PUSAKA IIQ Jakarta Selenggarakan Bimbingan Karier, Hadirkan Praktisi Pendidikan Nasional: Kupas Konsep Teaching with Nature dan Masa Depan Karier Guru

Pusat Alumni dan Karir (PUSAKA) IIQ Jakarta kembali memperkuat kesiapan mahasiswa memasuki dunia kerja melalui kegiatan Bimbingan Karier yang diselenggarakan pada Kamis, 11 Desember 2025. Kegiatan yang laksanakan PUSAKA IIQ untuk Fakultas Tarbiyah ini dilakukan secara hybrid—luring di Aula IIQ Jakarta untuk mahasiswa semester 5 dan 7, serta daring melalui Zoom Meeting untuk semester 1 dan 3. Program ini menjadi langkah strategis Fakultas Tarbiyah dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tuntutan profesi guru yang semakin kompleks dan dinamis.

Mengusung tema “Teaching with Nature: Jalan Karier Calon Guru Masa Depan”, kegiatan ini menghadirkan dua pakar pendidikan nasional yang menyajikan perspektif unik dan relevan mengenai arah profesi pendidik di era modern. Tema tersebut menegaskan bahwa guru masa depan dituntut untuk adaptif, kreatif, dekat dengan alam, sekaligus memiliki sensitivitas terhadap perkembangan anak dan tantangan pendidikan abad ke-21.

Sesi pertama menghadirkan Ary Okta, S.Sn., M.Sn., Direktur Program Sekolah Citra Alam sekaligus seniman dan perupa, yang memaparkan konsep Teaching with Nature secara komprehensif. Berdasarkan pemaparannya, Ary menjelaskan bahwa anak-anak masa kini tumbuh dalam kondisi yang semakin jauh dari alam, sebuah fenomena yang ia sebut sebagai nature-deficit disorder. Kondisi ini membuat interaksi langsung dengan lingkungan hidup menjadi kebutuhan yang perlu dipulihkan, bukan sekadar pilihan kegiatan pembelajaran

Ia menekankan filosofi pendidikan alam yang berlandaskan pada rasa syukur, kemampuan merawat bumi, penanaman akhlaq al-bi’ah, hingga penguatan karakter spiritual. Pembelajaran berbasis alam diyakini mampu membentuk perubahan sikap, gaya hidup, kepekaan moral, hingga kepedulian ekologis sejak dini.

Ary juga menjabarkan konsep Sekolah Alam yang menempatkan guru sebagai fasilitator, bukan instruktur tunggal. Lingkungan belajar yang terbuka, experiential learning, project-based learning, interaksi dengan alam, dan pembiasaan problem solving menjadi bagian inti dari pendekatan ini. Siswa diajak mengeksplorasi lingkungan, melakukan proyek nyata, mempraktikkan kepemimpinan, hingga mengembangkan kreativitas melalui aktivitas yang terhubung langsung dengan kehidupan sehari-hari

Materi Ary juga memperlihatkan keterpaduan antara pendekatan pendidikan Islam dan filosofi sekolah alam. Ayat-ayat kauniyah, metode tafakur, spiritual ecology education, hingga pembiasaan akhlak melalui pengalaman langsung di alam menjadi ciri khas model pengajaran ini. Ia memaparkan bagaimana guru perlu memiliki kompetensi masa depan: mulai dari pedagogi kreatif, kecerdasan emosional, hingga pemahaman ekologi dasar.

Selain konsep, Ary menghadirkan berbagai praktik terbaik dari Sekolah Citra Alam, termasuk kurikulum berbasis proyek, tantangan kreatif, program lingkungan, hingga dokumentasi proses belajar siswa yang menunjukkan perkembangan integratif antara kecerdasan intelektual, emosional, sosial, spiritual, dan jasmani.

Pada sesi kedua, Inti Farhati, M.A., Koordinator Pengawas RA Nasional, menyampaikan materi bertema Kompetensi Kekinian dan Jenjang Karier Guru PAUD. Ia menjabarkan struktur karier formal guru yang meliputi guru pemula, guru junior, asisten, guru senior, koordinator, kepala sekolah, hingga pengawas. Selain jalur formal, ia menekankan adanya peluang karier nonformal yang dapat ditempuh oleh calon guru sesuai minat dan kompetensi yang dimiliki

Inti menyoroti pentingnya penguasaan kompetensi abad ke-21—critical thinking, creativity, collaboration, communication—yang menjadi tuntutan utama guru masa kini. Ia juga mengulas kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian sebagai empat pilar kompetensi wajib guru, serta urgensi peningkatan kualifikasi melalui PPG dan sertifikasi lanjutan.

Mahasiswa diberikan pemahaman tentang dinamika profesi guru PAUD, termasuk tanggung jawab pekerjaan, ruang refleksi bagi siswa, hingga realitas mengenai kisaran gaji guru. Materi ini membuka wawasan mahasiswa bahwa profesi guru tidak hanya mengandalkan kemampuan mengajar, tetapi melibatkan proses profesional yang berkelanjutan dan kesiapan untuk terus belajar.

Warek III IIQ Jakarta Dr. Hj. Mutmainnah, MA menyampaikan bahwa kegiatan Bimbingan Karier ini memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa mengenai masa depan profesi guru, baik dari sisi metode pengajaran maupun peluang karier. Warek berharap program ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa untuk menapaki dunia pendidikan secara lebih percaya diri, inovatif, dan profesional.

Dengan paparan yang mendalam dari kedua narasumber, peserta mendapatkan informasi mengenai prospek karier guru serta pemahaman baru bahwa pendidikan modern menuntut guru untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat, kreatif, dekat dengan alam, serta berkomitmen kuat terhadap nilai-nilai Qur’an dan keberlanjutan bumi. (FP)