TANGERANG SELATAN — Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta menerima kunjungan Tim Asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dalam rangka Asesmen Lapangan Akreditasi Program Studi S1 Hukum Ekonomi Syariah (Mu’amalah) Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 22 hingga 24 Mei 2026, di kampus IIQ Jakarta, Tangerang Selatan. Asesmen ini menghadirkan apresiasi sekaligus sejumlah rekomendasi penting bagi pengembangan institusi ke depan.
Tim Asesor dan Rangkaian Kegiatan
Kegiatan ini dihadiri oleh dua asesor dari BAN-PT, yakni Prof. Dr. H. Rizal, M.Ag., CRP., SS. dari Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar selaku Asesor 1, dan Dr. Eficandra, S.Ag., M.Ag. dari Institut Agama Islam Negeri Batusangkar selaku Asesor 2. Turut hadir pula sejumlah guru besar, pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta mitra kerja sama IIQ Jakarta. Selama tiga hari pelaksanaan, tim asesor melakukan verifikasi dokumen, wawancara dengan berbagai pemangku kepentingan, serta peninjauan langsung terhadap sarana dan prasarana kampus.
Sambutan Rektor: Akreditasi Bukan Sekadar Formalitas
Dalam sambutan pembukaannya, Rektor IIQ Jakarta, Associ. Prof. Dr. Hj. Nadjmatul Faizah, SH, M. Hum, menyampaikan bahwa proses akreditasi merupakan bagian dari ikhtiar berkelanjutan institusi dalam menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.
“Kami memandang proses akreditasi bukan sekadar proses penilaian administratif, tetapi sebagai bagian penting dari ikhtiar berkelanjutan dalam menjaga kualitas, memperkuat tata kelola akademik, meningkatkan budaya mutu, serta memastikan bahwa proses pendidikan yang kami jalankan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan keilmuan,” ujar Rektor.
Rektor juga menekankan komitmen Program Studi Hukum Ekonomi Syariah dalam mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur’an dengan keilmuan syariah, hukum, dan ekonomi sebagai ciri khas yang membedakan IIQ Jakarta dari perguruan tinggi lainnya. Ia turut mengungkapkan bahwa pihaknya sejak awal sangat menginginkan asesmen dilakukan secara tatap muka langsung dan telah berupaya melalui berbagai jalur, termasuk surat kepada Direktur dan koordinasi dengan Kopertais Wilayah I.
Dekan FSEI: Menuju Prodi Bereputasi Global Berbasis Al-Qur’an
Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) IIQ Jakarta, Dr. Syarif Hidayatullah, MA., menegaskan komitmen fakultas dalam memperkuat mutu akademik, tata kelola, serta pengembangan keilmuan berbasis Al-Qur’an. Dalam pemaparannya, ia menyampaikan bahwa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah terus berupaya menjadi program studi bereputasi global dengan keunggulan profesional dalam penerapan fatwa-fatwa muamalah maliyah berbasis Al-Qur’an — selaras dengan visi besar IIQ Jakarta sebagai perguruan tinggi Islam bereputasi global pada tahun 2044.
Dr. Syarif juga mengungkapkan bahwa Prodi HES saat ini telah meraih predikat “Baik Sekali” sebagai hasil dari penguatan tata kelola akademik, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pengembangan jejaring kerja sama nasional dan internasional.
“Program studi tidak hanya berfokus pada penguatan akademik, tetapi juga pengembangan kompetensi profesional mahasiswa” ujarnya.
Dalam asesmen lapangan tersebut, FSEI IIQ Jakarta memaparkan berbagai capaian strategis, mulai dari kualitas dosen, prestasi mahasiswa, penelitian, hingga implementasi kerja sama. Saat ini 90 persen dosen tetap Prodi HES telah memiliki sertifikat pendidik, dan sejumlah dosen memiliki sertifikasi profesional seperti pengawas syariah, mediator, auditor internal, hingga ahli syariah pasar modal.
Selain itu, mahasiswa HES juga mencatat berbagai prestasi akademik dan non-akademik di tingkat nasional dan internasional, meliputi kompetisi business plan, lomba karya tulis ilmiah, MTQ, hingga kompetisi internasional di bidang ekonomi syariah dan inovasi global.
Ke depan, Dr. Syarif menyampaikan bahwa pengembangan Prodi HES akan diarahkan pada penguatan kurikulum berbasis teknologi, peningkatan kerja sama internasional, serta pengembangan sertifikasi profesi bagi lulusan.
“FSEI IIQ Jakarta terus berupaya menghadirkan pendidikan yang unggul, adaptif, dan tetap berpijak pada nilai-nilai Al-Qur’an” tuturnya.
Kaprodi HES: Membangun Ekosistem yang Kuat
Ketua Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Rahmatul Fadhil, MA., dalam kesempatan yang sama memaparkan kondisi terkini dan arah pengembangan prodi yang dipimpinnya. Ia menyampaikan bahwa prodi terus berupaya membangun ekosistem yang kondusif bagi tumbuhnya mahasiswa yang unggul secara keilmuan
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, mendorong keterlibatan mahasiswa dalam penelitian dan kegiatan ilmiah, serta memperluas jaringan kerja sama demi mendukung pengembangan prodi ” ujar Rahmatul Fadhil.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika yang telah bekerja keras mempersiapkan asesmen lapangan ini, serta berterima kasih atas masukan konstruktif yang diberikan oleh tim asesor BAN-PT sebagai bahan evaluasi dan pengembangan prodi ke depan.
Asesor Apresiasi Keunggulan Hafiz dan Nilai Al-Qur’an
Dalam sesi penyampaian hasil asesmen, Dr. Eficandra selaku Asesor 2 mengungkapkan kekagumannya terhadap keunggulan mahasiswa dan lulusan IIQ Jakarta. Berdasarkan hasil wawancara, kemampuan hafalan Al-Qur’an (tahfiz) beserta penguasaan ayat-ayat yang relevan dengan keilmuan syariah dan hukum ekonomi dinilai menjadi nilai lebih yang khas dan signifikan.
“Ada kesan memang keunggulan dan kemampuan berbasis ilmu Al-Qur’an itu suatu kelebihan tersendiri. Mahasiswa semuanya hafiz Al-Qur’an, yang memiliki nilai plus tersendiri. Dan itu memberikan pengaruh yang luar biasa bagi mereka dalam sikap dan perilaku,” ungkap Dr. Eficandra.
Ia juga menyoroti potensi internasionalisasi IIQ Jakarta sebagai institusi yang berlokasi di ibu kota. Salah satu mahasiswa asal Jepang yang diwawancarainya menyampaikan bahwa kemampuan hafalan Al-Qur’an yang diperoleh di IIQ Jakarta dapat menjadi modal berharga di negaranya, termasuk untuk kegiatan penelitian.
Menutup sesi asesmen, Prof. Dr. H. Rizal, M.Ag., CRP., SS. menegaskan bahwa akreditasi bukanlah tujuan akhir, melainkan wasilah untuk mendorong perguruan tinggi terus berbenah demi menghasilkan lulusan yang berkompeten. (FP)





