Dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Pesantren Nurul Qur’an, Ciseeng, Selasa (10/2/2026). Kegiatan ini berfokus pada edukasi kesehatan mental menurut akhlak tasawuf sekaligus pengenalan Program Studi PAI kepada para santri.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 50 santri dan dihadiri perwakilan yayasan serta pengasuh pesantren, Ustadz Nurul Kahfi, beserta jajaran asatidz Pesantren Nurul Qur’an. Dari IIQ Jakarta hadir Dr. Alfun Khusnia, S.Psi., M.Si., Yanti Susanti, M.Pd.I., dan Dr. Siti Rohmah, M.A., bersama satu mahasiswa, Alena Gayatri.
Dr. Alfun Khusnia menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan mental sebagai bagian dari tanggung jawab seorang penuntut ilmu. Ia mengajak santri mengenali kondisi emosi, membangun pola pikir yang sehat, serta menjaga keseimbangan antara aktivitas belajar dan istirahat. Ia juga menekankan pentingnya saling mendukung dalam lingkungan pesantren.
Dr. Siti Rohmah memaparkan kesehatan mental dari perspektif akhlak tasawuf. Ia menjelaskan konsep tazkiyatun nafs sebagai upaya membersihkan hati dan menumbuhkan akhlak terpuji. Santri diajak membiasakan muhasabah, memperkuat dzikir, serta menjaga keikhlasan dalam menuntut ilmu agar tercipta ketenangan batin.
Yanti Susanti menyampaikan materi tentang motivasi belajar. Ia mendorong santri untuk menetapkan target hafalan yang jelas, menjaga disiplin, serta memperkuat komitmen belajar. Ia juga memperkenalkan beberapa lagu nagham yang relevan dengan karakter pesantren yang berfokus pada tilawah dan tahfidz. Praktik singkat nagham dilakukan bersama dan mendapat respons aktif dari para santri.
Pada sesi berikutnya, Alena Gayatri menampilkan peragaan Al-Qur’an isyarat sebagai salah satu mata kuliah kekhususan di IIQ Jakarta. Ia memperagakan beberapa ayat menggunakan bahasa isyarat dan menjelaskan pentingnya pembelajaran Al-Qur’an yang inklusif. Para santri mengikuti dengan antusias dan mencoba mempraktikkan gerakan yang dicontohkan.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui diskusi, tanya jawab, dan praktik langsung. Para santri aktif menyampaikan pertanyaan serta berbagi pengalaman dalam menjaga semangat belajar dan kestabilan emosi.
Selain edukasi, tim IIQ Jakarta juga mengenalkan Program Studi PAI Fakultas Tarbiyah. Para santri memperoleh informasi tentang kurikulum, penguatan kompetensi pedagogik, serta peluang melanjutkan studi di bidang pendidikan Islam.
Melalui kegiatan ini, IIQ Jakarta berharap santri Pesantren Nurul Qur’an Ciseeng mampu menjaga kesehatan mental dengan landasan akhlak tasawuf, meningkatkan kualitas tilawah dan tahfidz, serta memiliki wawasan tentang pendidikan Islam yang inklusif dan berorientasi pada pembentukan akhlak.






