==== Segenap Civitas Akademika IIQ Jakarta mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan, semoga kita semua mendapatkan berkah Ramadhan tahun ini ===== Kepada seluruh civitas akademika IIQ dan umat Islam pada umumnya. Selamat Melaksanakan Ibadah Puasa Semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT ====

BIOGRAFI


Prof. KH. Ali Yafie

RESENSI BUKU


Ta'lim 'Ilmi al-Qur'an Manhajan wa Tathbiqan

Puncak Ibadah Ramadhan

Kembali

Rabu | 09 September 2009

Sekarang ini kita menjalankan puasa di hari-hari yang mendekati puncak Ibadah di bulan Ramadhan. Segala sesuatu ada puncaknya, ada titik puncaknya. Para Nabi dan Rasul utusan Allah, di antara mereka ada yang jadi nabi dan rasul-rasul paling terpilih karena ketabahan mereka, yaitu nabi dan rasul yang dikenal dengan Ulul Azmi. Dan di antara nabi dan rasul yang Ulul Azmi itu, Rasulullah Muhammad saw menjadi Nabi dan Rasul yang derajatnya paling tinggi, paling puncak.

 

Dalam satu tahun, ada 12 bulan. Di antara bulan-bulan tersebut, yang paling mulia adalah 4 bulan yang menjadi puncak yang dikenal dengan Asyhurul Hurum. Yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Sya’ban.

 

Dalam seminggu, yang berjumlah tujuh hari juga ada puncaknya. Untuk orang Islam puncaknya adalah hari Jum’at. Hari Jum’at dikatakan sebagai Sayyidul Ayyam. Untuk orang Nashrani, puncak harinya adalah Ahad, sedangkan untuk orang Yahudi adalah hari Sabtu.

 

Puncaknya waktu dalam sehari adalah sepertiga akhir di malam hari. Di sepertiga akhir ini Allah membuka pinta ijabah bagi para hamba-Nya yang meminta kepada-Nya, entah meminta ampunan atau yang lainnya.

 

Tanah atau bumi pun begitu. Bumi atau tanah yang paling mulia, dalam penilaian Allah swt adalah tanah haram, Makkah al-Mukarramah. Ia menjadi paling mulia, bukan karena gersangnya, tetapi karena satu ibadah yang dikerjakan, satu kebaikan yang dikerjakan di tanah Haram, nilainya sama dengan seribu kebajikan yang dikerjakan di luar Makkah al-Mukarramah.

 

Dalam shalat, posisi puncaknya adalah sujud. Karena dalam sujudlah seorang hamba daalam posisi yang merendahkan kepalanya, merendahkan egonya untuk tunduk pasrah di hadapan Allah swt. Ketika manusia tunduk, twadhu’ danpsrah di hadapan Allah swt, ketika itulah derajatnya diangkat menjadi yang paling tinggi di sisi Allah. Karena itu ada hadits yang menyebutkan bahwa ketika ruku dan sujud janganlah membaca Al-Qur’an. Ketika ruku’ perbanyaklah mengagungkan Allah swt, dan ketika sujud perbanyaklah membaca doa kepada-Nya.

 

Nah bagaimana dengan puncak ibadah Ramadhan. Para ulama dalam hal ini berbeda-beda pandangan. Ada yang menyatakan bahwa puncak Ibadah Ramadhan adalah di awal-awal hari-hari bulan Ramadhan. Ada yang menyatakan di tengah, seiring dengan turunnya, atau nuzul Al-Qur’an.

 

Menurut Imam Syafi’i puncak akhir ibadah dalam bulan Ramadhan adalah di akhir-akhir bulan Ramadhan, tepatnya di sepuluh hari terakhir. Karena itu di malam-malam akhir bulan Ramadhan, khususnya di malam-malam ganjil sepuluh terakhir bulan Ramadhan. Ini dikenal dengan Lailatul Qadar, dimana Allah swt menurunkan malaikatnya ke bumi, mencurahkan segala rahmat dan maghfirah-Nya. Siapa yang berdo’a di malam-malam Qadar ini, niscaya akan dikabulkan. Bagi orang-orang yang rajin berpuasa dengan baik, rajin beribadah dengan penuh ikhlas, mendirikan shalat malam, maka Insya Allah akan menjumpai Lailatul Qadar ini. Wallahu a’lam bi al-Sahawab.

___________________

* Intisari Kultum DR. KH. Ashin Sakho Muhammad, MA, di IIQ Jakarta, Senin, 7 September 2009


Telah dibaca :71 kali.

Kembali