Dr. Hj. Umi Khusnul Khotimah, M.Ag.

Umi Khusnul Khotimah lahir di Lamongan pada tanggal 5 Januari 1966. Beliau adalah Pembantu Rektor (Purek) III Institut Ilmu Al-Qur`an periode 2010-2014 yang membidangi Kemahasiswaan dan Alumni IIQ Jakarta. Terkait dengan itu, kesuksesan dan kelancaran BKKBM IIQ, kesejahteraan mahasiswa, pengembangan minat-bakat, dan beasiswa adalah tugas beliau sekarang adah Dekan Fakultas Tarbiyah

Pendidikannya dimulai dari Madrasah Hidayatushshibyan, Glugu I Lamongan pada  1979, pada tahun yang sama dilanjutkan di SDN Glugu I Lamongan, dan mendapat penghargaan sebagai siswa teladan SDN se-Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan. Madrasah Tsanawiyahnya diselesaikan di MTs Pembangunan Lamongan (1982). Beliau juga menjadi “bintang kelas” di Madrasah Aliyah Assa’adah, Bungah Gresik.

Beliau kemudian pindah ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikan sarjana di Institut Ilmu Al-Qur’an dan tamat sebagai sarjana teladan pada wisuda IIQ tahun 1991. Setelah itu, pendidikan Pascasarjana (1999) diselesaikan di IAIN Jakarta—yang sekarang menjadi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dengan tesis berjudul “Studi Ayat Hukum Tentang Kewarisan Wanita.” Dengan semangat belajar yang tinggi beliau kembali melanjutkan studi S3, menyusun disertasi dan meraih gelar doktor di Universitas yang sama. Ditanya kunci kesuksesan beliau mengatakan, “Selalu berusaha dan bermanfaat untuk umat di mana pun berada.”
Sejak duduk di bangku tsanawiyah beliau sudah aktif berorganisasi, kala itu masuk dalam jajaran anggota OSIS di MTs Pembangunan Lamongan dan MA Assa’adah Gresik. Semasa kuliah bergabung dengan organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Tahun 1985-1990 beliau menjabat sebagai ketua II pucuk pimpinan IPPNU; Ketua Umum Ikatan Sarjana IIQ Jakarta (1999-2006); bidang pendidikan (2000-2004) dan bidang tafsir (2005-2010) PP Jam’iyatul Qurra` wal Huffadz; ketua bidang pembinaan LPTQ DKI Jakarta (2005-2007); Ketua Pimpinan Pusat Ikatan Persaudaraan Qori`-Qori`ah Hafizh-Hafizhah tahun 2010-2015; Ketua VI Bidang Dakwah PP Fatayat NU.

Dosen yang memegang mata kuliah Fikih dan Ilmu Qira`at ini memiliki sejuta pengalaman. Berbagai kursus dan pelatihan digelutinya sehingga menjadikan beliau sosok yang profesional. Di antaranya: (1) Pelatihan Penelitian untuk Dosen Muda, Univ. YARSI Jakarta,1992; (2) Pelatihan Penyuluh HIV-AIDS bagi Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, Bogor, 2002; (3) Pelatihan Perhakiman MTQ dan STQ, Jakarta, 1997; (4) Pelatihan Community Organiser, PP Fatayat NU, 2002; (5) Kursus Bahasa Inggris LIA Ciputat, 2003-2004; (6) Pelatihan Pendalaman Fikih Siyasah untuk Kiai-Bu Nyai Muda, Jakarta, P3M, 2003; (7) Pelatihan Advokasi, Pontianak, UNFPA, 2004; (8) Pelatihan Media, Jakarta, FNS, 2006; (9) Pelatihan Kepemimpinan dan Komunikasi Media, Bali, UNFPA, 2007; (10) Pelatihan Manegemen dan Pengelola Day Care, 2007; (11) Pendidikan Kesadaran Berkonstitusi, Jakarta, Mahkamah Konstitusi RI,   2007; (13) Pelatihan Metodologi Penelitian untuk Dosen PTAIS, IIQ Jakarta, 2008; (14) Pelatihan Sosialisasi Revitalisasi Imunisasi, Depkes RI, 2009, dan sebagainya.

Sosok pemimpin karismatik dan disegani ini juga seorang mufassirah. Tahun 1990 beliau meraih Juara I Golongan Tafsir Bahasa Arab pada MTQ Propinsi DKI Jakarta, dan Juara II Golongan Tafsir Bahasa Arab pada STQ Nasional di Kendari (1992). Tidak hanya itu, beliau juga melahirkan banyak karya tulis. Karya-karya tersebut adalah (a) Aku dan IIQ: Peran dan Kiprah Wanita IIQ, Antara Ide dan Fakta Kelangkaan Ulama Wanita; (b) “Pembentukan Tradisi Keilmuan Tafsir di Indonesia”, Nida’ Al-Qur’an, Jurnal Kajian Al-Qur’an dan Wanita, 2003; (c) “Tasawuf Islam dan Pluralisme”, Suara Fatayat; (d) “Hijrah: Menggali Spirit Transformasi Kontekstual”, Suara Fatayat, 2004; (e) Indahnya Hidup dan Berjuang Bersama Al-Qur’an, IIQ Jakarta, 2007; (f) ”Identitas Politik Perempuan”, Suara Fatayat, 2008; (g) Hubungan Seksual Sebagai Hak Bagi Suami-Isteri Menurut Islam, Disertasi, 2008, dan lain-lain.

Sementara itu, karir beliau dalam mengajar, bekerja, dan melatih sebagai berikut: Pembantu Rektor III; Instruktur Tahfidz sekaligus dosen di IIQ Jakarta; Dekan Fakultas Syari’ah IIQ (2004-2008); Dosen Tafsir Tarbawi STAINU Jakarta (2002-2004); Dosen Universitas YARSI (1991-2007); Dewan Hakim MTQ dan STQ DKI Jakarta; Dewan Hakim MTQ Nasional PT. Telkom Group; Dewan Hakim MTQ Nasional Mahasiswa; Anggota Dewan Syari’ah Nasional MUI (DSN-MUI); Ketua Delegasi Indonesia pada MTQ Internasional di Yordania (2007) dan Libia (2008, 2010); Pembina Delegasi Indonesia pada MTQ Internasional di Maroko tahun 2011.

Beliau juga menjadi pelatih hafalan Al-Qur’an, Fahmil Qur’an dan Syarhil Qur’an LPTQ DKI Jakarta; menjadi pelatih dewan hakim di berbagai propinsi di Indonesia seperti Riau, Aceh, Sumatera, Sulawesi, Papua, dan lainnya. Selain itu, beliau menjadi pembina jama’ah haji Al-Iffah Bekasi dan Anggota Tim Pokja Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (2010-2011).

Di samping itu beliau adalah anggota Dewan Pengawas Syari’ah Asuransi Syari’ah PT.Tokio Marien, Reksadana Syari’ah Uro Capital Peregrine; Dewan Pengawas Syari’ah Lembaga Keuangan Syari’ah Capitalink Finance; Peserta Aktif Rapat Kerja Terbatas Dewan Ketahanan Nasional (WANTANAS), Bali 2005, Jakarta (2008-2009), Lombok dan Yogjakarta (2006).

Sumber: Vivin Pratiwi, Kabar IIQ

Artikel Terkait