Peringatan Satu Abad Prof. K.H. Ali Yafie, Menghidupkan Kembali Gagasan Fikih Lingkungan

Peringatan Satu Abad Prof. K.H. Ali Yafie, Menghidupkan Kembali Gagasan Fikih Lingkungan

Peringatan satu abad Almarhum Prof. K.H. Ali Yafie menjadi momentum untuk mengenang keteladanan, pemikiran, dan kontribusi beliau dalam pengembangan keislaman, keilmuan, serta kehidupan masyarakat. Kegiatan yang berlangsung pada Ahad, 13 September 2026, di Gedung Indemo, Jakarta Pusat, turut menghadirkan kembali pemikiran beliau melalui peluncuran buku dan diskusi mengenai fikih lingkungan hidup.

Rangkaian kegiatan meliputi peluncuran buku Seabad K.H. Ali Yafie, peluncuran website Panjimas, serta diskusi buku Merintis Fiqh Lingkungan Hidup. Diskusi tersebut mengangkat tema “Dari Kritik Pembangunan menuju Hifz al-Bi’ah sebagai Bagian dari Kulliyyat al-Khams”, dengan Mazuki Wahid sebagai pengantar. Kegiatan juga disiarkan secara langsung dari Berlin oleh cucu K.H. Ali Yafie.

Merintis Fiqh Lingkungan Hidup merupakan salah satu karya penting Prof. K.H. Ali Yafie yang terbit pada 2006. Buku tersebut lahir dalam konteks perubahan sosial-politik Indonesia pada masa awal Reformasi dan menghadirkan pembahasan mengenai persoalan lingkungan dari perspektif fikih Islam. Dalam gagasannya, Ali Yafie menempatkan pemeliharaan lingkungan (hifz al-bi’ah) sebagai bagian penting dari tujuan syariat. Dengan demikian, persoalan lingkungan tidak hanya dipandang sebagai persoalan sosial dan ekologis, tetapi juga sebagai bagian dari tanggung jawab keagamaan manusia.

Rektor IIQ Jakarta, Prof. Dr. Nadjematul Faizah, S.H., M.Hum., turut menyampaikan bahwa “Prof. K.H. Ali Yafie memiliki kedekatan yang kuat dengan IIQ Jakarta. Beliau merupakan guru besar IIQ Jakarta. Pemikiran dan karya-karyanya pun hingga kini masih menjadi salah satu rujukan dalam pengembangan kajian keislaman.”

Dalam konteks perkembangan isu lingkungan saat ini, pemikiran Ali Yafie dinilai semakin relevan. Persoalan lingkungan telah menjadi bagian dari perhatian berbagai lembaga dan kebijakan, termasuk dalam pengembangan kajian keagamaan dan ekoteologi. Gagasan hifz al-bi’ah menjadi salah satu pijakan penting untuk melihat bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai makhluk yang hidup berdampingan dengan alam.

Peringatan satu abad ini tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang sosok Prof. K.H. Ali Yafie, tetapi juga menjadi kesempatan untuk kembali membaca dan menghidupkan pemikiran beliau agar tetap relevan dalam menjawab persoalan masyarakat, khususnya tantangan lingkungan hidup yang semakin kompleks. (Amn)

WhatsApp Image 2026 09 13 at 21.55.05 WhatsApp Image 2026 09 13 at 21.55.04

 

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Berita Terbaru Lainnya