ICON-IECE 2026: Konferensi Internasional PIAUD Dorong Integrasi Ekoteologi, STEAM, dan Perlindungan Anak

ICON-IECE 2026: Konferensi Internasional PIAUD Dorong Integrasi Ekoteologi, STEAM, dan Perlindungan Anak

Konferensi internasional bertajuk 1st ICON-IECE 2026 (International Conference on Islamic Early Childhood Education) sukses diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan ilmiah nasional PIAUD tahun 2026. Forum ini menjadi ruang strategis bagi akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk bertukar gagasan dan memperkuat arah riset Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) di tingkat global.

Mengusung tema utama “Driving Sustainability: Integrating Ecotheology, STEAM, and Child Protection in Islamic Early Childhood Education Research,” konferensi ini menekankan pentingnya pendekatan interdisipliner dalam menjawab tantangan pendidikan anak usia dini di era modern. Integrasi nilai ekoteologi, pendekatan STEAM, serta isu perlindungan anak dipandang sebagai fondasi penting dalam menciptakan pendidikan yang berkelanjutan, inklusif, dan berkeadilan.

Sejumlah pembicara kunci hadir memberikan perspektif global dan nasional, di antaranya Fazlin Mohd Nazir dari Southern Cross University, Ninik Setiyowati dari Universitas Negeri Malang, M. Walid dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, M. Samsul Ulum dari Perkumpulan Pendidikan Islam Anak Usia Dini Indonesia, serta praktisi internasional Ruswandi Y. Karslen.

Konferensi ini tidak hanya menghadirkan pemaparan dari keynote speakers, tetapi juga menjadi wadah presentasi hasil penelitian dari berbagai peserta. Salah satunya datang dari Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta, di mana dua mahasiswa Program Studi PIAUD, Hasanah dan Aminah, turut berpartisipasi sebagai pemakalah.

Keduanya mengangkat judul penelitian “The Implementation of Inclusive Early Childhood Education in Fostering Tolerance in Early Childhood.” Penelitian ini menyoroti pentingnya pendidikan inklusif dalam membangun sikap toleransi sejak usia dini sebagai bagian dari penguatan karakter anak dalam masyarakat yang majemuk.

Partisipasi mahasiswa IIQ Jakarta dalam forum internasional ini menjadi bukti kontribusi aktif generasi muda akademisi dalam pengembangan keilmuan PIAUD, khususnya dalam isu-isu strategis seperti inklusivitas, keberagaman, dan keberlanjutan pendidikan.

Melalui penyelenggaraan ICON-IECE 2026, diharapkan terbangun kolaborasi lintas negara serta lahir inovasi riset yang mampu memperkuat kualitas pendidikan anak usia dini berbasis nilai-nilai Islam yang adaptif terhadap perkembangan global. (Hsn)

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp