Prodi KPI IIQ Jakarta Gelar Review Kurikulum Bersama Ketua Umum ASKOPIS
Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta menyelenggarakan kegiatan review kurikulum pada Senin, 19 Januari 2026, pukul 13.00 WIB. Kegiatan ini menghadirkan Ketua Umum Asosiasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (ASKOPIS), Dr. Mohammad Zamroni, M.Si., sebagai narasumber utama, dan dilaksanakan secara hybrid.
Hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor I IIQ Jakarta Dr. Romlah Widayati, M.A., Dekan FUD Dr. Muhammad Ulinnuha, Lc., M.A., Ketua Program Studi KPI IIQ Jakarta Muhamad Hizbullah, para ketua program studi di lingkungan IIQ Jakarta, Ketua LPPI Dr. Syafaat Muhari, Ketua LPM Dr. Isman Islandar, M.Sos., serta seluruh dosen tetap Prodi KPI IIQ Jakarta. Kegiatan berlangsung di ruang kampus IIQ Jakarta dan dimoderatori oleh Upi Zahra, M.I.Kom.
Acara dibuka dan diarahkan langsung oleh Wakil Rektor I Dr. Romlah Widayati, M.A. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi pelaksanaan review kurikulum sebagai langkah strategis dalam pembenahan dan penyesuaian kurikulum Prodi KPI agar selaras dengan standar nasional. Ia menegaskan bahwa Prodi KPI IIQ Jakarta memiliki kekhasan yang tidak dimiliki oleh perguruan tinggi lain, khususnya integrasi keilmuan Al-Qur’an, seperti Rasm Utsmani, Ilmu Qira’at, serta metode pembelajaran Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas. Kekhasan tersebut, menurutnya, perlu dipertahankan dengan tetap disesuaikan dengan standar asosiasi dan regulasi nasional.
Sementara itu, Dr. Mohammad Zamroni, M.Si. dalam paparannya menekankan pentingnya orientasi kurikulum pada kiprah nyata lulusan di bidang komunikasi dan penyiaran Islam. Ia memberikan arahan komprehensif terkait desain kurikulum, peta kurikulum, serta pedoman penyusunan kurikulum yang mengacu pada standar nasional dan ketentuan ASKOPIS, tanpa menghilangkan kekhasan institusional IIQ Jakarta. Ia juga menyoroti perlunya evaluasi terhadap mata kuliah yang dinilai tumpang tindih atau redundan untuk dipertimbangkan penggabungannya, agar distribusi mata kuliah keprodian, institusional, dan nasional dapat lebih proporsional.
Selain itu, Dr. Zamroni menekankan pentingnya kejelasan tracer study dan profil lulusan sebagai acuan utama agar capaian lulusan Prodi KPI lebih terarah dan sesuai kebutuhan bidang profesi. Pada aspek teknis, ia turut menyampaikan berbagai panduan dan pedoman operasional sebagai rujukan dalam penyempurnaan kurikulum.
Dekan FUD IIQ Jakarta, Dr. Muhammad Ulinnuha, Lc., M.A., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ketua Umum ASKOPIS. Ia menilai kegiatan review kurikulum ini sebagai langkah positif dan strategis bagi penguatan arah pengembangan Prodi KPI IIQ Jakarta. Hasil review tersebut, menurutnya, akan dijadikan bahan pertimbangan utama dalam perbaikan dan penyempurnaan kurikulum ke depan.
Kegiatan review kurikulum ini juga diisi dengan sesi dialog dan diskusi antara narasumber dan peserta, yang membahas berbagai masukan substantif terkait pengembangan kurikulum Prodi KPI IIQ Jakarta. (Mhz)


