UZBEKISTAN — Civitas academica Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta kembali mengukir prestasi berkelas internasional. Kegiatan riset dan kunjungan ilmiah yang dilakukan oleh para dosen IIQ Jakarta di Uzbekistan dalam rangka penerimaan program hibah riset bergengsi Imam Bukhari International Scholarship 2026 mendapat perhatian khusus dan diliput secara resmi oleh media/kanal berita terkemuka Uzbekistan, salah satunya Naqshbandnur.uz.
Sorotan media luar negeri ini menggarisbawahi bahwa kehadiran serta diplomasi akademik civitas IIQ Jakarta memperkuat jaringan akademis internasional, sekaligus memperdalam kajian atas karya-karya besar ulama Islam klasik di panggung global.
Dalam pemberitaan yang dirilis oleh Pusat Penelitian Ilmiah Bahauddin Naqshband (Bahouddin Naqshband Ilmiy-Tadqiqot Markazi), delegasi dari IIQ Jakarta disambut secara hangat dalam kunjungan ilmiah dan ziarah spiritual di Kompleks Maqam Sheikh Bahauddin Naqshband. (19/08/26)
Adapun delegasi yang hadir dalam pertemuan internasional tersebut meliputi:
- Dr. Samsul Ariyadi, M.A. (Ketua Program Studi Magister Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir IIQ Jakarta)
- Dr. Ahmad Hawasi, M.A. (Dosen Ilmu Al-Qur’an IIQ Jakarta)
- Rofi Eka Shanti (Pemimpin Redaksi Harian Kalimantan Post / Media Nasional Indonesia yang juga alumni IIQ Jakarta)
Pertemuan tersebut berfokus pada diskusi ilmiah mengenai signifikansi warisan keilmuan Imam Bukhari dalam studi keislaman di Indonesia, pengaruh kitab Shahih al-Bukhari terhadap tradisi penafsiran lokal dan budaya Nusantara, serta pemetaan potensi kerja sama akademis masa depan antara lembaga riset di Uzbekistan dan Indonesia.
Jejak Spiritual dan Harapan Bertabur Barakah
Dalam sesi wawancara (intervyu) yang dimuat secara khusus oleh Naqshbandnur.uz, Dr. Samsul Ariyadi menyampaikan kesan mendalam atas sambutan hangat masyarakat dan akademisi Uzbekistan.
“Alhamdulillah, kami mendapatkan kesempatan berharga untuk menziarahi maqam Sheikh Bahauddin Naqshband serta berdialog hangat penuh semangat silaturrahim di Bahauddin Naqshband Center. Kunjungan ini tidak hanya membawa misi akademik, tetapi juga mengemban titipan doa dari sanak saudara dan sahabat di Tanah Air,” ujar Dr. Samsul Ariyadi.
Ia juga menyoroti keterikatan historis dan spiritual antara masyarakat Muslim Indonesia dengan tradisi tarekat Naqshbandiyah, serta berharap momentum ini membawa keberkahan dan kedamaian, khususnya bagi Indonesia yang terus melangkah menuju masa depan yang cerah.
Khataman Al-Qur’an di Samarkand Warnai HUT Ke-81 RI
Selain agenda riset dan silaturahmi akademis, rangkaian kegiatan dosen IIQ Jakarta di Uzbekistan juga diwarnai dengan aksi ikhtiar batin dan nasionalisme. Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diisi dengan khataman Al-Qur’an dan riyadhoh di kawasan Kompleks Memorial Imam al-Bukhari, Samarkand, Uzbekistan, pada Senin (17/8/2026).
Kegiatan yang diprakarsai oleh Dr. Samsul Ariyadi tersebut menjadi ikhtiar spiritual untuk mendoakan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, para pahlawan bangsa, serta keselamatan dan kemajuan Indonesia.
Khataman Al-Qur’an dan riyadhoh ini sekaligus menjadi ruang untuk mengenang perjuangan para pendiri bangsa serta merefleksikan tanggung jawab generasi penerus dalam mengisi kemerdekaan.
Kawasan Kompleks Memorial Imam al-Bukhari dipilih secara khusus karena mempunyai nilai keilmuan, sejarah, dan spiritual yang sangat kuat bagi umat Islam dunia. Imam al-Bukhari dikenal sebagai salah satu ulama hadis paling berpengaruh dalam sejarah Islam dan penyusun kitab kenamaan Sahih al-Bukhari.
Pelaksanaan kegiatan di Uzbekistan ini turut membawa pesan historis mendalam mengenai eratnya hubungan Indonesia dengan kawasan Asia Tengah sejak masa pemerintahan Soekarno. Bung Karno tercatat pernah mengunjungi dan mendorong penataan makam Imam al-Bukhari sebelum hubungan diplomatik resmi antara Indonesia dan Uzbekistan terbentuk. Kunjungan bersejarah tersebut menjadi salah satu jejak hubungan emosional dan sejarah yang kuat antara masyarakat kedua negara.
Bukti Pengakuan Bereputasi Global
Tercatatnya aktivitas riset, diplomasi keilmuan, serta aksi spritual dosen-dosen IIQ Jakarta di Uzbekistan—yang disiarkan oleh media massa dan kanal resmi publikasi setempat—menjadi bukti nyata bahwa IIQ Jakarta semakin bereputasi global (globally recognized). Pelaksanaan khataman Al-Qur’an dan riyadhoh di kawasan bersejarah Imam al-Bukhari turut memperlihatkan bahwa nasionalisme dapat diwujudkan melalui tradisi keagamaan, di mana doa untuk Indonesia menjadi titik temu antara nilai keislaman, penghormatan terhadap sejarah, dan kecintaan kepada Tanah Air.
Kontribusi nyata civitas academica IIQ Jakarta ini diharapkan menjadi pemantik lahirnya kolaborasi-kolaborasi riset internasional berikutnya antara IIQ Jakarta dengan berbagai pusat kajian Islam terkemuka di kawasan Asia Tengah dan dunia internasional secara luas. (FP)





