Dukung Generasi Berkualitas, Rektor IIQ Jakarta Hadiri Forum Kolaborasi dan Aksi Keluarga Indonesia 2026 di Kemenko PMK

Dukung Generasi Berkualitas, Rektor IIQ Jakarta Hadiri Forum Kolaborasi dan Aksi Keluarga Indonesia 2026 di Kemenko PMK

Jakarta — Rektor Institut Ilmu Quran (IIQ) Jakarta, Associate Prof. Dr. Hj. Nadjmatul Faizah, S.H., M.Hum., hadir langsung dalam “Forum Kolaborasi dan Aksi Keluarga Indonesia 2026” yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) di Ruang Heritage Kemenko PMK, Jl. Medan Merdeka Barat No. 3, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026).

Forum bertema “Keluarga Tangguh, Inklusif dan Anak Terlindungi untuk Mewujudkan Generasi Berkualitas” ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Tahun 2026 yang jatuh pada 29 Juni mendatang dengan tema nasional “Ayah Wajib Hadir”. Kegiatan dihadiri oleh puluhan pejabat tinggi kementerian/lembaga, akademisi, organisasi kemasyarakatan, serta mitra pembangunan dari berbagai sektor.

Kehadiran IIQ Jakarta dalam forum bergengsi ini bukan tanpa alasan. Sebagai institusi pendidikan tinggi Islam yang konsisten mengintegrasikan nilai-nilai Qurani dalam setiap aspek kehidupan, IIQ Jakarta dipandang sebagai mitra strategis dalam penguatan ketahanan keluarga Indonesia.

Momen istimewa hadir ketika dua mahasiswi IIQ Jakarta, Alena dan Zahra, membuka nuansa spiritual forum dengan melantunkan ayat suci Al-Qur’an yang disertai bahasa isyarat sebagai symbol inklusivitas. Penampilan dua mahasiswi IIQ Jakarta ini menyentuh hati dan mendapat apresiasi.

Rektor IIQ Jakarta, Associate Prof. Dr. Hj. Nadjmatul Faizah, S.H., M.Hum., menyambut positif penyelenggaraan forum ini.

“IIQ Jakarta merasa terhormat dilibatkan dalam forum kolaborasi nasional yang sangat strategis ini. Keluarga adalah madrasah pertama bagi setiap anak, dan Al-Qur’an telah mengajarkan kita sejak 14 abad lalu bahwa membangun generasi berkualitas dimulai dari membangun keluarga yang kuat dan penuh kasih” ujar Nadjmatul Faizah.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan ekosistem perlindungan anak yang menyeluruh. “Tantangan yang dihadapi anak-anak kita hari ini sangat kompleks, dari ancaman di ruang digital, tekanan kesehatan jiwa, hingga melemahnya ikatan keluarga. Kita harus bergerak bersama, dan IIQ Jakarta siap menjadi bagian dari gerakan nasional ini.”

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno meluncurkan Gerakan #RuangAmanNyamanAnak, sebuah gerakan kolaboratif nasional lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung kesejahteraan anak. Peluncuran diwarnai dengan monolog anak, penyematan PIN Gerakan #RuangAmanNyamanAnak, penyerahan Keputusan Menko terkait Satgas Tata Kelola Penguatan Layanan Pengasuhan Sementara, serta Pernyataan Komitmen Bersama yang ditandatangani oleh 13 kementerian/lembaga.

Gerakan ini dikembangkan melalui tiga jalur utama. Pertama, jalur formal melalui sosialisasi pencegahan kekerasan di satuan pendidikan dan pembatasan penggunaan gawai pada anak, sebagai implementasi SKB 7 Menteri tentang Pedoman Pemanfaatan Teknologi Digital dan Kecerdasan Artifisial di satuan pendidikan. Kedua, jalur nonformal melalui penguatan kebijakan pengasuhan anak (daycare) sebagai ekosistem perlindungan anak yang berkualitas. Ketiga, jalur informal melalui Gerakan Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kemenko PMK, Woro Srihastuti Sulistyaningrum, yang akrab disapa Lisa, menekankan bahwa perlindungan anak adalah agenda nasional yang menuntut keterlibatan semua pihak. Menurutnya, berbagai kebijakan, regulasi, dan program telah berjalan di banyak kementerian, lembaga, pemerintah daerah, organisasi keagamaan, hingga mitra pembangunan. Tantangannya kini adalah bagaimana semua upaya itu bisa saling terhubung dan saling menguatkan.

“Gerakan Ruang Aman Anak bukan untuk menggantikan ataupun mengeliminasi berbagai upaya yang selama ini telah berjalan. Justru sebaliknya, gerakan ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi untuk menyinergikan berbagai program dan inisiatif yang sudah ada agar semakin efektif dalam menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, sehat, inklusif, dan penuh kasih sayang bagi anak-anak Indonesia,” ujar Lisa.

Forum ini juga menghadirkan sharing session bertajuk “Keluarga Tangguh Inklusif Mewujudkan Generasi Berkualitas” dengan narasumber Bapak Sogi Indra Dhuaja dan Ibu Lenggogeni. Tak ketinggalan, lagu kampanye bertajuk “Satu Jam Bersama” diluncurkan dan dibawakan oleh MyDoremi Kidos Band sebagai media kampanye Gerakan #SatuJamKu.

Forum ini dihadiri oleh lebih dari 70 undangan dari berbagai institusi, mulai dari pejabat eselon I lintas kementerian seperti Kemendagri, Kemenag, Kemendikdasmen, Kemenkes, Kemensosial, Kemkomdigi, Bappenas, BKKBN, hingga Kepolisian RI, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), BAZNAS, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta mitra pembangunan internasional seperti UNICEF dan Tanoto Foundation. (FP)

 

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp