TANGERANG SELATAN — Pesantren Takhassus Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta menggelar peringatan Nuzulul Qur’an yang dirangkaikan dengan penutupan kegiatan Ramadhan 1447 H pada Jumat (6/3/2026) di Masjid Raudhatul Qur’an IIQ Jakarta. Kegiatan ini diikuti oleh mahasantri, dosen, serta civitas akademika dalam suasana khidmat sekaligus penuh semangat kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pimpinan kampus dan pengelola pesantren, di antaranya Rektor IIQ Jakarta Dr Nadjmatul Faizah, Ketua Dewan Pengasuh Pesantren Takhassus IIQ Jakarta KH Ahmad Fathoni, Wakil Rektor I IIQ Jakarta Dr Romlah Widayati, Wakil Rektor III IIQ Jakarta Dr Muthmainnah, Ketua IIQ Press sekaligus Sekretaris Dewan Pengasuh Pesantren Takhassus Dr Abdul Rosyid Masykur, serta Ketua Harian Pesantren Takhassus IIQ Jakarta Dr Ruaedah bersama jajaran pengurus pesantren.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Rektor I IIQ Jakarta Dr Romlah Widayati menyampaikan mauidzah hasanah mengenai hikmah Nuzulul Qur’an bagi para penghafal Al-Qur’an di lingkungan kampus.
Rektor IIQ Jakarta Dr Nadjmatul Faizah dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an tidak hanya dimaknai sebagai peringatan atas peristiwa turunnya wahyu pertama, tetapi juga menjadi pengingat penting untuk menghidupkan kembali kesadaran umat terhadap nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan.
“Setiap kali kita memperingati Nuzulul Qur’an, kita sejatinya mengenang sebuah peristiwa Sejarah dan sedang menghidupkan kembali kesadaran bahwa Al-Qur’an adalah kalamullah yang selalu relevan dan terus berbicara kepada setiap generasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Allah menegaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 185 bahwa Ramadan merupakan bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia. Karena itu, Al-Qur’an tidak boleh dipandang sekadar sebagai warisan masa lalu, melainkan kompas kehidupan yang senantiasa memberi arah bagi umat manusia.
Lebih lanjut, Rektor menyampaikan bahwa IIQ Jakarta berdiri di atas fondasi besar untuk melahirkan generasi yang unggul secara intelektual juga kuat dalam hafalan dan pengamalan Al-Qur’an. Ia mengaku bangga melihat kesungguhan para mahasantri yang tetap konsisten menjaga hafalan, melakukan muraja’ah, dan menyetorkan hafalan di tengah aktivitas ibadah Ramadan dan kegiatan akademik.
Dari sisi akademik, Rektor menambahkan bahwa menghafal Al-Qur’an bukan sekadar aktivitas kognitif, tetapi juga proses spiritual yang melibatkan hati dan akal secara bersamaan. Bahkan perkembangan ilmu Neuroscience modern mulai mengakui bahwa interaksi intens dengan Al-Qur’an memiliki dampak positif terhadap ketajaman pikiran serta keseimbangan emosional.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Panitia Kegiatan Ramadan IIQ Jakarta Rina Zakiana juga menyampaikan laporan pelaksanaan program selama bulan Ramadhan. Ia menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan berlangsung sejak 1 hingga 15 Ramadhan 1447 H dengan berbagai agenda keilmuan Al-Qur’an dan pembinaan bagi para mahasantri.
“Selama bulan Ramadhan, panitia menyelenggarakan berbagai kegiatan keilmuan Al-Qur’an, mulai dari kajian tahsin, majelis sanad, talaqqi, hingga kajian kitab klasik yang bertujuan memperkuat tradisi keilmuan Al-Qur’an di lingkungan Pesantren Takhassus IIQ Jakarta,” ujarnya.
Beberapa kegiatan utama yang dilaksanakan antara lain Daurah Tahsin Tartil Al-Qur’an Metode Maisuro, Majelis Sanad 30 Juz Metode Maisura untuk Guru Tilawati, Majelis Talaqqi 30 Juz, serta Majelis Qira’at Sab’ah yang seluruhnya dibimbing oleh KH Ahmad Fathoni.
Selain itu, terdapat pula kajian kitab Ta’lim al-Muta’allim dan Syarah Sajak Tajwid yang disampaikan oleh Dr Abdul Rosyid Masykur, serta kajian Metode Abjadi sebagai bagian dari penguatan metodologi pembelajaran Al-Qur’an.
Rangkaian kegiatan Ramadan juga diisi dengan berbagai program ibadah kolektif, seperti tarawih dengan target khatam 30 juz yang dilaksanakan dengan membaca dua juz setiap malam. Hingga 15 Ramadhan, kegiatan tersebut berhasil menuntaskan khataman Al-Qur’an.
Selain itu, dilaksanakan pula Simaan bin Nadzar setiap ba’da Subuh serta Simaan bil Ghaib setiap ba’da Tarawih yang masing-masing membaca dua juz setiap hari hingga mencapai khatam 30 juz pada pertengahan Ramadhan.
Kegiatan lain yang turut memeriahkan suasana Ramadan antara lain Tilawah Al-Qur’an Mujawwad menjelang waktu berbuka, serta program Kuliah Lima Menit (Kulim) yang disampaikan oleh para mahasantri dengan tema-tema seputar Ramadhan dan dipublikasikan melalui media sosial Pesantren Takhassus IIQ Jakarta.
Dalam laporannya, Rina Zakiana juga menyampaikan bahwa panitia menyediakan takjil serta menu sahur dan berbuka puasa gratis bagi para mahasantri yang didanai oleh para donatur. Program ini berlangsung sejak 1 hingga 15 Ramadan.
Ia mengungkapkan bahwa total dana yang terkumpul untuk mendukung kegiatan Ramadan tahun ini mencapai Rp111.472.900, selain sumbangan berupa sembako dari para donatur.
“Atas nama panitia, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan kontribusi sehingga rangkaian kegiatan Ramadhan tahun ini dapat berjalan dengan baik dan lancar,” kata Rina.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan petugas Ramadan yang telah bekerja dengan penuh dedikasi serta memohon maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan, baik dalam pelayanan maupun koordinasi.
“Semoga segala usaha dan pengorbanan yang telah diberikan menjadi tambahan amal ibadah bagi kita semua, dan kekurangan yang ada akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan Ramadan di masa mendatang,” ujarnya. (FP)




