KEDIRI — Antusiasme lebih dari 2.000 santri Pondok Pesantren Al Baqoroh Lirboyo, Kediri, mewarnai kegiatan sosialisasi pendidikan yang digelar Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta. Tidak sekadar memperkenalkan dunia perkuliahan, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman tentang tahfiz Al-Qur’an, peluang beasiswa, hingga pengenalan metode membaca Al-Qur’an bagi difabel melalui Qur’an Isyarat.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari silaturahmi IIQ Jakarta dengan keluarga besar Pondok Pesantren Al Baqoroh Lirboyo. Rombongan IIQ Jakarta disambut hangat oleh Pengasuh Ponpes Al Baqoroh Lirboyo, KH. Ahmad Hasan Syukri Zamzami Mahrus, bersama Bu Nyai Hj. Noer Channah Zamzami.
Rombongan IIQ Jakarta dipimpin oleh Kaprodi Manajemen Zakat dan Wakaf (MZW), Dr. Syafaat Muhari. Turut hadir Dr. Hendra Kholid, Indra Marzuki, M.A., Mulfi Aulia, M.A., Fitriyani Lathifah, M.Si., serta jajaran mahasiswa IIQ Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Hendra Kholid memperkenalkan IIQ Jakarta sebagai perguruan tinggi berbasis Al-Qur’an yang memiliki kekhasan dalam pengembangan pendidikan Al-Qur’an, pemberdayaan perempuan, serta tata kelola keuangan syariah.
Menurutnya, IIQ Jakarta tidak hanya menjadi ruang untuk melanjutkan pendidikan tinggi, tetapi juga tempat bagi mahasiswa untuk memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus mengembangkan kompetensi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“IIQ merupakan kampus penghafal Al-Qur’an dan satu-satunya kampus di Indonesia dengan program sarjana khusus perempuan. Saat ini IIQ Jakarta juga memiliki Prodi Manajemen Zakat & Wakaf yang lulusannya diharapkan mampu mengelola dana umat, sehingga berkontribusi dalam mengentaskan kemiskinan,” ujar Dr. Hendra Kholid.
Suasana sosialisasi semakin hidup ketika mahasiswa IIQ Jakarta, Mutika Al Abani, Badi Atuddiyana, dan Hafizah Turrahmi, turut tampil berbagi pengalaman secara langsung kepada para santri. Pada kesempatan tersebut, mereka mengenalkan berbagai informasi mengenai kehidupan akademik di IIQ Jakarta, mulai dari tips membagi waktu antara perkuliahan dan tahfiz Al-Qur’an dalam keseharian sebagai mahasiswa, peluang mendapatkan beasiswa, hingga mata kuliah yang dipelajari.
Salah satu sesi yang menarik perhatian para santri adalah pengenalan dan praktik Qur’an Isyarat untuk tuna rungu. Melalui tutorial singkat tersebut, para santri diperkenalkan pada salah satu bentuk pembelajaran Al-Qur’an yang membuka akses lebih luas bagi penyandang disabilitas.
Antusiasme para santri terlihat sepanjang kegiatan. Selain mengikuti sesi berbagi pengalaman dan praktik Qur’an Isyarat, mereka juga aktif berinteraksi melalui berbagai kuis yang disiapkan oleh mahasiswa IIQ Jakarta. Kuis interaktif berhadiah tersebut membuat suasana sosialisasi berlangsung semakin cair dan komunikatif, sekaligus memberikan kesempatan kepada para santri untuk mengenal lebih dekat kehidupan mahasiswa dan lingkungan pendidikan di IIQ Jakarta.
Di hadapan ribuan santri, Pengasuh Ponpes Al Baqoroh Lirboyo, Bu Nyai Hj. Noer Channah Zamzami, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan sosialisasi tersebut. Ia juga memberikan motivasi kepada para santri agar ilmu dan hafalan Al-Qur’an yang dimiliki dapat menjadi bekal untuk menghadirkan kemanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kami berharap para santri kelak mampu menjadi pribadi yang tidak hanya menghafal Al-Qur’an, tetapi juga mengimplementasikan ajaran-ajarannya dalam kehidupan sehari-hari agar senantiasa mendapatkan keberkahan,” tutur Bu Nyai Hj. Noer Channah Zamzami.
Bagi IIQ Jakarta, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda pengenalan perguruan tinggi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperluas silaturahmi sekaligus memperkenalkan pendidikan tinggi berbasis Al-Qur’an kepada para santri.
Pengasuh Ponpes Al Baqoroh Lirboyo Kediri, KH. Ahmad Hasan Syukri Zamzami Mahrus, juga menyampaikan rasa terima kasih telah berkunjung dan merajut silaturahmi ke Ponpes Al Baqoroh Lirboyo. (SM/FP)




