TANGERANG SELATAN — Panggung Pesantren Takhassus Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta di Pamulang Timur mendadak semarak pada Sabtu pagi, 23 Mei 2026. Sebanyak 177 finalis terbaik dari berbagai penjuru Indonesia hadir bersaing dalam ajang IIQ Festival (IIQFEST) 2026 — festival tahunan kemahasiswaan yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-6 sekaligus menjadi puncak perayaan Milad IIQ Jakarta ke-49.
Mereka adalah wajah-wajah terbaik yang lolos dari tahap seleksi ketat yang diikuti total 342 peserta dalam 13 cabang perlombaan Islami, mulai dari musabaqah hifzil Quran 5, 10, hingga 30 juz; musabaqah tilawatil Quran; musabaqah syarhil Quran; kaligrafi qiraah sab’ah; debat Islami; karya tulis ilmiah; storytelling; video kreatif; hadro; hingga solo religi.
Semangat Generasi Qurani dari Podium Presiden Mahasiswa
Presiden Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IIQ Jakarta, Nichlatun Nujaba, membuka sambutannya dengan menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas terselenggaranya IIQFEST 2026 yang digelar secara hybrid — seleksi daring dan final luring.
Ia mengungkapkan bahwa dari 342 peserta yang mengikuti seleksi, sebanyak 177 finalis terbaik berhasil melaju ke babak final. Besarnya animo peserta, menurutnya, adalah bukti nyata tumbuhnya semangat generasi muda dalam mencintai Al-Qur’an.
“Jadikan perlombaan ini bukan hanya tentang menjadi juara, tetapi juga tentang belajar, bertumbuh, memperluas ukhuwah, dan membawa nilai Al-Qur’an dalam kehidupan,” ujarnya.
Ia mengingatkan para peserta tentang firman Allah dalam Surah An-Najm ayat 39 — bahwa manusia hanya memperoleh apa yang ia usahakan — sebagai motivasi agar setiap peserta memberikan kemampuan terbaiknya.
Nichlatun juga menyampaikan apresiasi tulus kepada 91 panitia IIQFEST 2026 yang berdedikasi melayani ratusan finalis. “Di balik megahnya acara ini ada lelah, doa, tenaga, dan perjuangan panjang yang diberikan dengan penuh keikhlasan. Semoga setiap usaha menjadi amal baik di sisi Allah,” tutupnya.
Rektor IIQ: Festival Ini Manifestasi Nyata Visi Kampus Qurani
Rektor IIQ Jakarta, Assoc. Prof. Dr. Hj. Nadjematul Faizah, S.H., M.Hum., menyambut para tamu dengan hangat, termasuk Wali Kota Tangerang Selatan Dr. H. Benyamin Davnie yang hadir langsung dalam pembukaan.
Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa IIQFEST bukan sekadar ajang perlombaan. Festival ini adalah wadah aktualisasi diri, penumbuhan bakat dan kreativitas, sekaligus media dakwah yang mengangkat nilai-nilai keislaman dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Rektor mengingatkan bahwa tahun ini IIQ Jakarta menginjak usia ke-49, menuju golden age 50 tahun yang akan diperingati tahun depan. Lembaga yang lahir pada 1 April 1977 ini terus berkomitmen melahirkan generasi Qurani yang unggul secara akademik, kaya nilai spiritual, intelektual, dan kultural.
“IIQ Festival 2026 merupakan manifestasi nyata dari visi IIQ Jakarta sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam yang berkomitmen melahirkan generasi qurani yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kaya akan nilai spiritual, intelektual, dan kultural,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Pemerintah Kecamatan Pamulang, dan Kelurahan Pamulang Timur atas dukungan yang terjalin selama ini.
Wali Kota: IIQ Adalah Kawah Candradimuka Akhlak Bangsa
Wali Kota Tangerang Selatan, Dr. H. Benyamin Davnie, hadir langsung dan menyampaikan sambutan yang mendalam. Ia mengawali dengan apresiasi setinggi-tingginya kepada IIQ beserta seluruh panitia atas terselenggaranya festival bergengsi ini.
Dalam pidatonya, Wali Kota memaparkan pentingnya pembentukan karakter generasi muda dalam konteks cita-cita besar bangsa: Indonesia Emas 2045. Menurutnya, jarak 19 tahun menuju target itu adalah waktu yang sangat singkat, dan generasi saat inilah yang akan menjadi penentunya.
“Emas itu walaupun disimpannya ada di septic tank, dia tetap emas. Tapi besi berkarat walaupun ditaruhnya di lemari yang berukiran sangat bagus, tetap saja besi berkarat,” ujarnya dengan analogi yang tajam dan mengena.
Dengan perumpamaan itu, Wali Kota menegaskan bahwa inti dari Indonesia Emas bukan hanya soal infrastruktur dan ekonomi — melainkan karakter dan jati diri warga negaranya. Menurutnya, ada dua sumber pembentukan karakter: nilai-nilai keindonesiaan yang tercermin dalam Pancasila, serta Al-Qur’an dan sunah Rasulullah SAW.
Benyamin juga menyoroti ancaman nyata di era digital. Ia menyebut data bahwa dari setiap 10 orang Indonesia terdapat 13 handphone dengan 17 nomor — gambaran betapa masyarakat begitu lekat dengan teknologi, namun rentan terhadap informasi yang menyesatkan.
“Yang diperlukan saat ini adalah kemampuan dari setiap individu untuk mengenali, memilih, dan memilah mana informasi yang harus diterima dan mana yang harus ditolak. Dan dua rem yang sangat pakem: yang pertama adalah ilmu pengetahuan, dan yang kedua adalah iman dan Islamnya,” tegasnya.
Ia menyebut IIQ Jakarta sebagai kawah candradimuka — tempaan nyata bagi anak bangsa yang tidak hanya memahami Al-Qur’an di dalam kelas, tetapi menjadikannya cerminan hidup setiap saat. “Di sini bukan hanya dicetak santri yang memahami Al-Qur’an, tetapi dia tercermin dalam kehidupan sehari-hari dalam setiap jam, setiap menit, setiap detik,” tegasnya.
Wali Kota juga dengan bangga menyebut kontribusi nyata IIQ bagi Kota Tangerang Selatan: tujuh kali berturut-turut menjadi juara umum MTQ tingkat Provinsi Banten. “Karena kita punya IIQ,” ujarnya disambut tepuk tangan meriah hadirin.
Menutup sambutannya, Wali Kota menyampaikan sebuah pantun yang disambut antusias seluruh hadirin:
Pergi mengaji selepas subuh, Singgah sebentar membeli kurma. Cintai Al-Qur’an sepenuh hati yang utuh, Hidup berkah dunia dan akhirat bersama.
Festival yang Menjawab Tantangan Zaman
IIQFEST 2026 secara resmi dibuka oleh Wali Kota Tangerang Selatan, menandai dimulainya kompetisi final yang berlangsung di Panggung Utama Pesantren Takhassus IIQ Jakarta. Acara pembukaan berlangsung khidmat dengan penampilan Orkestra IIQ Jakarta, tilawah Al-Qur’an berikut Quran isyarat, serta lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars IIQ.
Dengan tema Light of the Quran — Menyinari Relung Jiwa, Menginspirasi Karya, dan Menerangi Masa Depan Bangsa, IIQFEST 2026 menjadi lebih dari sekadar kompetisi. Ia adalah pernyataan nyata bahwa generasi muda Muslim Indonesia siap hadir sebagai penerus estafet dakwah — cerdas, berkarakter, dan cinta Al-Qur’an. (FP)






