Tangis Haru dan Kesan Mendalam Warnai Pelepasan KKL Internasional Mahasiswi IIQ Jakarta di Thailand

Tangis Haru dan Kesan Mendalam Warnai Pelepasan KKL Internasional Mahasiswi IIQ Jakarta di Thailand

NARATHIWAT — Suasana haru menyelimuti Ruang Daud Conference, Attarkiah Islamiah Institute, Narathiwat, Thailand pada Senin (27/7/2026). Acara perpisahan secara resmi digelar untuk mengakhiri rangkaian Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Internasional mahasiswi Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta Tahun 2026.

Meski masa pengabdian berlangsung tidak kurang dari satu bulan, keberadaan 10 mahasiswi penjaga Al-Qur’an ini dinilai memberikan dampak luar biasa dan meninggalkan bekas yang sangat mendalam bagi masyarakat serta lembaga pendidikan di Thailand Selatan.

Acara yang dimulai pukul 10.30 ICT tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan Attarkiah Islamiah Institute, para guru, mahasiswi peserta KKL, serta disaksikan secara daring oleh civitas akademika IIQ Jakarta, termasuk Rektor dan para dosen pendamping.

Jejak Pengabdian hingga ke Chiang Rai

Manajer Attarkiah Islamiah Institute, Phaisan Toryib (yang akrab disapa “Abah”), dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada IIQ Jakarta. Ia menyampaikan bagaimana para mahasiswi KKL tidak hanya bertugas di Narathiwat, tetapi juga sempat meninjau dan menabur syiar Al-Qur’an hingga ke wilayah utara Thailand, Chiang Rai.

“Walaupun anak-anak IIQ datang ke Thailand ini tidak sampai satu bulan penuh, namun kesan-kesan yang ditinggalkan seperti sudah terbina selama 100 tahun. Masyarakat di kampung-kampung sangat berkesan dan selalu menantikan kehadiran kalian,” ungkap Phaisan Toryib penuh haru.

Ia menceritakan pengalamannya saat meninjau langsung perkembangan syiar Al-Qur’an dan program pengajaran yang dibawakan mahasiswi IIQ di lapangan, yang menurutnya memberikan hasil sangat signifikan bagi perkembangan pendidikan Islam setempat.

Pesan Mendalam “Abah” untuk Mahasiswa IIQ Jakarta

Dalam amanatnya, Phaisan Toryib menyampaikan pesan-pesan hangat layaknya seorang ayah kepada anak-anaknya. Ia meminta para mahasiswi untuk terus menjaga silaturahmi yang telah terjalin dan membagikan ilmu yang telah dipelajari selama bertugas.

“Kalian adalah penjaga Al-Qur’an di atas dunia ini. Allah SWT telah menakdirkan masa KKL ini selesai dan kalian harus kembali ke tanah air. Jagalah tali silaturahmi dengan guru-guru dan pengasuh di sini, Kak Aisyah, Kak Sari, Kak Duha, Kak Yui, hingga Kak Sunita, yang telah merawat kalian dengan penuh kasih sayang,” tuturnya.

Phaisan juga menyampaikan salam hormat dan terima kasih kepada Rektor IIQ Jakarta, Ibu Halimah, Pak Rashid, serta seluruh jajaran dosen yang telah mempercayakan mahasiswi terbaiknya untuk mengabdi di Thailand.

Harapan Program Diperpanjang Hingga Satu Semester

Melihat besarnya dampak positif program ini, Phaisan Toryib berharap kerja sama antara IIQ Jakarta dan lembaga pendidikan di Thailand dapat terus berlanjut dan ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang.

“Saya berharap kepada Ibu Rektor dan dosen-dosen IIQ, tahun depan harus datang lagi. Tapi jangan hanya satu bulan, kalau bisa satu semester. Supaya anak-anak IIQ bisa diajak menjelajah dan menimba pengalaman lebih banyak di provinsi-provinsi lain yang ada umat Islamnya,” harapnya.

Daftar Mahasiswi Peserta KKL IIQ Jakarta 2026

Adapun 10 mahasiswi IIQ Jakarta yang menyelesaikannya tugas KKL Internasional 2026 ini adalah:

  1. Anisa Miftahul Rohmah
  2. Baiq Luluk Handayani
  3. Izzatul Jannah
  4. Lana Farah Ajrina
  5. Lathifatunnisa
  6. Nichlatun Nujaba
  7. Qothrunnada Ishmatul Maula
  8. Shobihatul Fitroh
  9. Ulfa Nur Milah
  10. Zulfa Mashfufaturrofiah

Acara penutupan diakhiri dengan doa bersama, penyerahan kenang-kenangan, serta sesi foto bersama sebelum para mahasiswi bersiap untuk bertolak kembali menuju Jakarta, Indonesia. (FP)

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp