Dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta kembali melakukan penguatan pendidikan karakter melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang digelar di Pondok Pesantren Insan Kamil Tartila, Jumat (13/2/2026). Kegiatan ini berfokus pada penguatan karakter santri berbasis Al-Qur’an sekaligus memperkenalkan lebih dekat Program Studi PAI kepada para peserta.
Sekitar 35 santri putra dan putri tingkat SMA–SMK mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Hadir pula perwakilan sekolah dan guru PAI, di antaranya Ibu Resyti Zahra, Ustadz Naja, serta sejumlah asatidzah pesantren. Dari IIQ Jakarta, kegiatan dipimpin oleh Adithiya Warman, M.Ag., bersama tiga mahasiswa: Dinar Asfa Negari, Nuriah Ramadhani, dan Euis Nailul Bahiyyah.
Dalam pemaparannya bertema “Tujuh Karakter Santri Berbasis Al-Qur’an,” Adithiya Warman menegaskan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an tidak boleh berhenti pada tataran hafalan atau teori, tetapi harus mewujud dalam sikap dan perilaku sehari-hari. “Tujuh karakter santri berbasis Al-Qur’an harus tercermin dalam cara kita bersikap, berinteraksi, dan membangun relasi sosial. Di situlah Al-Qur’an benar-benar membentuk iman, takwa, dan akhlak mulia,” ujarnya. Ia menguraikan karakter religius, jujur, disiplin, sabar, tanggung jawab, peduli sesama, dan kerja keras sebagai fondasi kepribadian santri yang kokoh secara spiritual dan matang secara sosial.
Penyampaian materi berlangsung interaktif melalui diskusi, tanya jawab, dan permainan edukatif, sehingga suasana terasa hidup dan partisipatif. Pada kesempatan yang sama, para mahasiswa turut menampilkan kemampuan terbaik mereka. Dinar Asfa Negari memandu acara dengan komunikatif dan percaya diri; Nuriah Ramadhani melantunkan tilawah Al-Qur’an dengan nagham indah sekaligus mempraktikkan qira’at sab‘ah pada Surah Al-Fatihah; sementara Euis Nailul Bahiyyah membacakan Surah Al-Ikhlas dengan metode isyarat tangan yang biasa diajarkan kepada kalangan tuna rungu—menegaskan bahwa Al-Qur’an dapat diakses oleh semua kalangan tanpa batas.
Kegiatan ini juga menjadi momentum pengenalan Prodi PAI Fakultas Tarbiyah IIQ Jakarta sebagai institusi yang mengembangkan pendidikan Islam berbasis keseimbangan antara kedalaman ilmu, kematangan karakter, dan nilai kemanusiaan. Melalui PkM ini, IIQ Jakarta berharap nilai-nilai Al-Qur’an tidak hanya dipahami, tetapi benar-benar dihidupkan dalam keseharian santri, baik di lingkungan pesantren maupun di tengah masyarakat, demi terwujudnya pendidikan Islam yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan akhlakul karimah.





