TANGERANG SELATAN – Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta menggelar Pembekalan dan Pelepasan Mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) II Nasional Tahun Akademik 2026/2027 secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (7/8/2026). Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya praktik lapangan bagi ratusan mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) di berbagai sekolah mitra se-Indonesia.
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan IIQ Jakarta, dosen pembimbing, kepala sekolah, guru pamong, hingga seluruh civitas akademika. Prosesi pelepasan mahasiswa dilakukan secara simbolis oleh Rektor IIQ Jakarta, Associate Prof. Dr. Hj. Nadjmatul Faizah.
Tahun ini, Fakultas Tarbiyah menyelenggarakan PLP II dalam skala nasional. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang turut melibatkan program internasional, fokus kali ini diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan di sekolah mitra dalam negeri, sekaligus mempersiapkan perluasan jejaring internasional pada tahun mendatang.
Adapun rincian peserta dan alur pelaksanaannya adalah sebagai berikut:
* Peserta: Mahasiswa Prodi PAI (terbagi dalam 20 kelompok) dan Prodi PIAUD (terbagi dalam 3 kelompok).
* Praktik Lapangan: 10 Agustus hingga 9 Oktober 2026 (didampingi langsung oleh dosen pembimbing).
* Penyelesaian Administrasi & Sertifikat: Berakhir pada 30 Oktober 2026.
Pembentukan Karakter dan Integrasi Keunggulan Al-Qur’an
Dekan Fakultas Tarbiyah IIQ Jakarta, Dr. Syahidah Rena, M.Ed., menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh sekolah mitra yang telah membuka ruang belajar bagi para mahasiswa.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh sekolah mitra yang telah menerima mahasiswa kami. Mereka datang bukan lagi sebagai siswa, tetapi sebagai calon guru yang akan belajar langsung dari kepala sekolah, guru pamong, dan seluruh tenaga kependidikan. Pengalaman di lapangan inilah yang akan menjadi bekal paling berharga dalam membentuk profesionalisme mereka sebagai pendidik,” ujar Dr. Syahidah Rena.
Ia menegaskan bahwa PLP II menjadi wahana memantapkan kompetensi akademik yang ditempuh selama tiga tahun perkuliahan—mulai dari analisis kurikulum, penyusunan perangkat/media/bahan ajar, hingga evaluasi pembelajaran secara langsung. Mahasiswa juga dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan inovatif. Khusus mahasiswa PAI, mereka dipersiapkan mengajar mata pelajaran Al-Qur’an Hadis, Fikih, Akidah Akhlak, dan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI).
Tak hanya mengajar di kelas, mahasiswa diwajibkan aktif mendukung program sekolah seperti kegiatan kokurikuler, ekstrakurikuler, serta memanfaatkan keunggulan khas IIQ Jakarta berupa pembinaan tahfiz, tahsin, dan karakter berbasis Al-Qur’an.
“PLP II bukan sekadar praktik mengajar. Mahasiswa harus mampu menunjukkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Mereka juga kami harapkan mampu berkontribusi dalam berbagai program sekolah, termasuk kegiatan Al-Qur’an, penguatan karakter peserta didik, hingga pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan,” tambahnya.
Meski mahasiswa telah dibekali teori psikologi perkembangan, psikologi pendidikan, desain kurikulum, hingga teknologi pendidikan sejak awal kuliah, Dr. Syahidah menekankan bahwa pengalaman nyata di lapangan tetap tidak tergantikan.
Capaian Positif Program RPL PIAUD
Di sela keterangannya, Dr. Syahidah turut memaparkan perkembangan positif Prodi PIAUD, khususnya pada Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi guru PAUD se-Indonesia yang mendapat apresiasi dari Kementerian Pendidikan.
Setelah sukses menerima 60 peserta pada gelombang pertama dan sekitar 100 peserta pada gelombang kedua, PIAUD IIQ Jakarta kembali dipercaya menerima sekitar 150 peserta RPL pada semester ganjil tahun 2026 ini.
Perpanjangan Durasi Praktik Menjadi 2 Bulan
Sementara itu, Ketua Program Studi PAI, Dr. Reksiana, menegaskan bahwa PLP II merupakan wahana utama pembentukan keterampilan mengajar sebelum mahasiswa terjun ke dunia kerja.
“Mahasiswa tidak cukup hanya berlatih di laboratorium microteaching. Guru adalah profesi yang membutuhkan pengalaman nyata di lapangan. Karena itu PLP II menjadi proses penting untuk memantapkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian sebagaimana diamanatkan dalam regulasi tentang profesi guru,” terang Dr. Reksiana.
Ia mengungkapkan, pelaksanaan PLP II kali ini merupakan hasil penyempurnaan program sebelumnya. Berdasarkan masukan dari para kepala sekolah mitra, durasi praktik diperpanjang dari satu bulan menjadi dua bulan.
“Masukan dari kepala sekolah sangat jelas, satu bulan belum cukup. Mahasiswa baru mulai membangun kedekatan dengan warga sekolah ketika masa praktik hampir selesai. Karena itu praktik lapangan diperpanjang menjadi dua bulan agar proses pembelajaran lebih optimal,” jelasnya.
Pembekalan Teknis dan Laporan Berbasis Aplikasi
Dari sudut pandang teknis, Kepala Program Studi PIAUD, Dr. Hasanah, memberikan pembekalan agar seluruh rangkaian praktik berjalan sistematis sesuai standar regulasi akademis.
“PLP II bukan hanya praktik mengajar di sekolah, tetapi merupakan proses pembelajaran yang harus dilaksanakan secara sistematis mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga pengendalian. Seluruh tahapan tersebut harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab agar capaian pembelajaran mahasiswa dapat terpenuhi,” tegas Dr. Hasanah.
Dr. Hasanah menjelaskan alur pelaksanaan yang mengacu pada Peraturan LAMDIK 3.0, mencakup mekanisme penempatan, jadwal, hingga mekanisme revisi laporan. Mahasiswa juga dibekali pemahaman penggunaan Aplikasi Laporan PLP II untuk penyusunan, pengunggahan, dan pemantauan (monitoring) laporan secara terintegrasi.
Melalui pembekalan komprehensif—mulai dari analisis kurikulum, penyusunan perangkat/instrumen penilaian, strategi mengajar, etika profesi, hingga komunikasi efektif—Fakultas Tarbiyah IIQ Jakarta berharap seluruh mahasiswa mampu menjaga nama baik almamater serta menjadikan PLP II sebagai momentum memantapkan empat kompetensi utama pendidik. (FP)







