Tangerang Selatan – Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta telah melaksanakan Asesmen Lapangan (AL) Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) 3.0 pada 2–3 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut menjadi bagian dari upaya Prodi PAI dalam meningkatkan mutu serta memperkuat tata kelola pendidikan tinggi.
Asesmen lapangan dilaksanakan oleh dua asesor LAMDIK, yakni Prof. Dr. H. Mahmud Arif, M.Ag. dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan Dr. M. Samsul Hady, M.Ag. dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan yang dihadiri oleh jajaran pimpinan IIQ Jakarta, pimpinan Fakultas Tarbiyah, tim penjaminan mutu, tim akreditasi, dosen, tenaga kependidikan, serta berbagai unsur terkait.
Dalam sambutannya, Rektor IIQ Jakarta, Associate Prof. Dr. Hj. Nadjematul Faizah, S.H., M.Hum., menyampaikan ucapan selamat datang dan apresiasi kepada kedua asesor atas kesediaannya hadir melaksanakan asesmen lapangan di IIQ Jakarta. Ia menyebut kehadiran keduanya sebagai kehormatan yang berarti bagi seluruh sivitas akademika IIQ Jakarta.
“Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) merupakan lembaga akreditasi yang diberi mandat untuk melaksanakan akreditasi program studi pada bidang kependidikan di Indonesia. Asesmen lapangan ini merupakan tahap lanjutan setelah Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam IIQ Jakarta dinyatakan lolos pada tahap asesmen kecukupan” ujarnya.
Rektor juga menjelaskan bahwa pihaknya telah mempersiapkan seluruh dokumen dan instrumen sesuai instrumen akreditasi LAMDIK 3.0, mencakup Laporan Evaluasi Diri (LED), Laporan Kinerja Program Studi (LKPS), serta berbagai dokumen pendukung lainnya. Seluruh sivitas akademika Prodi PAI, mulai dari pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswi, disebutnya telah bersiap sepenuhnya memberikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan kepada tim asesor. Ia berharap pelaksanaan asesmen lapangan berjalan lancar dan menyatakan kesiapan menerima masukan serta rekomendasi dari asesor sebagai bahan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.
Menanggapi sambutan tersebut, Prof. Dr. H. Mahmud Arif, M.Ag. mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dan penuh kekeluargaan yang diterimanya sejak kedatangan di IIQ Jakarta. Ia menyampaikan bahwa pelaksanaan Asesmen Lapangan sekaligus menjadi ajang mempererat silaturahmi dengan keluarga besar IIQ Jakarta. Ia menjelaskan bahwa dirinya bersama Dr. M. Samsul Hady ditugaskan oleh LAMDIK untuk melaksanakan Asesmen Lapangan sebagai kelanjutan dari proses asesmen kecukupan, guna memverifikasi kesesuaian antara data yang disampaikan dalam DKPS dengan kondisi nyata Program Studi PAI di lapangan.
Ia memaparkan tiga kegiatan utama yang akan dilakukan selama Asesmen Lapangan, yaitu observasi terhadap iklim akademik, sarana dan prasarana, serta praktik pembelajaran di Prodi PAI; wawancara dengan para pemangku kepentingan baik internal maupun eksternal, seperti mitra, pengguna lulusan, dan alumni; serta pengecekan kelengkapan dokumen untuk memastikan setiap informasi yang dicantumkan memiliki bukti pendukung.
Prof. Mahmud Arif juga menjelaskan bahwa instrumen Asesmen Lapangan LAMDIK 3.0 merupakan instrumen terbaru yang menggantikan instrumen 2.0, dengan perbedaan utama pada kategori peringkat akreditasi. Jika pada instrumen 2.0 peringkat terdiri dari Baik, Baik Sekali, dan Unggul, pada instrumen 3.0 peringkat akreditasi terdiri dari Terakreditasi, Terakreditasi Unggul 3 Tahun, dan Terakreditasi Unggul 5 Tahun, masing-masing dengan persyaratan tersendiri yang perlu dipenuhi program studi. Ia menutup sambutannya dengan mengucapkan selamat kepada Prodi PAI dan berharap Asesmen Lapangan dapat berjalan dengan lancar.
Sementara itu, Dr. M. Samsul Hady, M.Ag. menyampaikan bahwa ini merupakan kali kedua dirinya melaksanakan Asesmen Lapangan di IIQ Jakarta. Ia menyatakan keinginannya untuk berdialog lebih dekat dengan sivitas akademika Prodi PAI selama proses asesmen berlangsung. Sebagai utusan LAMDIK, ia menjelaskan bahwa tim asesor akan menyusun sejumlah laporan, termasuk berita acara, dan menekankan bahwa kerja sama yang baik dari pihak program studi akan sangat membantu penyusunan laporan tersebut.
Ia menambahkan bahwa tim asesor akan meninjau kegiatan belajar-mengajar yang telah disiapkan, melengkapi penilaian, serta menyelaraskan berbagai deskripsi yang disampaikan. Wawancara dengan berbagai pihak dilakukan dalam rangka pengumpulan data, sementara verifikasi dokumen dilakukan untuk memastikan setiap deskripsi memiliki bukti dukung yang jelas dan dapat diakses melalui tautan yang akan diperiksa oleh validator Asesmen Lapangan.
Selama pelaksanaan asesmen, panel asesor melakukan serangkaian diskusi dan konfirmasi dengan pimpinan Unit Pengelola Program Studi (UPPS), tim akreditasi, serta pengelola program studi terkait berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan. Pembahasan meliputi profil dan capaian UPPS, sistem tata kelola, strategi pengembangan program studi, hingga keberlanjutan pelaksanaan tridharma perguruan tinggi.
Tim asesor juga melakukan verifikasi terhadap data kuantitatif dan berbagai dokumen pendukung yang telah disampaikan dalam Dokumen Kinerja Program Studi (DKPS) dan Laporan Evaluasi Diri (LED). Selain itu, implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), termasuk siklus PPEPP, standar mutu, instrumen evaluasi, serta efektivitas tata kelola di tingkat fakultas dan program studi turut menjadi fokus penilaian.
Dalam sesi pemaparan profil, Dekan Fakultas Tarbiyah IIQ Jakarta, Dr. Syahidah Rena, M.Ed., memperkenalkan sejarah singkat serta profil dan kekhususan IIQ Jakarta kepada tim asesor. Ia menjelaskan bahwa IIQ Jakarta berdiri sejak 1 April 1977, sementara Fakultas Tarbiyah beserta Program Studi PAI berdiri pada 1990. Ia menyampaikan bahwa Prodi PAI saat ini telah meraih akreditasi Unggul.
Dekan turut memaparkan keselarasan visi-misi serta ketepatan rumusan visi keilmuan pada tingkat program studi maupun UPPS. Ia menjabarkan sejumlah aspek daya saing Fakultas Tarbiyah, di antaranya integrasi pendidikan nasional dengan tradisi pesantren, distingsi keilmuan Al-Qur’an, serta capaian prestasi akademik dan non-akademik mahasiswa.
Sebagai bagian dari capaian program studi, Dekan menyampaikan bahwa mahasiswa Prodi PAI telah menghasilkan 167 karya inovatif. Berdasarkan hasil pelacakan lulusan (tracer study), sebanyak 77 persen alumni bekerja sesuai bidang keahliannya, sementara 89,5 persen alumni memperoleh pekerjaan pertama dalam kurun waktu enam bulan setelah lulus. Hasil pelacakan tingkat kepuasan pengguna lulusan pada sembilan indikator turut menunjukkan capaian yang baik.
Dekan mengajak tim asesor untuk mengenal Prodi PAI lebih dekat, sekaligus menyampaikan terima kasih kepada Rektor IIQ Jakarta atas dukungan yang diberikan kepada Prodi PAI dan seluruh sivitas akademika.
Kesiapan matang yang ditunjukkan Prodi PAI dalam menyambut Asesmen Lapangan ini tidak lepas dari sinergi seluruh unsur di lingkungan Fakultas Tarbiyah, mulai dari pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa, yang bahu-membahu menyiapkan dokumen, data pendukung, serta lingkungan akademik yang representatif. Kesiapan ini diharapkan dapat memperlancar seluruh rangkaian proses asesmen.
Baik pihak IIQ Jakarta maupun tim asesor sama-sama menaruh harapan besar agar proses Asesmen Lapangan LAMDIK 3.0 ini dapat berjalan lancar, objektif, dan membuahkan hasil yang optimal bagi Program Studi PAI.
Sebagai bagian dari proses asesmen, asesor berdialog langsung dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari alumni, pengguna lulusan, mahasiswa, dosen, hingga tenaga kependidikan. Diskusi tersebut bertujuan untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai kualitas layanan, tingkat kepuasan, serta relevansi lulusan Prodi PAI di dunia kerja.
Tidak hanya melakukan verifikasi dokumen, tim asesor juga meninjau secara langsung sarana dan prasarana pendukung proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara dokumen yang dilaporkan dengan kondisi nyata di lapangan.
Pada hari kedua esok (03/07/2026), asesor akan melakukan observasi praktik mengajar dosen guna melihat implementasi Rencana Pembelajaran Semester (RPS) serta penerapan model pembelajaran inovatif di kelas. Kegiatan ini menjadi salah satu indikator penting dalam menilai mutu proses pembelajaran di Program Studi PAI.
Rangkaian asesmen lapangan akan ditutup dengan penyampaian umpan balik dari tim asesor, penandatanganan berita acara asesmen lapangan, serta penyampaian rekomendasi hasil akreditasi kepada pihak UPPS dan Program Studi. (FP)






