Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa sosialisasi program studi dan penguatan spiritualitas Al-Qur’an pada Rabu, 11 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di dua lembaga pendidikan dalam satu rangkaian agenda, yakni Pesantren As-Sa’adah berfokus di MA Wahid Hasyim Depok pada pukul 08.30–10.00 WIB, serta Pondok Pesantren Al-Hidayah Depok pada pukul 11.00–12.30 WIB.
Kegiatan pertama diikuti oleh 32 siswa kelas XII Pesantren As-Sa’adah (MA Wahid Hasyim), didampingi oleh Ust. M. Nur Solihin, S.Pd selaku Wakil Kepala Bagian Kurikulum. Adapun kegiatan kedua di Pondok Pesantren Al-Hidayah dihadiri langsung oleh Direktur Al-Hidayah Boarding School, Ust. Muhammad Fahmi, Lc., M.A., bersama para asatidzah, yakni Ibu Aulia Rohali, S.Pd.,Ibu Tri Lestari Rizki, S.Pd. Ibu Sintia Wuti Pertiwi, S.Pd., serta Ibu Siti Maryanah, S.Psi dan diikuti oleh 70 siswa kelas XII MA HBS dan MA Reguler turut berpartisipasi dengan penuh antusias.
Dalam kedua kegiatan tersebut, materi disampaikan oleh dua dosen Fakultas Tarbiyah IIQ Jakarta. Ibu Eka Naelia Rahmah, M.A. memaparkan pengenalan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) sekaligus menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter dalam membentuk calon pendidik Islam yang berintegritas dan berakhlak Qur’ani yang relevan dengan fokus pesantren yaitu pendidikan karakter islami dan Akhlaqul Karimah
Sementara itu, Ibu Dewi Maharani, M.A. menyampaikan materi bertema “Tajwid Diri dalam Kehidupan Santri: Program Pembiasaan Spiritual Berbasis Kesadaran.” Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa tajwid bukan sekadar aturan teknis bacaan, melainkan cerminan disiplin spiritual yang membentuk karakter santri. Konsep Tajwid Diri dijelaskan melalui nilai-nilai reflektif seperti izhar (jelas dalam ucapan dan tindakan), idgham (menyatu dalam kebaikan tanpa ego), ikhfa’ (menahan diri dengan kesadaran), serta iqlab (mengubah niat kurang baik menjadi kebaikan).
Beliau juga memperkenalkan beberapa lagu nagham Al-Qur’an sebagai bagian dari kekayaan seni baca yang tetap berlandaskan kaidah tajwid. Praktik singkat nagham dilakukan bersama dan mendapat respons aktif dari para santri yang antusias mengikuti setiap arahan.
Sebagai bentuk pengenalan kekhasan IIQ Jakarta, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi yang melibatkan dua mahasiswi Fakultas Tarbiyah. Husna Hurul Maqsurah bertugas sebagai MC sekaligus menampilkan peragaan Al-Qur’an Isyarat sebagai salah satu mata kuliah kekhususan di IIQ Jakarta. Ia Memperagakan huruf hijaiyah berdasarkan al qur’an isyarat dan memperagakan qira’at sab’ah surah al baqarah ayat 111 serta menjelaskan pentingnya pembelajaran Al-Qur’an yang inklusif. Para santri mengikuti dengan penuh perhatian dan mencoba mempraktikkan gerakan yang dicontohkan.
Selain itu, Ainun Mardhiyah tampil sebagai qari’ah dengan memperagakan murattal Al-Qur’an menggunakan irama Nahawand. Penampilan tersebut menunjukkan keindahan bacaan yang tartil sekaligus standar murattal yang sesuai kaidah. Kegiatan semakin hidup ketika para santri diajak untuk mempraktikkan murattal secara bersama-sama.
Sesi tanya jawab mengenai Program Studi PAI dan peluang melanjutkan studi di IIQ Jakarta berlangsung interaktif. Beberapa peserta aktif mengajukan pertanyaan, menunjukkan ketertarikan terhadap program pendidikan yang ditawarkan. Sebagai bentuk apresiasi, tim PKM memberikan hadiah kepada peserta yang aktif berpartisipasi, dan kegiatan ditutup dengan pembacaan sholawat bersama dalam suasana hangat dan penuh kekhidmatan.
Melalui kegiatan PKM ini, Fakultas Tarbiyah IIQ Jakarta menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan Islam yang unggul secara akademik, kuat secara spiritual, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.






