Menag: MTQ Wahana Menyuburkan Persaudaraan Umat Islam
Kembali
Senin | 16 November 2009Rokan Hilir,15/11(Pinmas) -- Menteri Agama H Suryadharma Ali mengatakan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) berperan sebagai wahana untuk membangun dan menyuburkan persaudaraan, persatuan, dan kerukunan di kalangan umat Islam. Untuk itu, perhelatan bernuansa spiritual ini harus terus dipelihara sepanjang masa.
"MTQ juga diharapkan mampu memberi pengaruh dan sentuhan syiar dakwah yang berkesan kepada segenap lapisan masyarakat, terutama generasi muda Islam," papar Menag ketika membuka MTQ ke-28 tingkat provinsi Riau di Bagan Siapiapi, Rohan Hilir, Provinsi Riau, Sabtu (14/11) malam. Hadir Gubernur Riau HM Rusli Zainal, Kakanwil Depag Riau H Azyari Nur, para bupati, alim ulama dan sejumlah undangan lainnya.
Menag mengungkapkan, petunjuk dan pesan-pesan al-Quran yang menuntun umat manusia kepada kehidupan yang lurus dan bermartabat harus tetap hidup dan berkembang seiring dengan perkembangan bangsa. "Kecintaan umat pada al-Quran yang harus dibangun bukan hanya sekadar ekspresi lahiriah dan artificial, tetapi haruslah dalam bentuk tingkah laku dan perbuatan yang mencerminkan nilai-nilai Qurani. Umat Islam hendaknya dapat menjadi teladan bagi orang lain."
Menurut Menag, di tengah kondisi masyarakat dan bangsa Indonesia yang memperlihatkan krisis akhlak, moral dan bahkan krisis kepercayaan maka upaya membangkitkan kesasaran kolektif umat agar menjadikan al-Quran sebagai pedoman hidup dan menggalakkan pendidikan al-Quran pada genersi muda merupakan langkah yang amat relevan.
Pemerintah dari waktu ke waktu, lanjut Menag, terus berupaya untuk mendorong peningkatan kualitas kehidupan beragama, antara lain melalui jalur pendidikan, baik formal maupun informal. Penyelenggaraan MTQ yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, baik di tingkat nasional maupun daerah merupakan salah satu langkah yang diharapkan menjadi pendorong berkembangnya pendidikan di bidang baca tulis al-Quran.
Selama ini, katanya, MTQ juga dipandang sebagai kegiatan yang berdampak positif terhadap pembinaan ukhuwah Islamiyah, khususnya di antara para peserta dan official dalam satu kafilah, antara peserta dari satu kafilah dengan kafilah lain, maupun antara peserta selaku tamu dengan penduduk selaku tuan rumah.
Sebagaimana diketahui, papar Menag, al-Quran adalah sumber utama ajaran Islam dan merupakan rahmat bagi seluruh alam. Kandungan isi al-Quran mengajarkan prinsip-prinsip hukum dan etika sebagai bingkai normatif untuk mewujudkan kehidupan individu, masyarakat dan bangsa yang sejahtera, rukun dan bermartabat.
Menag mengutip firman Allah SWT surat An Nahl ayat 90, "Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran."
Untuk itu, Menag mengajak untuk mengevaluasi apakah pelaksanaan MTQ telah memberi dampak dan pengaruh efektif terhadap peningkatan kehidupan beragama dan pengamalan ajaran Islam di tengah masyarakat kita. "Indikator kesuksesan MTQ bukan hanya dari jumlah penyelenggaraan MTQ atau jumlah qari-qariah, hafizh-hafizhah, mufassir-mufassiroh. Tetapi lebih jauh perlu dilihat terutama dari sisi pembentukan mental, karakter dan akhlak bangsa," ujarnya seraya menbambahkan bahwa kita harus mengupayakan agar nilai-nilai dan etika sosial yang bersumber dari al-Quran mewarnai perilaku umat Islam sebagai individu dan masyarakat.
Sementara itu Gubernur Riau HM Rusli Zainal mengatakan pelaksanaan MTQ ini menjadi wujud syiar Islam yang berdampak positif bagi perkembangan generasi muda kita untuk lebih mengenalkan al-Quran, baik membacanya maupun mendalami isi kandungannya. "Diharapkan MTQ dapat mewujudkan masyarakat melayu menjadi manusia-manusia yang beriman dan bertakwa serta tetap mengamalkan al-Quran."
Usai membuka MTQ ke-38 Provinsi Riau ini, Menag mengunjungi pameran yang mendukung pelaksanaan MTQ tersebut. Animo masyarakat untuk menghadiri pembukaan dan pelaksanaan MTQ tersebut sungguh luar biasa. Puluhan ribu masyarakat tumpah ruah di arena yang megah tersebut. "Tempat pelaksanaan MTQ yang megah ini tidak kalah dengan MTQ Nasional," ucap Menag. (dik)
sumber: www.depag.go.id
Telah dibaca :102 kali.




