Jejak perjalanan
Sejarah Singkat IIQ Jakarta
Dari program magister khusus perempuan menjadi kampus penghafal Al-Qur’an yang menyatukan pesantren dan perguruan tinggi.
- 1 April 197712 Rabiul Awwal 1397 H, hari berdirinya
- 49 tahunmengabdi untuk Al-Qur’an dan umat
- S1 – S3jenjang pendidikan yang kini dibuka
Awal mula
Berawal dari kepedulian pada ulama perempuan
Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta berdiri atas prakarsa al-Maghfurlah Prof. KH. Ibrahim Hosen, LML dan dukungan H.M. Joesoef Abdillah, di bawah naungan Yayasan Affan yang diketuai H. Sulaiman Affan.
Sejak awal, IIQ Jakarta dirancang untuk melahirkan qari’ah, hafizah, dan mufassirah yang mampu tampil di arena Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat nasional maupun internasional, sekaligus menjadi tenaga pengajar di perguruan tinggi.
Linimasa
Tonggak sejarah IIQ Jakarta
-
1977 1 April 1977 M / 12 Rabiul Awwal 1397 H
Berdirinya IIQ Jakarta
Atas prakarsa Prof. KH. Ibrahim Hosen, LML dan dukungan H.M. Joesoef Abdillah, Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta berdiri di bawah naungan Yayasan Affan yang diketuai H. Sulaiman Affan.
IIQ Jakarta tahun 1977 -
1977–1981 Program Magister khusus perempuan
Magister untuk tenaga MTQ dan pengajar
Mulanya IIQ Jakarta hanya membuka Program Magister khusus wanita, dengan dukungan Pemerintah Daerah Tingkat I di seluruh Indonesia, untuk memenuhi kebutuhan tenaga per-MTQ-an di berbagai provinsi dan pengajar program Strata Satu.
-
1981 Program Sarjana (S1)
Program S1 dibuka
Setelah meluluskan dua angkatan magister, IIQ Jakarta membuka program Sarjana (S1) yang mendalami kajian dan pengembangan ilmu-ilmu Al-Qur’an serta bidang keilmuan yang sesuai dengan program studinya.
Kampus IIQ Jakarta tahun 1981 -
1983 Yayasan Institut Ilmu Al-Qur’an (YIIQ)
Yayasan IIQ dan wakaf Kampus II
Didirikan Yayasan Institut Ilmu Al-Qur’an (YIIQ) yang melanjutkan Yayasan Affan; Hj. Harwini Joesoef menjadi Ketua Umum pertama (1983–2018). H.M. Joesoef Abdillah bersama Hj. Harwini Joesoef mewakafkan tanah di Jl. M. Toha No. 31, Pamulang Timur, Tangerang Selatan, yang kini menjadi Kampus II dan Pesantren Takhasus IIQ Jakarta.
Kenali Pesantren Takhassus
Hj. Harwini Joesoef, Ketua Umum YIIQ 1983–2018 -
1998 Program Magister (S2)
S2 kembali diselenggarakan
Setelah S1 berjalan, IIQ Jakarta menyelenggarakan kembali Program Magister (S2) pada 1998.
Arsip: wisuda S1 dan S2 pada Dies Natalis ke-40, 26 Agustus 2017 -
2016 Pascasarjana dan Doktor
Tiga prodi S2 baru dan Program Doktor
Program Pascasarjana mengembangkan tiga program studi S2 baru, yaitu Hukum Ekonomi Syariah, Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, serta Pendidikan Agama Islam, bersamaan dengan diresmikannya Program Doktor (S3) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.
Dies Natalis ke-39 dan peresmian Program Doktor, 27 Agustus 2016 -
2018 Kepemimpinan yayasan
Estafet kepemimpinan Yayasan IIQ
Sejak 2018 hingga sekarang, Ketua Umum Yayasan IIQ adalah Ir. H. Rully Chairul Azwar, M.Si., IPU, melanjutkan kepemimpinan Hj. Harwini Joesoef.
-
2020 5 Maret 2020
Peresmian gedung baru
Gedung baru IIQ Jakarta diresmikan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, K.H. Ma’ruf Amin.
Peresmian gedung baru IIQ Jakarta oleh Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin -
Kini Pesantren dan perguruan tinggi
Kampus Perempuan Penghafal Al-Qur’an
IIQ Jakarta menggabungkan sistem pendidikan pesantren dan pendidikan tinggi untuk melahirkan ulama dan sarjana perempuan yang hafal Al-Qur’an, intelek, berwawasan luas, dan ahli di bidang Ulumul Qur’an, agar mampu memberikan kontribusi pemahaman Islam yang menyeluruh kepada umat.
Gedung IIQ Jakarta saat ini
Dari masa ke masa
Mengenal Rektor IIQ Jakarta

Prof. KH. Ibrahim Hosen, LML
Prof. KH. Ibrahim Hosen, LML merupakan pelopor pengembangan studi dan pengkajian ilmu-ilmu Al-Qur’an di Indonesia. Sebelum mendirikan IIQ Jakarta, pakar hukum Islam ini menginisiasi pendirian Institut PTIQ Jakarta pada tanggal 1 April 1971. Kemudian pada 1 April 1977, beliau mendirikan IIQ Jakarta sekaligus menjadi Rektor pertama hingga akhir hayatnya pada 7 November 2001.
Ulama cendekia yang lahir pada tanggal 1 Januari 1917 di Tanjung Agung, Bengkulu ini disebut-sebut sebagai mujtahid fatwa sepanjang masa. Beliau mengemban amanah sebagai Ketua Komisi Fatwa MUI pada tahun 1980–2000. Putra dari pasangan KH. Hosen dan Siti Zawiyah ini dikenal sebagai mufti yang pemikirannya cemerlang dan out of the box.

Prof. KH. Ali Yafie
Prof. KH. Ali Yafie adalah Rektor IIQ Jakarta periode 2002–2005. Beliau seorang ulama kharismatik Bugis yang lahir di Donggala, Sulawesi Tengah, 1 September 1926.
Beliau dikenal luas sebagai ulama yang ahli dalam bidang fikih. Pada tahun 1991–1992 beliau menjabat sebagai Rais Aam PBNU dan pernah menjadi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) tahun 1990–2000. Selain menjadi tokoh penting Nahdlatul Ulama (NU), beliau juga pernah menjadi salah satu anggota Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).

Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad, MA
Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad, MA adalah Rektor IIQ Jakarta selama dua periode, yaitu periode 2005–2010 dan 2010–2014. Pria kelahiran Cirebon, 21 Februari 1956 ini adalah seorang ulama yang hafal Al-Qur’an dan pakar Ilmu Qira’at jebolan Universitas Islam Madinah.
Di samping itu, beliau masih aktif sebagai Dewan Pakar Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ), Sekretaris Lajnah Pentashih Al-Qur’an Kementerian Agama RI, Pengasuh Pondok Pesantren Dar Al-Qur’an Cirebon, dan Rais Majelis Ilmi Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh (JQH) Pusat hingga saat ini. Karena keahliannya dalam bidang ilmu yang langka itulah beliau banyak diamanahi berbagai tugas penting, baik di dalam maupun luar negeri.

Prof. Dr. Hj. Huzaemah Tahido Yanggo, MA
Prof. Dr. Hj. Huzaemah Tahido Yanggo, MA adalah Rektor IIQ Jakarta periode 2014–2022. Beliau lahir di Donggala, Sulawesi, 30 Desember 1946. Pakar fikih perbandingan ini juga mengemban tugas sebagai Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Ibu Prof. Huzaemah dikenal sebagai ulama perempuan pertama dari Indonesia yang berhasil meraih gelar doktor Fiqih Muqaran dari Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Yang paling mengagumkan, Prof. Huzaemah merupakan satu-satunya “mufti” perempuan di dunia.
Beliau berpulang ke rahmatullah saat masih menjabat sebagai Rektor IIQ pada tanggal 23 Juli 2021 dan dimakamkan di kompleks UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Semoga Allah menerimanya sebagai syahidah dan membalas segala kebaikannya. Amin.

Assoc. Prof. Dr. Hj. Nadjematul Faizah, S.H., M.Hum.
Dr. Hj. Nadjematul Faizah, S.H., M.Hum adalah Rektor Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta periode 2022–2026. Beliau lahir di Kairo, 17 September 1959. Beliau merupakan putri pendiri IIQ Jakarta (Prof. KH. Ibrahim Hosen, LML.) yang mendedikasikan dirinya untuk pengembangan IIQ Jakarta.
Di samping itu, beliau aktif dan menjadi Anggota Dewan Pembina Asosiasi Dosen Indonesia (ADI), Executive Director The Ibrahim Hosen Institute, Penasihat Majelis Taklim dan UPZ Baznas Masjid Al-Husainy.
Ciri khas
Pesantren dan perguruan tinggi dalam satu pembinaan
Mahasiswi diwajibkan mengikuti mata kuliah kekhususan IIQ yang menjadi ruh pendidikan Al-Qur’an di kampus ini.
- Tahfizh
- Tilawah dan Nagham
- Tafsir
- Qira'at
- Ilmu Rasm Utsmani