Jakarta, 4 Maret 2026 — Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta kembali menyelenggarakan kegiatan kajian Ramadhan bertajuk “The Healing Power of Qur’an: Menemukan Ketenangan di Tengah Kesibukan” pada Rabu, 4 Maret 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada pukul 12.00 WIB setelah sholat Dzuhur berjamaah di Masjid Raudhatul Qur’an IIQ Jakarta, dan menghadirkan narasumber Dr. Hj. Maria Ulfah, M.A dan dipandu oleh Dr. Iffaty Zamimah, M.Ag.
Kegiatan yang merupakan bagian dari program kajian Ramadhan ini diikuti oleh sivitas akademika IIQ Jakarta, mulai dari pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, hingga para mahasiswi. Acara berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh antusiasme, dengan tujuan memberikan penguatan serta pemahaman tentang peran Al-Qur’an sebagai sumber ketenangan jiwa di tengah berbagai aktivitas dan kesibukan kehidupan modern.
Dalam pemaparannya, Dr. Hj. Maria Ulfah, M.A. menjelaskan bahwa Al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai pedoman hidup bagi umat Islam, tetapi juga sebagai sumber ketenangan batin. Ia mengutip firman Allah yang menyatakan bahwa dengan mengingat Allah, hati akan menjadi tenang. Menurutnya, membaca dan berinteraksi dengan Al-Qur’an merupakan salah satu bentuk zikir yang mampu menghadirkan kedamaian dalam diri seseorang.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa kesibukan yang dijalani oleh setiap individu tidak seharusnya menjadi penghalang untuk tetap dekat dengan Al-Qur’an. “Salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan adalah menyisihkan waktu secara konsisten untuk membaca Al-Qur’an, meskipun hanya satu ayat setelah setiap sholat fardhu.” Tuturnya. Konsistensi dalam membaca dan memahami kandungan Al-Qur’an, menurutnya, dapat memberikan dampak spiritual yang besar bagi ketenangan hati.
Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya membaca Al-Qur’an dengan tartil dan penuh penghayatan. “Membaca dengan suara yang baik dan irama yang indah dapat membantu seseorang meresapi makna ayat-ayat Al-Qur’an sehingga pesan yang terkandung di dalamnya dapat lebih mendalam dirasakan oleh pembacanya”
Kegiatan ini juga menjadi pengingat bagi seluruh sivitas akademika IIQ Jakarta tentang keistimewaan berada di lingkungan institusi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pusat kajian dan pembelajaran. Dengan berinteraksi secara intensif dengan Al-Qur’an, diharapkan para mahasiswa dan seluruh civitas akademika mampu menjadikan Al-Qur’an tidak hanya sebagai objek studi, tetapi juga sebagai sumber inspirasi dan kekuatan spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Diharapkan kajian ini dapat memperkuat kesadaran bahwa di tengah berbagai dinamika kehidupan, Al-Qur’an senantiasa menjadi sumber ketenangan, inspirasi, dan kekuatan bagi umat manusia. (FP)





