Pengabdian Al-Qur’an di Malaysia Rampung, Tadika Al-Amin Harapkan KKL IIQ Jakarta Berlanjut Tahun Depan

Pengabdian Al-Qur’an di Malaysia Rampung, Tadika Al-Amin Harapkan KKL IIQ Jakarta Berlanjut Tahun Depan

JAKARTA & JOHOR — Rangkaian agenda pengabdian akademis Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Internasional Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta Tahun Akademik 2025/2026 di Johor, Malaysia, telah sukses dan selesai dilaksanakan. Di bawah pendampingan Dosen Pembimbing KKL, Dr. Sri Tuty Rahmawati, M.A. (Bunda Tuty), rombongan mahasiswi mengawali seluruh proses pengabdian sejak keberangkatan udara dari Jakarta menuju Johor. Selama bertugas di lokasi, kehadiran mereka telah disambut dan didampingi dengan penuh kehangatan oleh Penanggung Jawab Tamu serta pimpinan pengelola tempat tinggal dan sekolah mitra hingga seluruh program usai.

Pembukaan Formal dan Misi Utama Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur’an

Salah satu agenda utama yang telah sukses dilaksanakan adalah seremoni serah terima dan pembukaan KKL Internasional di Sekolah Tadika Al-Amin Center—sebuah lembaga pendidikan formal dan homeschooling khusus Tahfiz Al-Qur’an untuk anak usia 3 hingga 12 tahun. Acara tersebut diresmikan langsung oleh Pimpinan Sekolah, Ibu Hj. Zubaidah, dengan didampingi para founder lainnya yaitu Ibu Hj. Azie, Ibu Hj. Maryam, serta jajaran dewan guru.

Rangkaian pembukaan kala itu diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, perkenalan, pemaparan rencana program kerja, hingga sesi ramah tamah. Sepanjang masa pengabdian yang telah rampung ini, 10 mahasiswi bimbingan Bunda Tuty telah menuntaskan pilar utama KKL tahun ini, khususnya program Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur’an serta Pengajaran Ilmu Tajwid, baik di sekolah mitra maupun masjid setempat.

Para mahasiswi tidak hanya membagikan metode pembelajaran dan tajwid kepada murid serta guru-guru di sana, tetapi juga mendapatkan penguatan karakter serta bimbingan spiritual secara intensif dari Bunda Zubie setiap harinya.

“Alhamdulillah, kegiatan KKL Internasional di Johor berjalan sangat lancar. Anak-anak mahasiswi dapat melaksanakan KKL sesuai dengan tiga tujuan utama kampus, terutama pemberantasan buta aksara Al-Qur’an dan pemahaman tajwid. Menariknya, Bunda Zubie setiap hari ikut membimbing anak-anak kita, mengajarkan kandungan ayat, hikmah Al-Qur’an, hingga pentingnya menjaga alam ciptaan Allah. Kedisiplinan diterapkan dengan sangat baik sehingga tidak ada waktu yang terbuang sia-sia,” ungkap Dr. Sri Tuty Rahmawati, M.A.

Harmoni Kehidupan Sehari-hari dan Amaliah Keagamaan

Tidak hanya berfokus pada kegiatan akademis dan pengajaran, selama berada di sana para mahasiswi IIQ Jakarta juga telah membaur erat dengan kehidupan masyarakat lokal. Mereka diajak mengenali lingkungan sekitar, termasuk berbelanja kebutuhan harian di Pasar Smart yang modern dan bersih.

Suasana kekeluargaan turut terpancar dari rutinitas amaliah keagamaan saban malam yang secara konsisten dilaksanakan, diawali dan diakhiri dengan pembacaan Al-Qur’an, Surah Yasin, zikir, serta doa bersama. Kegiatan malam tersebut kemudian ditutup dengan pengarahan tata tertib dan penguatan karakter dari para tokoh setempat.

Mitra Malaysia Minta KKL Berlanjut Tahun Depan

Kehadiran, etika, serta dedikasi 10 mahasiswi IIQ Jakarta di Johor selama bertugas telah meninggalkan kesan yang sangat mendalam dan luar biasa bagi pengelola sekolah mitra. Atas keberhasilan program ini, pihak Tadika Al-Amin Center secara terbuka menyampaikan permohonan resmi kepada Rektor IIQ Jakarta, Ketua Panitia KKL, para Dekan, serta Kaprodi agar program KKL Internasional ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang dengan durasi yang lebih panjang.

“Pihak Bunda Zubie, Bunda Azie, dan Bunda Maryam menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada pimpinan IIQ Jakarta. Beliau meminta agar tahun depan IIQ Jakarta kembali mengirimkan mahasiswi KKL ke Johor, bahkan kalau bisa durasinya diperpanjang menjadi 21 hari. Untuk kebutuhan makan dan transportasi mahasiswi, pihak Tadika Al-Amin menyatakan siap bertanggung jawab penuh,” tambah Bunda Tuty.

Sinergi Lintas Negara dan Kebahagiaan Mahasiswi

Selain sukses mendampingi KKL di Malaysia hingga selesai, Dr. Sri Tuty Rahmawati, M.A. juga telah memenuhi undangan khusus dari pihak Attarkiah (Thailand) untuk menjadi narasumber dan menyampaikan materi tentang Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur’an serta Ilmu Tajwid. Momen tersebut dimanfaatkan Bunda Tuty untuk sekaligus mendampingi 10 mahasiswi IIQ Jakarta yang juga telah menuntaskan KKL Internasional di Thailand.

“Ini menjadi dua pengalaman berharga yang saling melengkapi. Misi pengabdian Al-Qur’an IIQ Jakarta terbukti diterima dengan sangat baik, baik di Malaysia maupun di Thailand,” tuturnya sebelum melanjutkan agenda tugas berikutnya di Pekanbaru.

Seluruh rangkaian kegiatan kini telah resmi berakhir. Para mahasiswi IIQ Jakarta mengaku sangat bahagia, bersyukur, dan mendapatkan pengalaman serta kenangan indah yang tak terlupakan selama bertugas di tanah rantau. Rampungnya program ini semakin memperkuat komitmen IIQ Jakarta dalam mencetak mahasiswa yang berwawasan global serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat internasional. (FP)

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp