Sambutan Menakertrans Pada Wisuda S1 XIV dan S2 VII IIQ Jakarta

Bissmillahiramanirahim.

Assalâmu’alaikum Wr. Wb.


Yang terhormat Ibu Ketua Umum Yayasan Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta.

Yang terhormat Seluruh Jajaran Pengurus Yayasan IIQ Jakarta.

Dewan Pembina IIQ Jakarta yang terhormat.

Dewan Penyantun IIQ Jakarta yang terhormat.

Yang terhormat Bapak Rektor dan Jajaran Pimpinan IIQ Jakarta

Wisudawan-Wisudawati, para undangan dan hadirin sekalian yang berbahagia.


Pada kesempatan yang berbahagia ini, mari kita panjatkan rasa syukur kita kehadirat Allah Swt, karena berkat rahmat, nikmat dan hidayah-Nya, hari ini kita dapat berkumpul di acara Wisuda S-1 ke-14 dan S-2 ke-7 IIQ Jakarta dengan sehat wal afiyat. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah keharibaan Nabi Muhammad Saw, keluarga, sahabat dan pengikutnya yang setia hingga hari akhir ini.

Ibu Ketua Yayasan, Bapak Rektor dan Panitia Wisuda, saya sampaikan terima kasih karena pada even ini saya diberi kepercayaan untuk memberikan kata sambutan di depan para pencinta dan hâfizh Al-Quran, para wisudawan IIQ Jakarta. Wa bil khusus karena acara ini dilaksanakan di lingkungan lembaga pendidikan tinggi yang concern dalam bidang kajian Al-Quran, sehingga saya merasakan kepuasan dan ketenteraman batin yang sangat mendalam. Tak lupa saya ucapkan selamat dan sukses kepada para wisudawan serta keluarga, atas jerihpayahnya untuk meraih gelar sarjana dan master.

Ibu Ketua Umum Yayasan, Bapak Rektor, para dosen dan civitas akademika, serta hadirin yang berbahagia.

Sebagaimana diketahui bersama bahwa tantangan utama pembangunan di Indonesia adalah kemiskinan dan pengangguran. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik, hingga Februari 2012, jumlah penduduk yang bekerja di Indonesia mencapai 112,8 juta orang, dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mencapai 6,32 persen.

Jika dilihat dari sisi pendidikan, pekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih tetap mendominasi yaitu sebesar 55,5 juta orang (49,21 %), sedangkan pekerja dengan pendidikan Diploma sekitar 3,1 juta orang (2,77 %) dan pekerja dengan pendidikan Universitas hanya sebesar 7,2 juta orang (6,43 %). Yang lebih menyedihkan adalah, banyak warga yang telah bekerja keras namun tetap saja berada di bawah garis kemiskinan.

Dari sisi sumber daya alam, Indonesia adalah negara penghasil emas terbesar di dunia, produsen kelapa sawit nomor satu dunia, pemilik lahan pertanian dan wilayah lautan terbesar di dunia, namun pertanyaanya, kenapa mayoritas penduduk Indonesia berada di bawah garis kemiskinan? Masih ada yang hidup kelaparan, dan mengimpor bahan pokok makanan?

Indonesia juga terkenal dengan sumber daya manusianya. Penduduk kita tercatat sebagai negara terbesar keempat dunia. Tapi mengapa tenaga kerja kita masih sering termarjinalkan, disiksa, dianiaya bahkan yang lebih menyedihkan diambil nyawanya secara paksa? Mengapa nasib buruh kita masih jauh dari kata sejahtera?

Hadirin yang saya hormati,

Salah satu solusinya adalah dengan menyiapkan kader-kader bangsa yang mumpuni, memiliki skill dan keterampilan kerja yang lihai, konsisten dan memiliki semangat kerja tinggi. Untuk mencapai hal itu, tidak cukup dengan belajar di bangku sekolah atau kuliah ilmu-ilmu kognitif semata, tapi juga harus diimbangi dengan keterampilan kerja lainnya.

Di disi lain, kita juga memerlukan pemimpin-pemimpin yang berdedikasi, yang inovatif, yang dengan semua potensinya, akal budi, pikiran dan hatinya selalu berupaya memperbaiki dirinya, memperbaiki lingkungan dan bangsanya untuk mencapai cita-cita bangsa yang tertuang dalam UUD 45; yaitu meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Pemimpin seperti itu tidak bisa hadir begitu saja. Ia harus dipersiapkan sedini mungkin, dengan selalu memadukan antara pengetahuan kognitif dengan afektif, pengetahuan lahiriah dan batiniyah, olah pikir dan olah batin. Dalam konteks inilah, saya sangat menghargai dan mengapresiasi usaha keras IIQ Jakarta untuk menyiapkan kader-kader pemimpin bangsa masa depan.

Saya percaya bahwa para wisudawan dan mahasiswa IIQ Jakarta yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, telah dibekali pengetahuan yang cukup tentang kepemimpinan. Sebab sistem pembelajaran IIQ telah mengintegrasikan antara sistem modern dan sistem pesantren, yang secara khusus menekankan pada kajian ilmu-ilmu Al-Quran. Dari sisi resourches, pengelola dan mahasiswa IIQ berasal dari keluarga besar pesantren, sehingga secara kultur, jiwa-jiwa leadership-nya sudah sangat teruji.

Hadirin yang saya hormati,

Selain itu, saya sangat bangga dengan IIQ. Sebab setahu saya, IIQ adalah satu-satunya lembaga pendidikan Tinggi Islam Swasta yang secara khusus mendedikasikan dirinya untuk menggembleng dan mencerdaskan kaum wanita. Bila dihitung, lapangan pekerjaan kita saat ini sudah banyak diisi oleh kaum wanita. Jika wanita dibekali ilmu yang tinggi, apalagi ilmu-ilmu Al-Quran, tentu ke depan, kondisi bangsa ini akan semakin baik. Betapa tidak, wanita adalah pengasuh dan pendidik anak-anak kita. Bahkan dalam tingkat yang lebih besar wanita disinyalir sebagai tiang utama negara. Dalam salah satu pribahasa yang cukup terkenal dikatakan, “Wanita adalah tiang negara, apabila wanita itu baik maka negara akan baik, dan apabila wanita itu rusak maka negara akan rusak pula”. Oleh karena itu, kehadiran IIQ di tengah-tengah kita merupakan suatu hal yang patut disyukuri, diapresiasi dan didukung.

 

Hadirin yang berbahagia,

 

Kemenakertrans berkomitmen untuk meningkatkan taraf hidup bangsa. Banyak program kerja yang sudah kita siapkan untuk merealisasikan hal itu. Sudah barangtentu untuk mensukseskan hal itu dibutuhkan SDM yang handal. Ini adalah kesempatan bagi lulusan IIQ untuk bersama-sama bergabung mensukseskan program-program tersebut.

 

Bapak, Ibu hadirin sekalian. Ternyata masih banyak hal yang perlu kita lakukan untuk bangsa ini. Karena itu, saya mengajak kepada para wisudawan untuk berkiprah lebih baik, bekerja lebih keras, lebih cerdas, lebih sungguh-sungguh, dan lebih ikhlas. Karena ke depan, di tangan Anda-lah nasib bangsa ini dipertaruhkan.

 

Sekali lagi, kepada panitia Wisuda IIQ saya sampaikan terima kasih atas kesmpatan yang sangat berharga ini. Saya percaya, kegiatan kita untuk mencerdaskan kehidupan berbangsa melalui IIQ, pada saatnya nanti, dapat menjadi salah satu upaya bagi bangsa ini untuk mencetak kader-kader pemimpin terbaik dan dedikatif, baik pada level nasional atau bahkan internasional.

 

Bapak, Ibu dan hadirin sekalian yang saya hormati,

 

Demikianlah beberapa poin yang dapat saya sampaikan. Sekali lagi selamat kepada para wisudawan dan keluarga, sukses bagi kita semua. Semoga Allah Swt memberikan petunjuk dan bimbingan kepada kita semua. Amin

 

Wallahu al-Muwaffiq Ila Aqwamit Thariq

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Jakarta, 15 September 2012

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI,

Drs. H. A. Muhaimin Iskandar, M.Si

*** untuk melihat naskah pidato sambutannya klik di sini

Artikel Terkait

  • Sambutan Gubernur DKI Jakarta dalam Wisuda S1 XIV dan S2 VII IIQ Jakarta 2012
  • Sambutan Ketua Yayasan IIQ di Acara Wisuda S1 XIV dan S2 VII IIQ Jakarta
  • Sambutan Rektor di Acara Wisuda S1 XV dan S2 VIII IIQ Jakarta
  • Sambutan Ketua Umum Yayasan IIQ pada Acara Wisuda S1 XVI, S2 IX dan Dies Natalis ke-38 IIQ Jakarta