Perkaya Khazanah Tafsir Kontemporer, Pascasarjana IIQ Jakarta Sukses Gelar Dua Sidang Promosi Doktor

Perkaya Khazanah Tafsir Kontemporer, Pascasarjana IIQ Jakarta Sukses Gelar Dua Sidang Promosi Doktor

TANGERANG SELATAN – Program Doktor Pascasarjana Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta kembali mencetak cendekiawan Muslim dengan menggelar dua Ujian Promosi Doktor Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir secara maraton pada Kamis (23/7/2026).

Perhelatan akademik bergengsi yang berlangsung di Kampus IIQ Jakarta ini melahirkan terobosan ilmiah penting dalam menjawab dinamika zaman. Dua promovendus, Wildan Abdul Malik dan Afri Ramdani, sukses mempertahankan riset doktoralnya di hadapan jajaran penguji.

Sesi Pagi: Sinergi Kepemimpinan Modern dan Tafsir Maqashidi

Rangkaian sidang akademik dibuka pada sesi pertama pukul 09.30–11.30 WIB oleh promovendus Wildan Abdul Malik. Dalam ujian tersebut, Wildan mempresentasikan disertasinya yang disusun dalam bahasa Arab bertajuk: “Al-Qiyadah At-Tarbawiyyah fi Al-Qur’an Al-Karim: Dirasah Tahliliyyah fi Dhau’ At-Tafsir Al-Maqashidi” (Kepemimpinan Pendidikan dalam Al-Qur’an: Studi Analitis dalam Perspektif Tafsir Maqashidi)

Di bawah bimbingan tim promotor Prof. Dr. Said Agil Husin Al-Munawar, M.A. dan Dr. Muhammad Azizan Fitriana, M.A., riset ini mengulas dialektika konsep kepemimpinan modern yang disinergikan dengan nilai-nilai etis Al-Qur’an. Wildan memanfaatkan pendekatan Tafsir Maqashidi (pendekatan yang berfokus pada penyingkapan substansi, hikmah, dan tujuan utama syariat) untuk menjembatani teori kepemimpinan transformasional modern dengan petunjuk Qur’ani.

Dalam paparan ilmiahnya, Wildan menjelaskan bahwa meski istilah al-qiyadah secara tekstual tidak ditemukan langsung dalam Al-Qur’an, substansi kepemimpinan Islam terakomodasi melalui konsep al-uswah (keteladanan), al-imamah (kepemimpinan), al-wilayah, hingga al-khilafah. Melalui pendekatan Maqashidi, ia merumuskan tiga pilar utama dalam kepemimpinan pendidikan:

  1. Fokus Pengajaran (al-ta’lim)
  2. Pembentukan Karakter dan Moral (al-akhlaq)
  3. Pemaknaan Pengabdian (al-ta’abbud)

Riset ini turut memadukan empat dimensi kepemimpinan transformasional—pengaruh ideal, motivasi inspiratif, stimulasi intelektual, dan pertimbangan personal—dengan prinsip Qur’ani seperti musyawarah, tawakal, dan dialog interaktif (al-hiwar).

Sidang berjalan dinamis di bawah ketajaman evaluasi tim penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, M.A., Assoc. Prof. Dr. Pahrurroji, M.Ud., dan Dr. Samsul Ariyadi, M.Ag. Dewan penguji memberikan apresiasi tinggi atas kebaruan gagasan (novelty) dalam menjembatani disiplin ilmu tafsir klasik dengan manajemen kepemimpinan terapan.

Sesi Siang: Rekonstruksi Metodologi Validitas Tafsir Al-Qur’an

Sidang promosi kedua dilanjutkan pada pukul 13.30–15.30 WIB. Promovendus Afri Ramdani tampil mempertahankan riset doktoralnya yang bertajuk: “Rekonstruksi Metodologi Validitas Tafsir Al-Qur’an (Studi Kritis Al-Inhiraf, Bida’ At-Tafasir, dan Ad-Dakhil Fi At-Tafsir)”

Di bawah bimbingan tim promotor Prof. Dr. Said Agil Husin Al-Munawar, M.A. dan M. Ziyad Ulhaq, S.Q., S.H.I., M.A., Ph.D., riset Afri lahir dari kegelisahan akademik terhadap dinamika penafsiran Al-Qur’an kontemporer, di mana batas antara kebebasan interpretasi akademis dan penyimpangan metodologis kian mengabur.

Dalam argumennya, Afri menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan teks absolut dan suci, sedangkan produk penafsiran manusia bersifat relatif dan tentatif. Karena itu, dibutuhkan kerangka metodologi validitas yang sistematis untuk meminimalisir bias ideologis maupun manipulasi makna.

Penelitian ini memegang prinsip al-muhafazah ‘ala al-qadim as-salih wa al-akhdu bi al-jadid al-aslah (memelihara tradisi klasik yang baik dan mengambil pembaruan yang lebih konstruktif). Afri secara tegas menolak teori relativisme makna ala Hans-Georg Gadamer serta atomisme tafsir Asy-Syaukani yang mengabaikan koherensi internal Al-Qur’an (munasabah). Dengan mengadaptasi teori koherensi George Wilhelm Friedrich Hegel, Afri merumuskan tiga Tiga Formulasi Validitas Tafsir:

  • Validitas Personalitas Mufassir: Evaluasi teologi, ideologi, karakter, motivasi, dan kompetensi keilmuan mufasir.
  • Validitas Metodologi: Prosedur teknis penulisan dan keabsahan metode interpretasi.
  • Validitas Produk Tafsir: Pengujian substansial mencakup lima dimensi terpadu (tekstual, kontekstual, sistemik, historis, dan fungsional).

Sidang kedua ini diuji secara kritis oleh tim penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Artani Hasbi, M.A., Dr. Jauhar Azizy, M.A., dan Dr. Ahmad Syukron, M.A.

Kontribusi Real bagi Perkembangan Studi Islam

Melalui penyelenggaraan dua sidang promosi doktor ini, Pascasarjana IIQ Jakarta tidak hanya meluluskan akademisi bergelar doktor, tetapi juga memberikan sumbangsih bagi epistemologi studi Al-Qur’an. Hasil rekonstruksi metodologi validitas tafsir dan formulasi kepemimpinan pendidikan berorientasi Maqashid ini diharapkan dapat menjadi panduan praktis dan aplikatif bagi akademisi serta lembaga pendidikan Islam dalam menjawab tantangan era modern. (FP)

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp