BKKBM IIQ Jakarta Resmi Dilantik
Suasana Aula Kampus Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, Jumat pagi itu (6/6/26), terasa berbeda. Bukan semata karena deretan kursi yang tertata rapi atau lantunan ayat suci Al-Qur’an yang mengawali acara, melainkan karena acara penting yang sedang berlangsung: pelantikan Badan Koordinasi Kegiatan Badan Mahasiswa (BKKBM) IIQ Jakarta periode 2026–2027. Di ruang inilah, estafet kepemimpinan mahasiswa kembali digerakkan.
Dalam pengarahan resminya, Rektor Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, Assoc. Prof. Dr. Hj. Nadjematul Faizah, S.H., M.Hum., menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang hari itu resmi dilantik sebagai pengurus BKKBM IIQ Jakarta periode 2026–2027. Menurutnya, pelantikan ini tidak boleh dipahami sebagai pergantian struktur organisasi kemahasiswaan, melainkan sebagai peralihan tanggung jawab kepada generasi penerus kampus. Di ruang inilah, idealisme diuji, integritas dibentuk, dan komitmen terhadap nilai-nilai keilmuan serta keislaman mulai dijalankan.
Rektor menegaskan bahwa mahasiswa IIQ Jakarta tidak hanya dituntut aktif dan cakap dalam aktivitas organisasi, tetapi juga harus mampu menjadikan Al-Qur’an sebagai pusat orientasi berpikir, bersikap, dan bertindak. Kepemimpinan mahasiswa di lingkungan IIQ, menurutnya, tidak cukup berhenti pada keterampilan teknis berorganisasi, melainkan harus mencerminkan keluasan wawasan, serta kepekaan sosial.
Lebih jauh, Rektor mengingatkan bahwa organisasi kemahasiswaan merupakan ruang belajar yang sangat berharga. Di sanalah mahasiswa belajar mengelola perbedaan, mengambil keputusan, menyusun program, sekaligus mempertanggungjawabkannya. Proses tersebut, ia menambahkan, tidak selalu mudah dan kerap melelahkan. Namun justru melalui dinamika itulah karakter kepemimpinan ditempa. Rektor berharap para pengurus BKKBM mampu menjaga semangat kolektif, menghindari konflik yang tidak produktif, serta senantiasa mengedepankan musyawarah sebagai jalan utama dalam menyelesaikan setiap persoalan.
Dalam arahannya, Rektor juga menekankan pentingnya sinergi antara mahasiswa dan institusi. Kampus, menurutnya, tidak dapat berjalan sendiri tanpa partisipasi aktif mahasiswa. Sebaliknya, organisasi kemahasiswaan pun tidak akan kuat tanpa komunikasi yang sehat dengan pimpinan dan seluruh sivitas akademika. Dalam konteks inilah, BKKBM diharapkan mampu berperan sebagai jembatan yang menyatukan aspirasi mahasiswa dengan visi besar IIQ.
Menutup sambutannya, Rektor IIQ Jakarta menyampaikan doa dan harapan agar seluruh pengurus BKKBM periode 2026–2027 diberikan kekuatan, keikhlasan, dan kebijaksanaan dalam menjalankan amanah.
BKKBM IIQ Jakarta periode 2026–2027 kini memikul amanah untuk menjaga soliditas organisasi serta memastikan setiap gerak kemahasiswaan tetap sejalan dengan nilai-nilai keilmuan dan keislaman. (FP)



