No icon

Wapres KH Ma'ruf Amin Sebut IIQ Berhasil Jadi Penyemai Penghafal Qur’an

Wapres KH Ma'ruf Amin Sebut IIQ Berhasil Jadi Penyemai Penghafal Qur’an

Tangerang Selatan, -Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin sangat mengapresiasi capaian Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta di usianya yang ke-44. Wapres menyebut IIQ telah berhasil menjadi penyemai bukan saja para calon penghafal Al-Qur’an. Akan tetapi, juga orang-orang yang memiliki pemahaman yang baik terhadap isi dan kandungan kitab suci dan petunjuk bagi umat manusia ini.

Hal tersebut dikatakan Wapres Ma'ruf Amin saat memberi sambutan dalam rangka peringatan Harlah ke-44 IIQ ini dan Nuzulul Qur’an 1442 H melalui melalui video conference dari Istana Wakil Presiden, Kamis (29/4).

“Hadirin dan undangan sekalian, pada kesempatan yang baik ini saya ingin menyampaikan ucapan selamat Harlah ke-44 IIQ Jakarta,” kata Wapres Kiai Ma’ruf mengawali pidatonya.

Menurut dia, sebagai lembaga pendidikan tinggi yang tingkat sarjana S1-nya khusus untuk perempuan dan memiliki konsentrasi pada kajian ilmu-ilmu Al-Qur’an, keberadaan IIQ telah terbukti membawa kemaslahatan dan kemanfaatan besar bagi kehidupan kebangsaan, kemasyarakatan, dan keagamaan di Indonesia.

“IIQ telah terbukti berhasil menjadi tempat yang menyemai bukan saja para calon penghafal Al-Qur’an, hamilatul Qur’an, tetapi juga orang-orang yang memiliki pemahaman yang baik isi dan kandungan Al-Qur’an,” ujar Mustasyar PBNU ini.

Kampus IIQ Jakarta, lanjut Kiai Ma’ruf, telah memerankan fungsi i’dadun mutafaqqihin fi al-din (menyiapkan para ahli agama), khususnya ilmu-ilmu Al-Qur’an sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an yang artinya sebagai berikut.

“Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya ke medan perang, mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya supaya mereka itu dapat menjaga dirinya,” ujar Wapres mengutip QS. At-Taubah [9]: 122.


Jadi agen perubahan

Cicit Syekh Nawawi al-Bantani ini menambahkan, lebih dari itu IIQ Jakarta juga diharapkan dapat menyiapkan para lulusan yang mampu menjadi agen perubahan di masyarakat.

“Saya meyakini bahwa Al-Qur’an merupakan sumber kebaikan, manbaul khairat wal hasanat, yang apabila kita menggali dan mendalaminya maka akan diperoleh bekal yang cukup untuk melakukan perbaikan-perbaikan (istislaahat) dalam segala aspeknya,” paparnya. Oleh karena itu, kata Wapres, alumni IIQ yang rerata hafal Al-Qur’an dan memahami maksud dan kandungannya membuat dirinya yakin mampu menjadi agen perubahan baik dalam aspek keagamaan (al-umur al-diniyyah), aspek kemasyarakatan (al-umur al-ijtima’iyyah), maupun aspek kebangsaan (al-umur al-wathaniyyah).

“Apa yang dilakukan IIQ sejalan dengan program pemerintah dalam menyiapkan SDM unggul, yaitu SDM yang sehat, cerdas, produktif, memiliki daya saing, mampu bersaing, memiliki semangat tinggi, dan memiliki wawasan kebangsaan serta memiliki akhlak yang mulia atau akhlak yang Qur’ani,” paparnya.

“SDM yang tidak sekedar saleh dalam arti spiritual dan juga sosial, melainkan juga SDM yang mampu melakukan perubahan dan perbaikan-perbaikan (al-muslihun wal muslihat) pada masyarakat dan lingkungannya agar mereka menjadi masyarakat yang salihin dan salihat,” sambung Wapres.

Alasannya, lanjut Kiai Ma’ruf, karena menurut Al-Qur’an yang berhak mewarisi dunia ini adalah para hamba Allah yang saleh sebagaimana disebutkan dalam surat al-Anbiya ayat 105: “Dan sungguh telah kami tulis dalam kitab Zabur sudah tertulis di dalam al-dzikr (lauhul mahfudh), bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang saleh,” terangnya.

Wapres sekali lagi menyampaikan Selamat Harlah ke-44 kepada seluruh civitas akademika dan keluarga besar IIQ Jakarta. Semoga semakin maju, berjaya, dan dapat menjadi pilar pendidikan tinggi keagamaan Islam di Indonesia yang berbasis Al-Qur’an.

“Dengan tema ‘IIQ Hebat, Perempuan Bermartabat, Indonesia Kuat’ diharapkan kampus ini akan didapat semakin memberi kontribusi pada pembangunan nasional, khususnya untuk mempersiapkan SDM unggul, khususnya dari kalangan perempuan demi terwujudnya Indonesia maju yang kita cita-citakan,” pungkas Wapres.

Comment