ujar beliau dalam setiap pelatihan.

Para mahasiswa ketika memasuki IIQ Jakarta, sebagian besar telah menguasai ilmu dasar tajwid dan telah bisa membaca dengan tartil dan benar. Namun, masih sedikit yang mengetahui alasan apa yang menjadikan mereka benar dalam membaca al-Qur’an. Maka dari itu, IIQ Jakarta memberikan teori bacaan yang benar dan member contoh kasus-kasus bacaan yang salah, serta bagaimana mempraktekannya.

Ada lagi mahasiswa lainnya yang memang salah dalam membaca ayat-ayat al-Qur’an, tetapi dia tidak sadar akan ‘penyaktitnya’ itu sehingga tidak mau diobati. IIQ Jakarta menyadarkan mereka yang ‘berpenyakit’ agar mau diobati menjadi sehat dalam membaca al-Qur’an.

Ke depannya diharapkan bagi yang akan menjadi alumni IIQ Jakarta bisa mempunyai Gerakan Tartil Optimal di Indonesia untuk kemudian disebarkan ke masyarakat. Sudah sewajarnya dan memangg seharusnya alumni IIQ Jakarta berkontribusi dalam penyebaran bacaan al-Qur’an yang tepat, karena title al-Qur’an yang dimilikinya. 

_____________

Penulis adalah Mahasiswi IIQ Jakarta. Sumber Tulisan: Buletin Kabar IIQ Edisi 16 April 2012, h. 1

 

Artikel Terkait

  • Logo IIQ Jakarta