Jakarta — Lebih dari 200 alumni menghadiri kegiatan Halal Bihalal yang digelar Ikatan Alumni Institut Ilmu Al-Qur’an (IKA IIQ) Jakarta pada Jumat, 24 April 2026, di Aula IIQ Jakarta. Kehadiran yang melampaui kapasitas ini menegaskan kuatnya jejaring alumni sekaligus memperkuat peran mereka dalam pengabdian kepada umat dan institusi.
Mengusung tema “Merajut Silaturahim, Memperkuat Ukhuwah sebagai Fondasi Pengabdian dan Integritas Alumni,” kegiatan ini dihadiri jajaran pimpinan, alumni lintas angkatan, serta tokoh-tokoh IIQ Jakarta.
Ketua IKA IIQ Jakarta Dra. Hj. Siti Masrifah, M.A., dalam sambutannya, mengajak alumni menjadikan halal bihalal sebagai ruang penguatan kebersamaan. Ia menyoroti tingginya antusiasme kehadiran alumni yang menunjukkan soliditas jejaring.
“Alhamdulillah, lebih dari dua ratus alumni hadir, bahkan melebihi kapasitas yang disiapkan. Ini menunjukkan kuatnya ikatan silaturahim di antara kita,” ujarnya.
Ia menegaskan, halal bihalal bukan sekadar tradisi, tetapi kekuatan sosial yang berdampak luas. “Silaturahim adalah kekuatan. Ia tidak hanya menyambung hubungan, tetapi juga membawa keberkahan, memperluas rezeki, dan mempererat persaudaraan,” tegasnya. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas sebagai wujud tanggung jawab keilmuan.
Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan peran strategis alumni, mulai dari evaluator kurikulum, pengembang jejaring dan pendanaan, perekrut mahasiswa baru, duta reputasi kampus, hingga mentor bagi mahasiswa. Alumni juga didorong aktif mengisi tracer study sebagai basis data penguatan kualitas pendidikan dan akreditasi.
“Data tracer study sangat penting untuk menunjukkan kiprah alumni di berbagai bidang serta mendukung pengembangan kampus ke depan,” jelasnya.
Ia turut mengapresiasi kontribusi alumni dalam pembangunan kampus. Selain itu, sejak 2025 organisasi alumni resmi menggunakan nama IKA IIQ Jakarta dan tengah menyiapkan sejumlah program, seperti kajian daring serta kartu alumni multifungsi untuk memperkuat konektivitas.
Dalam sesi tausiyah, penceramah Dr. Hj. Sayidah Fatimah Assegaf Agil Munawwar menyampaikan makna halal bihalal sebagai tradisi khas Indonesia yang sejalan dengan nilai-nilai Islam. Ia menegaskan bahwa esensi halal bihalal adalah memperbaiki hubungan antarmanusia setelah menjalani ibadah Ramadan.
“Halal bihalal pada hakikatnya adalah merajut kembali silaturahim. Seperti benang yang kusut, kita luruskan kembali, kita hapus sekat-sekat dan memperkuat ukhuwah,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa dalam tradisi Islam, momentum Idulfitri bukan hanya tentang hubungan dengan Allah, tetapi juga penyucian hubungan sosial. Praktik saling memaafkan, menurutnya, mampu menghilangkan penyakit hati seperti iri, dengki, dan prasangka.
Lebih jauh, ia mengajak para alumni untuk menjaga persatuan dan menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai fondasi kehidupan. “Tidak boleh ada permusuhan. Yang ada adalah pengabdian dan integritas alumni,” tegasnya.
Dalam ceramahnya, ia juga menyinggung pentingnya peran perempuan dalam Islam dengan meneladani figur-figur utama seperti Sayidah Khadijah, Sayidah Aisyah, dan Sayidah Fatimah sebagai sosok perempuan berilmu, berakhlak, dan berkontribusi besar bagi umat.
“Sebagai alumni Institut Ilmu Al-Qur’an, kita harus menjaga kehormatan, menjadi perempuan yang mulia, dan berpegang pada nilai-nilai Al-Qur’an,” pesannya.
Ia menutup tausiyah dengan mengajak seluruh hadirin untuk memperbanyak selawat, mendoakan para pendiri, guru, serta berharap agar seluruh alumni terus diberikan keberkahan dan istiqamah dalam pengabdian.
Sementara itu, Rektor IIQ Jakarta, Dr Nadjematul Faizah, menyampaikan apresiasi atas soliditas alumni yang dinilai menjadi kekuatan utama institusi.
“Saya benar-benar speechless, mau berbicara apa di depan orang-orang pintar ini, para alumni yang menjadi dewan hakim Al-Qur’an,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti posisi IIQ Jakarta yang tengah memasuki fase menuju golden age 50 tahun sejak didirikan pada 1977, sebagai penguatan arah pengembangan institusi.
“Golden age ini adalah refleksi atas capaian dan kinerja IIQ, apakah kita sudah memenuhi visi untuk mencetak perempuan berilmu dengan perspektif ulumul Qur’an,” jelasnya.
Rektor menegaskan, kontribusi alumni sangat signifikan dalam pengembangan kampus. Saat ini jumlah alumni mencapai 5.561 orang, dengan sebagian besar mahasiswa baru berasal dari rekomendasi alumni.
“Ini menunjukkan kepercayaan yang sangat besar terhadap IIQ Jakarta,” katanya.
Ia menambahkan, IIQ Jakarta tengah mengelola amanah wakaf serta memperkuat peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) untuk mendukung beasiswa mahasiswa. Alumni diharapkan terus berkontribusi melalui jejaring, media digital, dan dukungan institusional.
“Kami berharap para alumni terus mendukung kampus, baik dalam akreditasi, menyebarkan informasi positif, maupun mengirimkan putra-putrinya untuk melanjutkan studi di IIQ Jakarta,” tambahnya.
Data yang dipaparkan menunjukkan jumlah alumni IIQ Jakarta telah melampaui 5.500 orang dan tersebar di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, dakwah, pemerintahan, hingga kewirausahaan—mencerminkan kontribusi nyata dalam masyarakat.
Kegiatan ini menunjukkan peran alumni sebagai salah satu pilar penting penguatan institusi, dengan jejaring yang terus berkembang.
Halal bi halal diawali dengan khotmil Qur’an 30 juz dan hiburan orkestra IIQ Jakarta. (FP)






