Jakarta, 19 Mei 2026 – Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta bekerja sama dengan Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Tarbiyah (DEMA FT) sukses menyelenggarakan program Microteaching Preparation Class, sebuah kegiatan pembekalan yang dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa sebelum melaksanakan praktik mengajar secara langsung di sekolah mitra.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik mahasiswa, memperluas wawasan kependidikan, melatih kepercayaan diri, mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum (public speaking), serta mengasah keterampilan mengajar (teaching skills) sebagai bekal menjadi pendidik profesional di masa depan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan pendaftaran (open registration) pada 13 Mei 2026 yang diperuntukkan bagi mahasiswa aktif Fakultas Tarbiyah semester 2, 4, dan 6. Peserta yang mengikuti program ini diseleksi berdasarkan komitmen, kedisiplinan, kesiapan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, serta kesediaan menyusun perangkat pembelajaran secara mandiri.
Tahap pembekalan dilaksanakan di Pesantren Takhassus IIQ Jakarta, Gedung Ibrahim Ruang 3.3. Pada pertemuan pertama yang berlangsung pada 14 Mei 2026, peserta mendapatkan materi mengenai strategi pembelajaran yang efektif, pendekatan pembelajaran berpusat pada siswa (student-centered learning), pengelolaan kelas yang kondusif, serta teknik penyusunan perangkat ajar yang sistematis.
Materi disampaikan oleh Elis Fathonah, S.Pd., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan Kesiswaan SMP Al-Fath, yang membagikan pengalaman praktis sekaligus wawasan mengenai tantangan pembelajaran di era pendidikan modern. Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif.
Sebanyak 21 mahasiswa mengikuti sesi pembekalan pertama yang terdiri atas 13 mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan 8 mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).
Pada pertemuan kedua yang dilaksanakan pada 15 Mei 2026, kegiatan difokuskan pada penyusunan, presentasi, dan penyempurnaan perangkat pembelajaran. Sebanyak 16 peserta hadir untuk mengimplementasikan materi yang telah diperoleh dengan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), bahan ajar, serta media pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan sekolah mitra.
Mahasiswa Program Studi PAI menyusun perangkat pembelajaran untuk mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) tingkat Madrasah Aliyah, khususnya bagi peserta didik kelas X dan XI. Sementara itu, mahasiswa Program Studi PIAUD merancang perangkat pembelajaran dan media stimulasi bagi anak usia dini kelompok usia 4–5 tahun dengan pendekatan bermain sambil belajar yang berorientasi pada pengembangan aspek motorik, kognitif, dan bahasa.
Perangkat pembelajaran yang telah disusun kemudian dipresentasikan di hadapan pendamping untuk memperoleh masukan dan perbaikan. Hasil revisi perangkat tersebut menjadi acuan utama dalam pelaksanaan praktik mengajar di lapangan.
Sebagai tahap akhir sekaligus implementasi nyata dari seluruh proses pembelajaran, peserta mengikuti praktik mengajar langsung di sekolah mitra. Berdasarkan hasil evaluasi kedisiplinan, keaktifan, dan kesiapan perangkat pembelajaran, sebanyak 14 mahasiswa dinyatakan lolos untuk mengikuti tahap praktik lapangan.
Mahasiswa Program Studi PIAUD melaksanakan praktik mengajar di RA LAB School IIQ pada 19 Mei 2026 mulai pukul 06.30 WIB. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mengimplementasikan berbagai metode pembelajaran kreatif yang ramah anak serta memanfaatkan media pembelajaran yang telah dirancang sebelumnya untuk mendukung proses stimulasi perkembangan peserta didik usia dini.
Sementara itu, mahasiswa Program Studi PAI melaksanakan praktik mengajar di MA Pembangunan Syarif Hidayatullah pada 18–20 Mei 2026. Kegiatan praktik dibagi ke dalam tiga kloter mengajar guna menyesuaikan dengan jadwal pembelajaran di madrasah. Para mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengelola kelas, menyampaikan materi, menerapkan strategi pembelajaran, serta berinteraksi langsung dengan peserta didik dalam situasi pembelajaran yang sesungguhnya.
Program Microteaching Preparation Class menjadi salah satu bentuk sinergi antara Fakultas Tarbiyah dan DEMA FT dalam mendukung penguatan kompetensi calon guru sejak masa perkuliahan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis mengenai pembelajaran, tetapi juga mendapatkan pengalaman nyata dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran di sekolah.
Diharapkan program serupa dapat terus dikembangkan sebagai wadah pembinaan dan penguatan kapasitas mahasiswa Fakultas Tarbiyah sehingga mampu melahirkan calon pendidik yang profesional, adaptif, kreatif, dan siap menghadapi tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang. (Rs)





