Santri Daarul Huda Malang Kunjungi IIQ Jakarta
Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta menerima kunjungan akademik dari Pondok Pesantren Daarul Huda Litahfidhil Qur’an, Malang, Jawa Timur, pada Selasa, 27 Januari 2026. Kunjungan ini menjadi ruang perjumpaan antara tradisi pesantren dan dunia perguruan tinggi Al-Qur’an, sekaligus ikhtiar membuka cakrawala santri tentang masa depan akademik para penghafal Al-Qur’an.
Sekitar 100 santri—mayoritas siswa Madrasah Aliyah—hadir bersama 10 orang pendamping. Mereka disambut oleh jajaran pimpinan IIQ Jakarta dan mengikuti rangkaian kegiatan pengenalan kampus, penelusuran fasilitas, serta dialog terbuka seputar program studi dan kehidupan mahasiswa.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor I IIQ Jakarta, Dr. Romlah Widayati, MA, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas kehadiran rombongan pesantren. “Ahlan wa sahlan, terima kasih telah datang ke IIQ Jakarta. Kampus kami memang kecil, tetapi alhamdulillah memiliki asrama, termasuk asrama putri, serta gedung baru di Pamulang. Alhamdulillah kita bisa berkumpul, semoga pertemuan ini membawa keberkahan,” ujarnya.
Warek I IIQ menegaskan bahwa meskipun secara fisik tidak besar, IIQ Jakarta terus berupaya menjadi ruang yang menjaga gema Al-Qur’an dalam dunia akademik.
“Walaupun kecil, bagi kami IIQ Jakarta adalah kampus yang terus menyuarakan Al-Qur’an agar senantiasa bergema. Di sini kami memberikan layanan, membimbing, dan memoles bacaan agar kualitas tilawah sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah SWT. Kami juga membuka halaqah tahsin bagi siapa saja yang ingin memperbaiki bacaannya,” lanjutnya.
Ibu Romlah juga memperkenalkan sejarah IIQ Jakarta yang berdiri sejak tahun 1977. Ia menjelaskan bahwa IIQ memiliki kekhususan tersendiri, dengan program sarjana (S1) yang dikhususkan bagi perempuan dan program magister (S2) yang terbuka untuk laki-laki. Selain itu, IIQ Jakarta memiliki enam program studi, berbagai prestasi internasional, qari’ah bertaraf dunia, serta alumni yang banyak berkiprah di tengah masyarakat, termasuk menjadi bu nyai di berbagai daerah.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pascasarjana IIQ Jakarta, Dr. Muhammad Azizan Fitriana, MA, turut hadir dan menyampaikan gambaran umum perkuliahan di IIQ Jakarta. Ia menjelaskan bahwa proses pembelajaran di IIQ dirancang untuk memadukan penguatan keilmuan Al-Qur’an dengan pendekatan akademik, sehingga mahasiswa memiliki kapasitas analisis dan pemahaman keilmuan yang mendalam.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Huda Litahfidhil Qur’an, Dr. H. M. Saifur Rijal, MM, menyampaikan rasa syukur dan harapannya agar kunjungan ini menjadi kesempatan bagi para santri untuk menimba ilmu dan memperluas pandangan.
“Perjalanan kami cukup panjang dan melelahkan, dari Malang ke Ponorogo lalu ke Jakarta. Namun begitu memasuki kampus IIQ Jakarta ini, terasa perbedaan dibandingkan kampus lainnya. Suasananya sejuk dan menenangkan,” tuturnya.
Di hadapan para santri, Gus Rijal mengingatkan pesan Rasulullah SAW, Khoirukum man ta’allamal Qur’an wa ‘allamahu.
“Para santri Daarul Huda terus berupaya menjadi para huffaz Al-Qur’an. Tentu kami membutuhkan arahan dan bimbingan dari para pimpinan agar dapat menjadi ahli Al-Qur’an sebagaimana yang diharapkan. Semoga kami dicatat sebagai ahlul Qur’an,” ungkapnya. Ia juga menyampaikan salam dari Kyai Abdul Mas’um, pengasuh Pondok Pesantren Daarul Huda, serta harapan agar silaturahmi dengan IIQ Jakarta dapat terus terjalin secara berkelanjutan.
Dalam sesi dialog, para santri tampak antusias mengajukan sejumlah pertanyaan kepada tim IIQ Jakarta. Beberapa di antaranya berkaitan dengan ketersediaan beasiswa serta apakah proses pendaftaran mahasiswa baru dikenakan biaya. Menanggapi hal tersebut, pihak IIQ Jakarta Dr. Iffaty Zamimah menjelaskan bahwa terdapat beberapa skema beasiswa yang dapat diakses calon mahasiswa, di antaranya Beasiswa KIP Kementerian Agama, Beasiswa Tahfizh, serta jalur Beasiswa Tahfizh melalui seleksi ujian hafalan.
Disampaikan pula bahwa minimal hafalan yang dipersyaratkan dalam jalur tahfizh adalah 10 juz. Selain itu, para santri juga menanyakan fokus utama program tahfizh di IIQ Jakarta, yang diarahkan tidak hanya pada kuantitas hafalan, tetapi juga pada kualitas bacaan, penguatan tahsin, serta pembinaan berkelanjutan agar hafalan Al-Qur’an tetap terjaga.
Melalui pertemuan tersebut, diharapkan tumbuh motivasi dan keberanian para santri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. (FP)


