JAKARTA — Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Tim pengusul dari IIQ Jakarta secara resmi ditetapkan sebagai salah satu penerima Bantuan Pengabdian kepada Masyarakat Kolaborasi Internasional Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI).
Penetapan bergengsi ini diumumkan secara resmi melalui surat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI Nomor B-456/DJ.I/Dt.I.III/HM.00/09/2026. Berdasarkan Keputusan Pejabat Pembuat Komitmen Nomor 6044 Tahun 2026, program ini dirancang khusus dalam rangka peningkatan mutu, kualitas, serta partisipasi aktif sivitas akademika Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) di bidang pengabdian kepada masyarakat.
Fokus Penguatan Pembelajaran Al-Qur’an Indonesia-Thailand
Tim dosen dari IIQ Jakarta yang berbasis di Jakarta Selatan ini berhasil meloloskan proposal pengabdian masyarakat luar biasa dengan judul “Strengthening Qur’an Learning Through Three Innovative Methods in Islamic Educational Institutions: Indonesia-Thailand Studies”
Melalui program ini, tim memfokuskan pengabdiannya pada penguatan pembelajaran Al-Qur’an melalui tiga metode inovatif yang diterapkan pada lembaga-lembaga pendidikan Islam, dengan studi kolaborasi antara Indonesia dan Thailand.
Aktivitas berskala internasional ini digawangi oleh tim pengusul yang berkompeten di bidangnya, yaitu:
- Ketua Tim: Dr. Esi Hairani, M.Pd.
- Anggota Tim:
- Dr. Nuriyah, M.M.
- Assoc. Prof. Dr. Nadjematul Faizah, S.H., M.Hum.
- Dra. Chalimatus Sa’dijah, M.A.
- Yanti Susanti, M.Pd.
- Dr. Sri Tuti Rahmawati, S. Ud., M.A.
Dukungan Pendanaan dan Apresiasi Nasional
Atas keunggulan rancangan program pengabdian tersebut, Kemenag RI memberikan dukungan pendanaan maksimal sebesar Rp 100.000.000 (seratus juta rupiah) kepada tim IIQ Jakarta. Alokasi dana ini ditujukan untuk menjamin efektivitas serta keberlanjutan pelaksanaan metode inovatif pembelajaran di lembaga pendidikan Islam sasaran.
Sebagai informasi, klaster Bantuan Pengabdian kepada Masyarakat Kolaborasi Internasional pada tahun anggaran 2026 ini sangat kompetitif dan hanya meloloskan 5 tim penerima manfaat di seluruh Indonesia dengan total anggaran Rp 500.000.000. Keberhasilan tim dosen IIQ Jakarta masuk dalam jajaran penerima bantuan ini membuktikan kualitas mutu akademik yang diakui di tingkat nasional.
Keputusan penetapan penerima bantuan kolaborasi internasional ini ditandatangani oleh Pejabat Pembuat Komitmen Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Sahiron, serta disahkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Suyitno.
Segenap sivitas akademika mengucapkan Selamat & Sukses atas diraihnya bantuan ini kepada Dr. Esi Hairani, M.Pd. beserta seluruh anggota tim. Semoga program pengabdian kolaboratif ini dapat berjalan lancar dan memberikan kontribusi serta dampak nyata bagi dunia pendidikan Islam internasional, khususnya di Indonesia dan Thailand. (FP)


