IIQ Jakarta Terjunkan Ratusan Mahasiswa ke Kabupaten Bogor, Sinergikan Ekoteologi Al-Qur’an dengan Konservasi Lingkungan

IIQ Jakarta Terjunkan Ratusan Mahasiswa ke Kabupaten Bogor, Sinergikan Ekoteologi Al-Qur’an dengan Konservasi Lingkungan

BOGOR/JAKARTA — Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta dan Pemerintah Kabupaten Bogor mematangkan pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Nasional 2026 yang dijadwalkan berlangsung selama 29 hari, mulai 3 hingga 31 Juli 2026. Rapat koordinasi yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu, 10 Juni 2026 itu dihadiri Ketua LPKM IIQ Jakarta, para Dekan Fakultas, Ketua Program Studi, serta jajaran Panitia KKL bersama perwakilan Badan Perencanaan, Penelitian, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Bogor.

Sebanyak 385 mahasiswa semester VI dari enam program studi akan diterjunkan ke 25 desa dan kelurahan di empat kecamatan wilayah Kabupaten Bogor. Mereka berasal dari program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Pendidikan Agama Islam, Komunikasi dan Penyiaran Islam, Hukum Ekonomi Syariah, Manajemen Zakat dan Wakaf, serta Pendidikan Islam Anak Usia Dini.

Ekoteologi sebagai Ruh Program

KKL tahun ini mengusung tema “Peran Perempuan dalam Konservasi Lingkungan Perspektif Ekoteologi Al-Qur’an”, sebuah pendekatan yang memadukan nilai-nilai keagamaan dengan praktik pelestarian lingkungan secara berkelanjutan. Ketua Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPKM) IIQ Jakarta, Dra. Hj. Chalimatus Sa’dijah, MA, menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga setempat.

Program yang disiapkan pun beragam dan kontekstual: literasi Al-Qur’an, edukasi lingkungan berbasis nilai Qur’ani, pelatihan pengelolaan sampah rumah tangga, pembentukan bank sampah, penanaman tanaman produktif, kampanye rumah tangga minim sampah, pemberdayaan UMKM perempuan berbasis produk hijau, pelatihan digital marketing, hingga eco-parenting.

Bogor Sambut Antusias, Usulkan Dua Program Unggulan

Pemerintah Kabupaten Bogor menyambut program ini dengan tangan terbuka. Ratna Pratini, ST, MM, Kepala Bidang Riset, Inovasi, dan Pengembangan Daerah Bapperida, menyatakan kesiapan penuh untuk bersinergi demi mendorong kualitas pembangunan masyarakat. Kabupaten Bogor yang dihuni sekitar 5,7 juta jiwa di 40 kecamatan ini saat ini memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 74 dan kehadiran ratusan mahasiswa KKL IIQ Jakarta diharapkan turut mendongkrak angka tersebut.

Ratna juga menekankan relevansi tema yang diusung IIQ Jakarta. “Salah satu tema yang dapat dikembangkan adalah peran perempuan dalam konservasi lingkungan dalam perspektif Islam,” ujarnya.

Lebih jauh, Bapperida mengusulkan dua program unggulan. Pertama, Zero Buta Huruf Hijaiyah yaitu gerakan pemberantasan buta aksara Al-Qur’an yang sejalan dengan kompetensi utama IIQ Jakarta. Kedua, Duta Inovasi Desa, di mana mahasiswa didorong mengidentifikasi permasalahan desa dan merancang solusi inovatif. Bapperida bahkan membuka peluang bagi IIQ Jakarta untuk ikut serta dalam Lomba Inovasi Desa sebagai bentuk keberlanjutan program pasca-KKL.

Menuju Kemitraan Strategis Jangka Panjang

Sebelum pembekalan resmi yang dijadwalkan pada 1 Juli 2026 di pesantren, mahasiswa diharapkan telah melakukan survei awal dan menjalin silaturahmi dengan kepala desa serta pemangku kepentingan di wilayah masing-masing.

Pertemuan ini juga membuka jalan menuju kemitraan yang lebih formal. Jika KKL dapat terlaksana secara rutin setiap tahun, Bapperida berencana menindaklanjutinya dengan penandatanganan MoU bersama Bupati Bogor dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kepala Bapperida, langkah yang selama ini telah terjalin dengan 11 perguruan tinggi dari berbagai daerah.

Menutup rapat, Dr. Reksiana, MA mewakili IIQ Jakarta menyampaikan harapan agar masyarakat benar-benar merasakan kontribusi dan dampak kehadiran para mahasiswa. Melalui KKL 2026, IIQ Jakarta menghadirkan pengabdian masyarakat yang tidak sekadar sosial, tetapi juga memperkuat kesadaran ekologis yang berakar pada nilai-nilai Qur’ani. (FP)

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp