IIQ Jakarta Ikuti Konsultasi Program Bantuan DIKTI Kementerian Agama RI

JAKARTA – 30 sd 31/05/2011 Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, mengikuti acara Konsultasi Program Bantuan 2011 yang diselenggarakan Subdit Program Bantuan DIKTI Kementerian Agama RI. Acara yang berlangsung dua hari ini, diiukti oleh berbagai perwakilan perguruan tinggi, perwakilan dari berbagai UIN, IAIN, STAIN dan PTAIS seluruh Indonesia, khususnya perguruan tinggi penerima bantuan program unggulan dan penerima bantuan program unggulan perpustakaan. Sementara dari IIQ Jakarta, diwakili oleh Ali Mursyid, M.Ag dan M. Ulinuha, Lc, MA.

Acara yang mengambil tempat di salah satu bilangan mewah di Jakarta ini, tepatnya di Hotel Mega Anggrek, Kemanggisan, Jakarta Barat, ini membahas setidaknya tiga dua agenda besar. Pertama, agenda terkait pembinaan mahasiswa di kampus-kampus, baik negeri maupun swasta. Agenda ini dianggap penting, mengingat meningkatknya jumlah mahasiswa yang direkrut menjadi anggota aliran radikal, seperti menjadi anggota NII dan atau menjadi bagian dari gerakan teroris. Kedua, agenda terkait dengan koordinasi PTAIS-PTAIS penerima bantuang program unggulan, baik program unggulan untuk studi-studi yang menjadi cirri khas sebuah PTAIS, maupun program unggulan perpustakaan.

Acara dimulai 30/05/11, pkl. 19.00, dibuka oleh Direktur DIKTI Kemenag RI, Prof. DR. Machasin, MA. Dalam hal ini, beliau menyampaikan hal-hal yang bisa menyebabkan mahasiswa menjadi radikal, dan apa saja kunci-kunci pembinaan mahasiswa di kampus. Sementara itu Safriansyah, MBA, menyampaikan tentang prosedur administrative terkait penerimaan, penyelenggaraan dan pelaporan program dana bantuan Kemenag RI.

Hari kedua, 31/05/11, diisi oleh sederetan narasumber ahli di bidangnya. Ada DR. Khoiruddin Bashori yang menyampaikan materi seputar manajemen kampus dan manajemen pembelajaran yang dapat menumbuhkembangkan dan memelihara kreatifitas mahasiswa.

Ada wartawan senior dan sekaligus Pemred Republika, Damanhuri Zuhri, menyampaikan suka duka dan segudang pengalamannya dalam membikin serta menulis berita seputar dunia Islam. Menurutnya berita-berita, khususnya terkait dunia Islam, sekarang ini yang penting adalah bukan bunyi beritanya, tetapi ada kenyataan apa di balik semua yang diberitakan tersebut.

Sementara itu di malam hari, dari pkl. 19.00 sd. 22.00 wib, acara diisi dengan koordinasi program bantuan DIKTI. Dalam hal ini para peserta yang hadir dibagi menjadi dua kelompok besar. Kelompok Pertama, adalah para pimpinan kampus (Purek III bagian kemahasiswaan) yang membicarakan dan merumuskan program bersama guna melakukan pembinaan dan pendampingan yang lebih efektif kepada para mahasiswa. Kelompok Kedua, adalah terdiri dari perwakilan-perwakilan PTAIS-PTAIS penerima program dana bantuan, baik untuk program exelent maupun untuk program perpustakaan.

IIQ Jakarta, diwakili oleh Ali Mursyid dan M. Ulinuha, menjelaskan panjang lebar tentang capaian apa saja yang telah diraih IIQ Jakarta selama melaksanakan program bantuan unggulam multiyears Kementerian Agama RI sejak 2008 sd. 2010. Sampai 2011 IIQ masih dipercaya Kemenag RI untuk melanjutkan program unggulan di bidang Ilmu al-Quran, khususnya Qiraat al-Quran,(AM)