Dari Objek Menjadi Mitra Riset

Penelitian di perguruan tinggi sering dipahami sebagai wilayah dosen: menyusun proposal, turun ke lapangan, mengolah data, lalu menulis publikasi. Rekap penelitian IIQ Jakarta memperlihatkan gambaran yang lebih menarik. Dalam dua siklus akademik 2024/2025 dan 2025/2026, tercatat 58 penelitian dosen dan seluruhnya diberi penanda “Ya” pada kolom pelibatan mahasiswa. Artinya, keterlibatan mahasiswa bukan lagi pengecualian, melainkan hadir secara konsisten di seluruh portofolio penelitian yang tercatat.

Angka ini penting karena penelitian dapat menjadi ruang belajar yang berbeda dari kelas. Mahasiswa tidak hanya berhadapan dengan teori, tetapi berkesempatan melihat bagaimana pertanyaan akademik dibangun, bagaimana data diperoleh, dan bagaimana persoalan nyata dibaca dengan kerangka ilmiah. Rekap tersebut memang belum menjelaskan jumlah mahasiswa maupun peran spesifik mereka pada setiap proyek, tetapi konsistensi 100 persen pelibatan menunjukkan adanya peluang besar untuk membangun pengalaman belajar berbasis riset.

58
Riset
100%
Melibatkan mahasiswa
+63,6%
Pertumbuhan proyek
Rp346,95 jt
Pembiayaan tercatat

Catatan data: rekap mencatat status pelibatan mahasiswa “Ya”, tetapi belum memuat jumlah, nama, atau peran mahasiswa pada setiap proyek.

Dari 22 menjadi 36 proyek: ruang belajar yang makin luas

Pada 2024/2025 terdapat 22 penelitian yang melibatkan mahasiswa. Setahun berikutnya jumlahnya meningkat menjadi 36 penelitian, atau tumbuh sekitar 63,6 persen. Kenaikan ini berarti semakin banyak proyek yang dapat menjadi “laboratorium akademik” bagi mahasiswa. Nilai pembiayaan penelitian yang tercatat juga mencapai sekitar Rp346,95 juta dalam dua periode tersebut: Rp143,5 juta pada 2024/2025 dan Rp203,45 juta pada 2025/2026.

Yang menarik, kesempatan itu tersebar pada berbagai rumpun keilmuan. Pendidikan Agama Islam menjadi portofolio terbesar dengan 19 penelitian, disusul Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir 12 penelitian, Hukum Ekonomi Syariah 9 penelitian, Komunikasi dan Penyiaran Islam 8 penelitian, Pendidikan Islam Anak Usia Dini 7 penelitian, serta Manajemen Zakat dan Wakaf 3 penelitian. Sebaran ini menunjukkan bahwa pengalaman riset mahasiswa dapat berlangsung dalam spektrum yang luas, dari pendidikan, tafsir, komunikasi, hukum, hingga filantropi Islam.

Visual 1. Jumlah penelitian yang tercatat melibatkan mahasiswa meningkat dari 22 menjadi 36 proyek.

Visual 2. Akumulasi 58 penelitian tersebar pada enam rumpun keilmuan utama.

Belajar dari isu yang dekat dengan generasi hari ini

Judul-judul penelitian juga memperlihatkan kedekatan dengan isu kontemporer. Pada 2024/2025, misalnya, terdapat penelitian mengenai persepsi mahasiswa terhadap ChatGPT sebagai media komunikasi digital, peran chatbot AI dalam pembelajaran anak usia dini, dakwah kreatif melalui Instagram, efektivitas program PLP II bagi keterampilan mengajar mahasiswi, hingga kepatuhan sertifikasi halal pada UMKM. Pada 2025/2026, tema digital semakin kuat melalui riset mengenai digitalisasi hukum ekonomi syariah, transparansi digital zakat-wakaf, resiliensi digital siswa, transformasi perguruan tinggi cerdas, serta perlindungan konsumen dalam jual beli online.

Pada saat yang sama, identitas keilmuan IIQ tetap terlihat melalui penelitian tentang qira’at, tafsir ahkam, ekoteologi Al-Qur’an, pendidikan berbasis Al-Qur’an, komunikasi dakwah, hingga pemberdayaan ekonomi umat. Bagi mahasiswa, kombinasi ini penting: mereka dapat mengenal tradisi keilmuan Islam sekaligus menyaksikan bagaimana tradisi tersebut berdialog dengan teknologi, perubahan sosial, pendidikan, dan ekonomi modern.

Selain memperkuat keterampilan teknis, keterlibatan lintas tema juga dapat membantu mahasiswa memahami bahwa penelitian tidak berdiri sendiri. Persoalan pendidikan dapat bersinggungan dengan teknologi, isu zakat-wakaf berhubungan dengan tata kelola dan komunikasi publik, sementara kajian Al-Qur’an dapat bertemu dengan isu ekologi, gender, dan transformasi digital. Pengalaman seperti ini membuka ruang bagi cara berpikir interdisipliner yang semakin dibutuhkan di dunia kerja maupun studi lanjut. Bagi mahasiswa, kedekatan dengan isu aktual juga dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap proses riset, karena topik yang dipelajari terasa berhubungan langsung dengan perubahan yang mereka jumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Visual 3. Spektrum contoh isu dari judul penelitian: tradisi keilmuan IIQ bertemu dengan isu digital, pendidikan, ekonomi, dan masyarakat.

Mahasiswa sebagai bagian dari ekosistem pengetahuan

Pelibatan mahasiswa dalam penelitian dapat memberi nilai tambah yang jauh melampaui penyelesaian proyek. Ketika dikelola secara terstruktur, pengalaman tersebut dapat memperkenalkan mahasiswa pada etika penelitian, penelusuran literatur, kerja lapangan, pengelolaan data, diskusi akademik, dan penulisan ilmiah. Bahkan, riset dosen dapat menjadi pintu masuk bagi lahirnya topik skripsi yang lebih matang, presentasi konferensi, artikel bersama, atau portofolio akademik mahasiswa.

Data rekap juga memberi satu pesan penting bagi pengembangan berikutnya. Karena saat ini kolom pelibatan mahasiswa baru mencatat “Ya”, dokumentasi ke depan dapat dibuat lebih kaya: berapa mahasiswa yang terlibat, berasal dari semester atau program studi apa, menjalankan fungsi apa, dan menghasilkan luaran apa. Dengan begitu, dampak penelitian terhadap pembelajaran mahasiswa dapat diukur, bukan hanya dicatat sebagai partisipasi.

Visual 4. Arah penguatan: mendokumentasikan peran mahasiswa hingga luaran dan rekognisi akademik.

Menuju budaya riset yang lebih partisipatif

Kekuatan terbesar dari data ini bukan semata pada 58 judul penelitian, tetapi pada potensi untuk menjadikan mahasiswa sebagai bagian nyata dari proses produksi pengetahuan. Jika keterlibatan tersebut terus diperkuat dengan pendampingan metodologi, pembagian peran yang jelas, serta peluang untuk ikut mempresentasikan dan mempublikasikan hasil riset, penelitian dosen dapat menjadi salah satu pengalaman akademik paling bermakna selama kuliah.

Dengan demikian, rekap penelitian 2024/2025-2025/2026 dapat dibaca sebagai lebih dari daftar judul dan pembiayaan. Di balik setiap proyek terdapat ruang belajar yang berpotensi mempertemukan dosen, mahasiswa, teori, data, dan persoalan masyarakat. Dari ruang inilah budaya riset yang partisipatif dapat tumbuh—dan mahasiswa tidak hanya menjadi penerima ilmu, tetapi ikut belajar bagaimana ilmu dibangun, diuji, dan dihadirkan untuk memberi manfaat.

Sumber data

Rekap Penelitian tahun 2023-2025 – Pelibatan Mahasiswa.xlsx. Dataset yang tersedia memuat dua lembar: 2024-25 dan 2025-26.

Panjang artikel utama: 722 kata (di luar judul, caption, dan catatan data).

Artikel berbasis data | LPPI – Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta