JAKARTA – UZBEKISTAN — Dua akademisi sekaligus hafidz dari Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, Dr. Samsul Ariyadi dan Dr. Ahmad Hawasyi, berhasil mengukir prestasi internasional dengan terpilih sebagai Fellow Researcher dalam program Imam Bukhari International Scholarship 2026. Program Research Fellowship bergengsi ini diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Ilmiah Internasional Imam Bukhari (Imam Bukhari International Scientific-Research Center / IBISRC), sebuah lembaga riset terkemuka yang beroperasi langsung di bawah naungan Kabinet Menteri Republik Uzbekistan.
Kelulusan keduanya mendapat undangan resmi dari Direktur IBISRC, Dr. Shovosil Ziyodov. Kegiatan penelitian ini berlangsung selama dua bulan penuh, terhitung mulai 1 Agustus hingga 30 September 2026 di Samarkand, Uzbekistan.
Diplomasi Budaya, Moderasi Islam, dan Skema Beasiswa Global 2026
Langkah Uzbekistan dalam membuka Imam Bukhari International Scholarship 2026 merupakan instrumen kebijakan luar negeri yang strategis. Melalui program ini, Uzbekistan memperkuat posisinya sebagai episentrum diplomasi budaya di Asia Tengah dengan kembali membuka gerbang intelektualnya bagi akademisi global.
Proses seleksi program ini telah mengumumkan pendaftaran sejak 1 Oktober hingga 20 Desember 2025, memberikan kesempatan bagi para peneliti mancanegara untuk menetap dan berkarya di Samarkand.
Langkah ini bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan upaya mempromosikan moderasi Islam dan toleransi antar-etnis. Dengan mengeksplorasi kembali pemikiran para ulama besar, pemerintah Uzbekistan berupaya merestorasi sejarah kuno sebagai “benteng intelektual” melawan radikalisasi regional. Program ini menempatkan warisan masa lalu sebagai solusi modern bagi tantangan perdamaian global, mengundang para ahli dunia untuk memvalidasi narasi toleransi yang telah lama berakar di jantung Jalur Sutra.
Standardisasi Seleksi dan Prioritas Fokus Riset
Komisi Seleksi Visiting Fellowships menerapkan standar akademik yang tinggi untuk memastikan hanya proposal dengan signifikansi global yang diterima. Ketajaman metodologi serta potensi kontribusi terhadap dialog interdisipliner menjadi tolok ukur utama. Selain keunggulan akademik, kemahiran bahasa menjadi variabel krusial; meski aplikasi dapat diajukan dalam bahasa Inggris, penguasaan bahasa Arab, Rusia, atau Uzbek dipandang sebagai “kunci utama” untuk membuka rahasia manuskrip kuno dan literatur primer.
Misi besar IBISRC adalah memulihkan sejarah yang sempat terabaikan dan mempromosikan nilai-nilai kemanusiaan melalui jalur akademik. Meski terbuka bagi berbagai topik ilmu kemanusiaan dan sosial, prioritas utama penelitian diberikan pada studi kehidupan dan warisan ilmiah dua tokoh besar—Imam Bukhari dan Imam Tirmidhi—serta empat area utama:
- Ilmu-Ilmu Islam: Studi mendalam terhadap bidang Hadis, Kalam, Fiqh, Tafsir, dan Tasawuf.
- Warisan Intelektual Asia Tengah: Fokus khusus pada karya-karya orisinal para ilmuwan kawasan.
- Sejarah dan Budaya Kawasan: Eksplorasi tradisi dan evolusi sosial masyarakat Asia Tengah.
- Manuskrip dan Seni Oriental: Konservasi dan analisis naskah kuno serta estetika Islam.
Meneliti kembali tokoh seperti Imam Bukhari di era modern memiliki signifikansi strategis. Kontribusi mereka bukan sekadar sejarah agama, melainkan fondasi peradaban yang menekankan pada akurasi, integritas, dan keterbukaan intelektual untuk melahirkan publikasi sebagai jembatan pemahaman lintas budaya.
Proyek Riset Unggulan Dosen IIQ Jakarta
Melalui skema kompetisi internasional tersebut, dua dosen IIQ Jakarta berhasil lolos dengan membawa proyek penelitian yang membedah khazanah literatur dan kearifan keislaman Nusantara:
- Dr. Samsul Ariyadi mengusung penelitian bertajuk “Genealogy and Contextualization of Sahih Al-Bukhari in the Context of Javanese Culture: Analysis of the Makna Gandhul Tradition in the Nusantara Islamic Boarding School”. Riset ini membedah pewarisan dan pemaknaan kitab Sahih Al-Bukhari dalam kebudayaan Jawa melalui tradisi penyimakan makna gandhul (metode penerjemahan pegon antarlini) di pesantren Indonesia.
- Dr. Ahmad Hawasyi mengusung proyek penelitian bertajuk “The Impact of Sahih al-Bukhari on the Development of Tafsir Literature in Indonesia in the 20th Century”. Risetnya berfokus menganalisis pengaruh kitab Sahih Al-Bukhari terhadap perkembangan karya-karya tafsir Al-Qur’an di Nusantara sepanjang abad ke-20.
Keberhasilan dalam seleksi substansi riset ini nantinya diikuti oleh rangkaian komitmen profesional yang dijalankan selama masa tinggal mereka di Samarkand.
Fasilitas, Kedatangan, dan Pelaporan kepada Rektor IIQ Jakarta
IBISRC yang berdiri megah di kawasan Kota Khoja Ismoil, Samarkand, berfungsi sebagai pusat keunggulan (center of excellence) yang mengintegrasikan pelestarian manuskrip dengan riset kontemporer. Logistik dan infrastruktur riset yang disediakan di Samarkand dipersiapkan secara matang, mencakup:
- Akomodasi Premium: Peneliti ditempatkan di apartemen dua kamar yang nyaman di Kota Khoja Ismoil.
- Fasilitas Kantor & Perpustakaan: Ruang kerja bersama (shared office accommodation), ruang kerja khusus, keanggotaan dan akses penuh ke perpustakaan pusat, hingga akses jaringan koleksi arsip dan manuskrip utama di Uzbekistan.
- Bantuan Birokrasi: Dukungan administratif penuh untuk pengurusan visa kunjungan riset.
Setibanya di Uzbekistan, Dr. Samsul Ariyadi dan Dr. Ahmad Hawasyi langsung menyampaikan laporan perkembangan secara berkala kepada Rektor IIQ Jakarta, Prof. Dr. Hj. Nadjmatul Faizah, SH, M.Hum. Kedua dosen tiba di Kompleks Imam Bukhari Center menjelang tengah malam pada hari Kamis dan melangsungkan shalat Jum’at pertama mereka di Masjid Imam Bukhari Center.
“Ibu Alhamdulillah, kami telah sampai di Kompleks Imam al-Bukhari centre jam 11 malam,” ujar Dr. Samsul dalam pesannya.
Kehadiran kedua peneliti di Uzbekistan disambut dan didampingi oleh Ibu Rofi Zardaida, alumni IIQ Jakarta yang kini bermukim di Uzbekistan bersama keluarga. Ibu Rofi berperan aktif mendampingi dan membawa kedua dosen IIQ Jakarta untuk menghadap serta bersilaturahmi langsung dengan Direktur IBISRC, Dr. Shovosil Ziyodov.
Sebelum memulai riset aktif pada Senin pagi (Monday morning), kedua dosen memanfaatkan waktu libur untuk beradaptasi, orientasi lingkungan, serta menyusun perencanaan dan target capaian harian (make a plan).
Rektor IIQ Jakarta, Prof. Dr. Hj. Nadjmatul Faizah, SH, M.Hum., menyampaikan apresiasi dan doa restu agar riset berjalan lancar serta berpesan agar keduanya proaktif memanfaatkan waktu untuk membaca, menganalisis data, dan melakukan kunjungan akademis.
Capaian dua dosen IIQ Jakarta ini tidak hanya menjadi prestasi pribadi, tetapi juga memperkuat jejaring diplomasi akademis internasional dan studi keislaman antara Indonesia dan Uzbekistan, sekaligus mempertegas kontribusi nyata ilmuwan Indonesia dalam memetakan khazanah literatur Islam global di Jalur Sutra Intelektual Asia Tengah. (FP)



