No icon

Sesi IV Pembekalan KKL, Pak Hendra dan Kak Hasna Bahas Pentingnya Dakwah di Media Sosial serta Tutor

Sesi IV Pembekalan KKL, Pak Hendra dan Kak Hasna Bahas Pentingnya Dakwah di Media Sosial serta Tutorial Pembuatan Video

Sesi ke-IV pembekalan Kuliah Kerja Lapangan (25/06) Institut Ilmu Al-Quran Jakarta diisi dengan Bimtek pembuatan video konten dakwah di media sosial yang dimentori oleh Pak Dr. Hendra Kholid, MA. dan Kak Hasna Nabila.  

Pak Hendra, Dosen Institut Ilmu Al-Quran Jakarta ini mengawali pemaparannya dengan membahas pentingnya media sosial sebagai media dakwah. Media sosial, kata Pak Hendra, dapat menjadi ladang amal jariyah apabila dimuat dengan konten-konten dakwah. “Ada surga di media sosialmu.” Ungkapnya puitis.

Pak Hendra menjelaskan beberapa alasan kenapa penting menjadikan media sosial sebagai media dakwah, Pertama, Terjadi perubahan masyarakat sebagai sumber informasi dan ilmu dari media konvensional ke media sosial, Kedua, Menyeimbangkan dan memenangkan dari peran konten baik dan konten negative yang akan merusak umat di generasi berikutnya. Ketiga, Menjadi investasi dunia akhirat.

“Kalau kita resah dengan konten-konten negative di media sosial, maka kita tidak usah mencaci, tapi kita buat konten-konten yang baik.” Ucap pak Hendra, sembari mengingatkan kepada mahasiswa agar tidak menyia-nyiakan handphone yang dimiliki.

Lebih lanjut, Pak Hendra mengungkap hasil penelitian bahwa hampir semua orang menggunakan media sosial. Yang mencengangkan, Negara Indonesia sendiri masuk dalam daftar 10 besar dunia yang kecanduan media sosial. Dari hasi penelitian, selama 3 jam 14 menit per hari waktu yang dihabiskan orang menggunakan media sosial.

Kemudian pak Hendra juga mengungkap sejumlah penelitian lain, Generasi Milenial menjadi pengguna dominan media sosial dengan rentang usia 25-34 tahun. Lalu aplikasi media sosial yang paling banyak digunakan, Dilihat dari frekuensi penggunaan bulanan, urutan pertama ternyata ditempati oleh Youtube, disusul oleh whatsapp, Instagram, facebook, lalu twitter.

“Rata-rata orang Indonesia ternyata memiliki 10 akun media sosial per orang. Selain itu, 60 persen pengguna media sosial memakainya untuk bekerja seperti menjalin relasi dan menjalankan bisnis.” Ungkapnya

Di akhir penyampaiannya, Pak Hendra memberikan tips cara memulai membuat konten media sosial yaitu dengan mulai membuat akun media sosial, biasakan membuat tulisan atau video pendek, belajar membuat tulisan atau video edukatif, unik, menarik, dan tips berikutnya 2 L yaitu lakukan dan lupakan.

Acara Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari videographer Hasna Nabila. Ia menguraikan secara teknis terkait pembuatan video. Menurutnya, dalam proses pembuatan video ada 3 tahapan yang utama yaitu Preproduction, Production, dan Post Production.

Tahap preproduction adalah tahap persiapan seperti menulis naskah, menentukan jadwal shooting, mencari lokasi, Menyusun budget, mempersiapkan shootlist, kru, dan pastinya menyiapkan handphone dan headset.

“Kalau kalian ngeshoot pakai handphone, biasanya bagi pemula yang tidak tahu itu asal ngerekam aja, tips dari saya, Ketika merekam utamakan pengambilannya langsung landscape, jangan potrait” Kata Kak Hasna memberikan tips dalam proses shooting.

Tahap Kedua yaitu tahap production. Pencetus @iiqgraphy ini menekankan pentingnya komposisi dari sebuah video dan framing yang rapi pada proses ini.

Kemudian, Post production, yaitu tahap finishing atau proses editing yang meliputi penambahan title, cutting, grafis, animasi, music, effect dan lain-lain.  

Sebagaimana diketahui, peserta KKL ditugaskan untuk membuat video terkait minat dan bakat, video pembelajaran, dan kegiatan sosial.

Acara ini diakhiri dengan tanya jawab dari peserta KKL. (FP)

Comment