TANGERANG SELATAN — Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPKM) Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta menggelar Rapat Laporan Hasil Monitoring Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Tahun Akademik 2025/2026 secara daring via Zoom Meeting pada Jumat (24/7/2026). Rapat evaluasi ini diikuti oleh jajaran Wakil Rektor, para Dekan Fakultas Program S1, serta seluruh panitia KKL IIQ Jakarta.
Dalam sambutannya, Ketua LPKM IIQ Jakarta, Dra. Hj. Chalimatus Sa’dijah, M.A., menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada seluruh panitia dan tim monitoring yang telah mengawal jalannya KKL hingga dapat terlaksana dengan lancar.
“Alhamdulillah, kita bisa berkumpul dalam rangka mendengarkan laporan dari tim monitoring KKL yang sudah dilaksanakan. Saya mengucapkan terima kasih kepada tim monitoring dan seluruh panitia. Pelaksanaan KKL berjalan dengan lancar,” ujar Ketua LPKM.
Beliau juga menegaskan pentingnya menindaklanjuti seluruh temuan dan masukan dalam laporan monitoring guna mengoptimalkan pelaksanaan KKL ke depannya.
“Hasil dari laporan tim monitoring ini akan kita tindak lanjuti bersama. Barangkali ada hal yang belum terlaksana atau ada kendala yang dihadapi peserta di lapangan, nanti akan kita bahas dan selesaikan bersama,” tambahnya.
Strategi dan Pemetaan Lapangan oleh Tim Monitoring
Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Monitoring KKL, Dr. Hasanah, memaparkan laporan perkembangan serta langkah-langkah strategis yang telah ditempuh oleh tim sejak tahap awal persiapan.
Menurut Dr. Hasanah, tim telah mengimplementasikan tiga langkah utama untuk memastikan efektivitas penugasan mahasiswa di lapangan:
- Pemetaan Wilayah (Mapping): Melakukan pemetaan kawasan di seputaran Kabupaten Bogor guna mengukur tingkat efektivitas dan keterjangkauan mahasiswa saat bertugas.
- Konektivitas dan Komunikasi: Membentuk grup komunikasi terpadu untuk koordinasi cepat. Langkah ini berjalan lancar tanpa kendala berarti.
- Instrumen Monitoring: Menyusun dan menyiapkan instrumen evaluasi yang terukur untuk menilai kinerja serta program kerja mahasiswa di lokasi KKL.
- Sebagai bagian dari penguatan kualitas program ke depan, Dr. Reksiana turut memberikan masukan strategis. Beliau menyoroti pentingnya fokus penugasan mahasiswa di lokasi pengabdian agar dampak yang dihasilkan bisa dirasakan secara optimal oleh masyarakat.
“Ke depannya, program KKL IIQ Jakarta sebaiknya fokus pada satu program besar unggulan. Dengan begitu, pelaksanaan KKL dapat berjalan lebih terarah dan hasilnya maksimal,” saran Dr. Reksiana.
Melalui rapat evaluasi ini, LPKM IIQ Jakarta berharap berbagai masukan dan hasil monitoring dapat menjadi pijakan kuat dalam meningkatkan kualitas pengabdian masyarakat mahasiswa IIQ Jakarta pada periode-periode mendatang. (FP)




