Dua Dosen IIQ Jakarta Lolos Fellowship Peneliti di Imam Bukhari Research Center Uzbekistan

Dua Dosen IIQ Jakarta Lolos Fellowship Peneliti di Imam Bukhari Research Center Uzbekistan

JAKARTA – UZBEKISTAN — Dua akademisi sekaligus hafidz dari Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, Dr. Samsul Ariyadi dan Dr. Ahmad Hawasyi, berhasil mengukir prestasi internasional dengan terpilih sebagai Fellow Researcher di Pusat Penelitian Ilmiah Internasional Imam Bukhari (Imam Bukhari International Scientific-Research Center / IBISRC). Lembaga riset terkemuka ini beroperasi langsung di bawah naungan Kabinet Menteri Republik Uzbekistan.

Kelulusan keduanya pada program fellowship bergengsi mendapat undangan resmi dari Direktur Center, Dr. Shovosil Ziyodov dan kegiatan ini berlangsung selama dua bulan penuh, terhitung mulai 1 Agustus hingga 30 September 2026 di Samarkand, Uzbekistan.

Misi Kebijakan Luar Negeri Uzbekistan & Program Beasiswa Global 2026

Langkah Uzbekistan membuka Imam Bukhari International Scholarship 2026 merupakan instrumen kebijakan luar negeri untuk memperkuat posisinya sebagai episentrum diplomasi budaya di Asia Tengah serta mempromosikan moderasi Islam dan toleransi antar-etnis.

Fokus Riset Utama pada kegiatan ini diprioritaskan untuk studi kehidupan dan warisan ilmiah dua tokoh besar—Imam Bukhari dan Imam Tirmidhi—serta empat area utama: Ilmu-Ilmu Islam (Hadis, Kalam, Fiqh, Tafsir, Tasawuf), Warisan Intelektual Asia Tengah, Sejarah dan Budaya Kawasan, serta Manuskrip dan Seni Oriental.

Proyek Riset Unggulan Dosen IIQ Jakarta

Melalui skema kompetisi internasional tersebut, dua dosen IIQ Jakarta berhasil lolos dengan membawa proyek penelitian yang membedah khazanah literatur dan kearifan keislaman Nusantara:

  1. Dr. Samsul Ariyadi mengusung penelitian bertajuk “Genealogy and Contextualization of Sahih Al-Bukhari in the Context of Javanese Culture: Analysis of the Makna Gandhul Tradition in the Nusantara Islamic Boarding School”. Riset ini membedah pewarisan dan pemaknaan kitab Sahih Al-Bukhari dalam kebudayaan Jawa melalui tradisi penyimakan makna gandhul (metode penerjemahan pegon antarlini) di pesantren Indonesia.
  2. Dr. Ahmad Ahmad Hawasyi mengusung proyek penelitian bertajuk “The Impact of Sahih al-Bukhari on the Development of Tafsir Literature in Indonesia in the 20th Century”. Risetnya berfokus menganalisis pengaruh kitab Sahih Al-Bukhari terhadap perkembangan karya-karya tafsir Al-Qur’an di Nusantara sepanjang abad ke-20.

Kedatangan di Uzbekistan & Pelaporan kepada Rektor IIQ Jakarta

Setibanya di Uzbekistan, Dr. Samsul Ariyadi dan Dr. Ahmad Hawasyi langsung menyampaikan laporan perkembangan secara berkala kepada Ibu Rektor IIQ Jakarta, Prof. Dr. Hj. Nadjmatul Faizah, SH, M.Hum. Kedua dosen tiba di Kompleks Imam Bukhari Center menjelang tengah malam pada hari Kamis dan melangsungkan sholat Jum’at pertama mereka di Masjid Imam Bukhari Center. “Ibu Alhamdulillah, kami telah sampai di Kompleks Imam al-Bukhari centre jam 11 malam” ujar Dr Samsul dalam pesannya.

Kehadiran kedua peneliti di Uzbekistan disambut dan didampingi oleh Ibu Rofi Zardaida, alumni IIQ Jakarta yang kini bermukim di Uzbekistan bersama keluarga. Ibu Rofi berperan aktif mendampingi dan membawa kedua dosen IIQ Jakarta untuk menghadap serta bersilaturahmi langsung dengan Direktur IBISRC, Dr. Shovosil Ziyodov.

Sebelum memulai riset aktif pada Senin pagi (Monday morning), kedua dosen memanfaatkan waktu libur untuk beradaptasi, orientasi lingkungan, serta menyusun perencanaan dan target capaian harian (make a plan).

Rektor IIQ Jakarta, Prof. Dr. Hj. Nadjmatul Faizah, SH, M.Hum., menyampaikan apresiasi dan doa restu agar riset berjalan lancar serta berpesan agar keduanya proaktif memanfaatkan waktu untuk membaca, menganalisis data, dan melakukan kunjungan akademis.

IBISRC memfasilitasi penuh seluruh kebutuhan riset akademisi IIQ Jakarta, mulai dari akomodasi, ruang kerja khusus, keanggotaan dan akses penuh ke perpustakaan pusat, hingga akses jaringan koleksi arsip dan manuskrip utama di Uzbekistan.

Capaian dua dosen IIQ Jakarta ini tidak hanya menjadi prestasi pribadi, tetapi juga memperkuat jejaring diplomasi akademis internasional dan studi keislaman antara Indonesia dan Uzbekistan, sekaligus mempertegas kontribusi nyata ilmuwan Indonesia dalam memetakan khazanah literatur Islam global di Jalur Sutra Intelektual Asia Tengah. (FP)

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp