No icon

Menag buka Doktoral dalam acara Wisuda IIQ

Menag buka Doktoral dalam acara Wisuda IIQ

Institut Ilmu al-Qur'an (IIQ) Jakarta, lembaga pendidikan tinggi yang menggabungkan sistem pendidikan pesantren dan perguruan tinggi dengan orientasi mencetak ulama wanita yang hafal Al-Quran, intelek, berwawasan luas dan ahli di bidang Ulumul Quran kini resmi memiliki program Doktoral (S-3) jurusan Ilmu al-Qur'an dan Tafsir.

Peresmian program doktor ini dilakukan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat menghadiri Dies Natalis ke-39, Wisuda S-1 ke-17, S-2 ke-10, sekaligus menyampaikan Orasi Ilmiah di Kampus Institut Ilmu al-Qur'an (IIQ) Jakarta di Tangerang Selatan Banten, Sabtu (27/08). Acara dihadiri oleh senat guru besar dan civitas akademika IIQ Jakarta.

IIQ, lembaga pendidikan yang didirikan tanggal 12 Rabiul Awal 1397 H, bertepatan dengan tanggal 1 April 1977 M atas gagasan Al-Maghfurlah Prof. K. H, Ibrahim Hosen, LML., sebelumnya baru memiliki program S1 yang mendalami kajian dan pengembangan ilmu-ilmu Al-Quran serta bidang keilmuan yang sesuai dengan program studinya. Sementara Program Pascasarjana Magister Studi Agama Islam dimaksudkan untuk lebih mendalami dan mengembangkan Ulumul Quran dan Ulumul Hadis. Keberadaan IIQ telah melahirkan qariah dan hafizah yang mampu tampil di arena Musabaqah Tilawatil Quram (MTQ) Nasional maupun International.

Bagi Menag, menjadi kebahagiaan tersendiri baginya, dapat menyaksikan sebuah komunitas perempuan penghafal al-Qur'an yang berhasil menamatkan program perkuliahan.

"Bagi saya, para wisudawati ini ibarat mutiara-mutiara di samudra luas. Di tengah arus modernitas dengan segala efek dan eksesnya, masih ada sekelompok perempuan yang mau concern menghafal dan mendalami ilmu-ilmu al-Qur'an hingga lulus pendidikan sarjana, bahkan pasca sarjana," kata Menag.

"Inna Wara'a Rajulin 'Azhiimin Irma'ah; Sesungguhnya, dibalik kesuksesan seorang lelaki, ada peran perempuan di belakangnya," ujar Menag.

Menag mencontoh, keberhasilan dakwah Baginda Nabi Muhammad SAW, yang tak lepas dari dukungan sang istri tercinta, Siti Khadijah. Bahkan ada sosok Ibu Fatmawati dibalik kegagahan dan kesuksesan Sang Proklamator Bung Karno.

"Karenanya, tidak berlebihan, jika Baginda Nabi SAW mewanti-wanti umatnya untuk berbuat baik kepada kaum hawa. Istausuu Binnisa-i Khoiron; Berpesan-pesan baiklah kamu terhadap kaum wanita. Betapa tinggi perhatian Baginda Rasul SAW kepada kaum perempuan," ujar Menag.

Dikatakannya, perempuan harus mendapat perhatian khusus. Mereka adalah calon ibu bagi generasi bangsa. Jika dipersiapkan dengan baik, maka akan melahirkan generasi yang baik pula. Dan, salah satu perhatian tersebut adalah dangan memberikan kesempatan kepada mereka untuk menuntut ilmu hingga jenjang tertinggi.

"Dan hari ini, kita patut bersyukur dan bangga, di hadapan kita, ada sekelompok kaum perempuan, berhasil menamatkan studinya hingga S-2. Hal ini, selain karena Rahmat Allah SWT, juga karena kesabaran orang tua dan dedikasi dosen dalam mendidik, membimbing dan mengarahkan hingga mereka mampu merampungkan proses akademiknya," ungkap Menag yang menyatakan Kemenag berkomitmen penuh mendukung program-program IIQ Jakarta.

Sebelumnya, Rektor IIQ Jakarta, Huzaimah Tahido Yanggo menyatakan, pada wisuda ini kali, ada 139 mahasiswi IIQ yang wisuda S-1 dan mahasiswa S-2 yang wisuda sebanyak 36 mahasiswa. Ke-139 mahasiswi yang diwisuda S-1, 31 mahasiswi dari Fakultas Syari'ah. Fakultas Ushuluddin sebanyak 30 mahasiswi, dan Fakultas Tarbiyah sebanyak 78 mahasiswi. Sedang wisudawan S-2, 12 mahasiswa berasal dari konsentrasi Ulumul Qur'an dan Ulumul Hadits, Konsentrasi Syari'ah sebanyak 16 mahasiswa, dan 8 mahasiswa lainnya berasal dari Konsentrasi Tarbiyah.

Huzaimah menambahkan, mahasiswi S-1 IIQ yang berjumlah 1.586, berasal dari provinsi seluruh Indonesia. Sedang mahasiswa Pasca Sarjana berjumlah 535 Mahasiswa.Program S-1 IIQ, diperuntukkan khusus mahasiswi (perempuan), sedang program S-2 dan S-3 yang baru saja diresmikan Menag, dibuka untuk umum. (G-penk/dm/dm).

Comment