Kerja Sama IIQ Jakarta dan BAZNAS Kutim: Meningkatkan Pengembangan SDM melalui Tridharma Perguruan Tinggi
JAKARTA – Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) resmi menjalin kerja sama yang berfokus pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui implementasi Tridharma Perguruan Tinggi. Penandatanganan kesepakatan ini memperkuat komitmen jangka panjang antara kedua belah pihak dan merupakan tindak lanjut dari kunjungan IIQ Jakarta ke Kutim sebelumnya. Acara tersebut berlangsung di Mercure Convention Center Ancol pada Kamis, 28 Agustus 2025.
Rektor IIQ Jakarta, Associate. Dr. Hj. Nadjmatul Faizah, dalam sambutannya, memperkenalkan IIQ Jakarta sebagai pesantren usia kampus yang telah berkiprah selama 45 tahun. Dengan fokus utama pada bidang Ulumul Qur’an dan Tahfiz, IIQ Jakarta secara khusus mendidik sarjana perempuan. Selain itu, IIQ Jakarta juga menawarkan berbagai program studi, di antaranya Hukum Ekonomi Syariah, Manajemen Zakat dan Wakaf, Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Komunikasi dan Penyiaran Islam, Pendidikan Agama Islam, dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini.
“Sejak 1998, IIQ Jakarta telah kembali membuka program pascasarjana dan program doktoral pada 2016,” ungkap Ibu Nadjmatul Faizah. Program pascasarjana yang tersedia mencakup Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Hukum Ekonomi Syariah, serta Pendidikan Agama Islam, dengan program doktor Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.
IIQ Jakarta memiliki tiga lokasi kampus dan telah menjalin kerja sama dengan sejumlah pemerintah daerah, termasuk Riau dan Kutai Kartanegara (Kukar). Dr. Nadjmatul Faizah juga menyampaikan bahwa salah satu agenda terdekat adalah pelaksanaan wisuda tahfidz pada 12 September 2025.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kutim, Bapak Masnip Sofwan, mengungkapkan ketertarikannya terhadap berbagai jurusan, fakultas, mata kuliah, dan fasilitas yang ditawarkan oleh IIQ Jakarta. “Kerja sama dengan IIQ sangat luar biasa. Semoga ini membuka lebih banyak kesempatan bagi anak-anak Kutim,” tambahnya.
Bupati Kutim, Bapak Ardiansyah, berharap bahwa kerja sama ini dapat memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat Kutim untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Beliau juga memberikan tantangan kepada BAZNAS Kutim untuk memperluas pengumpulan zakat, tidak hanya dari Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi juga dari sektor perusahaan. “Tantangan bagi BAZNAS adalah melebarkan jangkauan zakat, tidak hanya dari ASN, tetapi juga dari perusahaan,” tutupnya.
Kesepakatan ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan keagamaan di Kutim, sekaligus memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan lembaga sosial keagamaan demi masa depan yang lebih baik. (FP)