JAKARTA — Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta turut mengambil peran aktif dalam mengokohkan semangat kebangsaan dan spiritualitas dengan mengutus 100 perwakilan untuk menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan yang digelar di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.
Kegiatan berskala nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI ini menjadi penanda dibukanya Bulan Kemerdekaan sekaligus rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia yang mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”
Delegasi IIQ Jakarta berbaur bersama puluhan ribu jamaah dari berbagai daerah di Indonesia. Dengan mengenakan busana bernuansa putih, para peserta mengikuti rangkaian zikir, khataman Al-Qur’an, serta Shalawat Kebangsaan yang dipimpin oleh Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.
Acara dimulai sejak sore hari dengan pelaksanaan salat Magrib berjemaah di kawasan Monas, kemudian dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, zikir bersama, dan doa kebangsaan yang dipimpin oleh para tokoh agama serta jajaran pimpinan kementerian dan lembaga.
Puncak kegiatan diwujudkan melalui Doa Kebangsaan Lintas Agama yang dipimpin secara bergantian oleh enam tokoh agama. Doa dipanjatkan sesuai keyakinan masing-masing sebagai ungkapan syukur atas nikmat kemerdekaan sekaligus permohonan agar Indonesia senantiasa dianugerahi kedamaian, persatuan, dan kekuatan dalam mewujudkan cita-cita nasional.
Dalam sambutannya, Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Zikir dan Doa Kebangsaan merupakan ikhtiar spiritual bangsa dalam mengisi kemerdekaan. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan, kerukunan, dan harmoni di tengah keberagaman Indonesia.
“Dengan zikir kita menumbuhkan hati, dengan doa kita mengetuk langit, dan dengan kerja serta pengabdian kita membangun bumi. Sekitar 100 ribu peserta zikir dan doa malam ini datang dari berbagai wilayah, dari berbagai agama, bersama-sama berdoa untuk negeri,” ujar Menag Nasaruddin Umar.
Menurut Menag, bangsa yang besar dibangun oleh kekuatan doa, keluhuran akhlak, dan kokohnya kerukunan antarsesama.
Bagi IIQ Jakarta, keikutsertaan dalam Zikir dan Doa Kebangsaan bukan sekadar memenuhi undangan seremonial, melainkan merupakan bentuk ikhtiar spiritual dan tanggung jawab moral sebagai kampus yang berfokus pada kajian dan pengagungan Al-Qur’an.
Sebagai perguruan tinggi yang mengusung nilai-nilai Al-Qur’an, IIQ Jakarta memandang bahwa menjaga keutuhan dan keberkahan Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak hanya dilakukan melalui ikhtiar fisik dan intelektual, tetapi juga melalui doa dan zikir bersama.
Suasana di kawasan Monas berlangsung khidmat dan tertib sepanjang kegiatan. Kehadiran tokoh-tokoh lintas agama dalam doa kebangsaan turut memperkuat pesan persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa.
Melalui partisipasi dalam agenda Zikir dan Doa Kebangsaan ini, IIQ Jakarta berharap bangsa Indonesia senantiasa dilimpahi keberkahan, kedamaian, dan persatuan, serta mampu mewujudkan cita-cita kemerdekaan menuju Indonesia yang benar-benar berdaulat, adil, dan makmur. (FP)







