Rektor IIQ Pimpin Sidang Promosi Doktor Mia Fitriah Elkarimah, Bahas Hermeneutika dan Pemikiran Syahrur dalam Tafsir Al-Quran
Tangerang Selatan, 7 Juli 2025 – Mia Fitriah Elkarimah, mahasiswa Program Doktor Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dari Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, hari ini menjalani ujian promosi doktor dengan tema disertasi yang menarik perhatian, yakni “Korelasi dan Relevansi Hermeneutika terhadap Ulum Al-Quran; Kajian Pemikiran Syahrur (1938-2019).” Penelitian ini memfokuskan diri pada pemikiran Muhammad Shahrur, seorang intelektual yang dikenal karena pandangannya yang inovatif dalam tafsir Al-Qur’an.
Dalam disertasinya, Mia menegaskan bahwa relevansi hermeneutika dalam studi Ulum Al-Quran tidak hanya memperkenalkan pendekatan baru dalam memahami teks-teks suci, tetapi juga menunjukkan pergeseran paradigma dalam metodologi tafsir. Syahrur dikenal dengan pandangannya yang menyarankan pembaruan dalam tafsir Al-Qur’an dengan mempertimbangkan perubahan sosial dan kultural, menjadikannya sebagai pendekatan yang kontroversial namun sangat penting bagi perkembangan tafsir kontemporer.
Ujian promosi ini dihadiri oleh sejumlah penguji, antara lain Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, MA, Dr. Muhammad Ulinnuha, MA, Prof. Dr. Hamdani Anwar, MA, Prof. Dr. Artani Hasbi, MA, dan Dr. Arrazy Hasyim, MA.Hum. Mereka menilai kelayakan disertasi Mia dalam kontribusinya terhadap studi hermeneutika Al-Qur’an. Penelitian ini juga membahas bagaimana hermeneutika Syahrur dapat diterapkan dalam pemahaman yang lebih kontekstual terhadap teks Al-Qur’an.
Hadir pada kesempatan ini memimpin sidang ujian promosi adalah Rektor IIQ Jakarta, Associate Prof. Dr. Hj. Nadjmatul Faizah, SH, M. Hum. Beliau mengapresiasi penelitian Mia yang dinilai sangat relevan dengan perkembangan studi tafsir dan hermeneutika yang semakin berkembang di era modern.
Secara lebih mendalam, Mia mengungkapkan bagaimana Syahrur berupaya merumuskan suatu pendekatan baru dalam tafsir Al-Qur’an yang mempertimbangkan nilai-nilai modern yang relevan dengan kondisi masyarakat masa kini. Dalam disertasi ini, Mia mengkritisi pandangan tradisional dan mengeksplorasi kemungkinan penerapan hermeneutika dalam tafsir Al-Qur’an yang lebih fleksibel.
Dengan keberhasilan Mia Fitriah Elkarimah menjalani ujian promosi ini, diharapkan kontribusinya dapat membuka cakrawala baru dalam studi ilmu Al-Qur’an yang lebih dinamis, relevan, dan lebih terbuka terhadap perkembangan zaman. Disertasi ini juga dapat menjadi salah satu referensi dalam kajian tafsir dan hermeneutika di dunia akademis.
Selain itu, pihak keluarga dan kolega Mia Fitriah Elkarimah juga turut hadir untuk memberikan dukungan moral dalam ujian promosi doktor ini. Kehadiran mereka memperkuat semangat Mia dalam menyelesaikan ujian promosi ini dan berhasil mencapai gelar doktor. (FP)