Tangerang Selatan — Ratusan mahasiswi Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta resmi dilepas untuk mengabdi ke berbagai pelosok negeri, bahkan hingga lintas negara. Rabu (1/7/2026), Pesantren Takhassus IIQ Jakarta menjadi saksi pembekalan dan pelepasan 415 mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Tahun Akademik 2025/2026, sebuah acara yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPKM) sebagai gerbang terakhir sebelum mereka terjun langsung membaur bersama masyarakat.
Tahun ini, KKL IIQ Jakarta masih tampil dengan warna yang khas: seluruh pesertanya adalah mahasiswa perempuan. Bertepatan dengan itu, panitia mengangkat tema “Peran Perempuan dalam Konservasi Lingkungan Perspektif Ekoteologi Al-Qur’an”, sebuah tema yang memadukan kepedulian ekologis dengan spirit keislaman, sekaligus meneguhkan posisi perempuan sebagai penggerak perubahan di tengah masyarakat.
Ketua Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPKM) IIQ Jakarta, Dra. Hj. Chalimatus Sa’dijah, M.A., menegaskan bahwa KKL adalah wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi. “KKL adalah kegiatan perkuliahan yang dilaksanakan dengan terjun langsung ke masyarakat. Karena itu, seluruh program yang dijalankan harus mampu memberikan dampak dan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya dalam laporannya.
Chalimatus menjelaskan, karena seluruh peserta adalah mahasiswa perempuan, isu perempuan menjadi sangat relevan untuk diangkat. Dipadukan dengan basis keilmuan IIQ Jakarta sebagai kampus Al-Qur’an, ia berharap program pengabdian yang lahir tak hanya berdampak sosial, tetapi juga menumbuhkan kesadaran ekologis masyarakat yang berakar pada nilai-nilai kitab suci. “Perempuan dan Al-Qur’an menjadi satu kesatuan yang selalu kami kedepankan dalam pelaksanaan KKL tahun ini,” tegasnya.
Terjun ke Bogor, Kutai, Malaysia, hingga Thailand
Dari total 415 peserta, sebanyak 395 mahasiswa akan mengikuti KKL Nasional yang terbagi dalam 26 kelompok — 25 kelompok ditempatkan di empat kecamatan dan delapan desa se-Kabupaten Bogor, sedangkan satu kelompok lainnya diterjunkan ke Kabupaten Kutai. Program ini berlangsung mulai 02 Juli hingga 31 Juli 2026.
Tak hanya di dalam negeri, IIQ Jakarta juga kembali memberangkatkan mahasiswa untuk KKL Internasional. Dua kelompok, masing-masing beranggotakan 10 mahasiswa terpilih, akan mengabdi di Malaysia (2–23 Juli 2026) dan Thailand (6–29 Juli 2026). Proses seleksinya sendiri berlangsung ketat — dari sekitar 40 pendaftar, hanya 10 orang per negara yang lolos.
Peserta KKL tahun ini berasal dari enam program studi: 201 mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, 90 mahasiswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 48 mahasiswa Pendidikan Agama Islam, 40 mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam, 23 mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah, serta 13 mahasiswa Manajemen Zakat dan Wakaf.
Chalimatus turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bogor yang mendukung penuh pelaksanaan KKL, bahkan berencana turut memonitor jalannya kegiatan di lapangan. “Insyaallah ke depan juga akan dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara IIQ Jakarta dan Pemerintah Kabupaten Bogor,” ungkapnya.
Tujuh Pesan Rektor IIQ untuk Peserta KKL
Sementara itu, Rektor IIQ Jakarta, Assoc. Prof. Dr. Hj. Nadjmatul Faizah, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa KKL bukan sekadar mata kuliah yang harus dituntaskan demi memenuhi syarat akademik, melainkan wahana pembelajaran yang mempertemukan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat. “Di lapangan nanti, mahasiswa akan belajar memahami realitas sosial, mengasah kemampuan bekerja sama, memecahkan persoalan, sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat,” tuturnya.
Rektor menilai tema besar KKL tahun ini sangat relevan dengan tantangan zaman. Menurutnya, Al-Qur’an mengajarkan bahwa manusia adalah khalifah di bumi yang mengemban amanah menjaga dan melestarikan lingkungan dan dalam konteks itu, perempuan memiliki peran strategis sebagai pendidik, penggerak keluarga, sekaligus agen perubahan dalam membangun kesadaran ekologis masyarakat.
Di hadapan seluruh peserta, Rektor menitipkan tujuh pesan penting: meluruskan niat sebagai bagian dari ibadah, menjaga nama baik almamater, membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah dan masyarakat setempat, menjadikan KKL sebagai ruang belajar kearifan lokal, melaksanakan program secara profesional dan tepat sasaran, tampil sebagai duta Al-Qur’an yang rahmatan lil ‘alamin, serta senantiasa mengutamakan keselamatan, kesehatan, etika, dan kekompakan tim.
Melalui rangkaian pembekalan ini, IIQ Jakarta berharap seluruh peserta KKL memiliki kesiapan akademik, teknis, sosial, dan spiritual yang matang sebelum terjun ke Masyarakat. (FP)







