Narathiwat, Thailand — Rombongan mahasiswi Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta resmi memulai rangkaian Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Internasional di Attarkiah Islamiah Institute dan Suansawanvithaya School, Narathiwat, Thailand Selatan. Program yang berlangsung selama 06–29 Juli 2026 ini menjadi bagian dari tiga skema KKL Tahun Akademik 2025/2026 yang dijalankan IIQ Jakarta secara serentak, yakni KKL Nasional di 26 titik wilayah Kabupaten Bogor (03–31 Juli 2026), KKL Internasional Malaysia (02–23 Juli 2026), dan KKL Internasional Thailand.
Kegiatan diawali dengan penjemputan rombongan di Hatyai pada Senin (06/07), dilanjutkan perjalanan darat menuju Narathiwat, serta welcome dinner yang hangat dari pihak tuan rumah. Keesokan harinya, Selasa (07/07), digelar acara pembukaan resmi penerimaan mahasiswi KKL Internasional IIQ Jakarta yang berlangsung di Ruang Daud, Attarkiah Islamiah Institute, dihadiri jajaran pimpinan Attarkiah, dosen pendamping, panitia Hubungan Internasional, para guru serta seluruh mahasiswi IIQ Jakarta peserta KKL.
Dr. H. Phaisan Toyyib, Lisensi dan Manager Attarkiah Islamiah Institute, menyampaikan sambutan hangat kepada seluruh rombongan IIQ Jakarta. Ia mengungkapkan bahwa Attarkiah selalu terbuka untuk IIQ Jakarta dan menyambut setiap kedatangan rombongan dengan penuh kegembiraan. Bahkan, menurutnya, IIQ Jakarta merupakan mitra yang selalu diprioritaskan dalam berbagai program kerja sama internasional yang dijalin Attarkiah. Pernyataan tersebut menjadi penegas eratnya hubungan persaudaraan dan kemitraan yang telah terjalin selama tiga tahun terakhir antara kedua institusi.
Penyerahan Resmi, Simbol Ukhuwah Tiga Tahun
Dalam sambutannya, Wakil Rektor III IIQ Jakarta, Dr. Hj. Mutmainnah, M.A., menyampaikan bahwa pertemuan tahun ini bukan sekadar seremoni pembukaan, melainkan pertemuan keluarga besar yang telah terjalin sejak tiga tahun silam.
“Hari ini bukan sekadar seremoni pembukaan. Hari ini adalah pertemuan keluarga yang telah dipersatukan oleh ukhuwah, ilmu, dan kecintaan kepada Al-Qur’an,” ujarnya di hadapan seluruh hadirin.
Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2026, kerja sama antara IIQ Jakarta dan Attarkiah Islamiah Institute Narathiwat telah memasuki tahun ketiga. Menurutnya, rentang waktu tersebut telah cukup untuk membangun kepercayaan dan rasa saling memiliki antara kedua institusi. Ia juga mengapresiasi keramahan yang selalu diterima rombongan IIQ setiap kali berkunjung ke Narathiwat.
“Kami tidak pernah merasa seperti tamu. Kami selalu merasa disambut sebagai saudara,” katanya.
Puncak acara pembukaan berlangsung dengan penyerahan resmi mahasiswi peserta KKL kepada keluarga besar Attarkiah Islamiah Institute untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan akademik, pengabdian, dan pembelajaran hingga 29 Juli mendatang. Dr. Hj. Mutmainnah berpesan agar para mahasiswi menjaga nama baik almamater selama berada di negeri orang.
“Jagalah nama baik almamater. Ingatlah bahwa kalian adalah duta IIQ Jakarta sekaligus duta bangsa Indonesia,” pesannya.
Sambutan tersebut ditutup dengan kutipan ayat suci Al-Qur’an sebagai fondasi persaudaraan kedua lembaga: “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.” (QS. Al-Hujurāt: 10)
Seminar dan Napak Tilas Sejarah Al-Qur’an
Usai seremoni pembukaan, kegiatan hari itu dilanjutkan dengan seminar bertema “Qira’at Sab’ah: Preserving the Authenticity of the Qur’an Across Generations” yang disampaikan oleh Dr. Hj. Mutmainnah, M.A. Seminar ini membuka wawasan mahasiswi dan civitas akademika Attarkiah mengenai kekayaan tradisi qira’at dalam menjaga keotentikan Al-Qur’an lintas generasi.
Sore harinya, rombongan mengunjungi Museum Al-Qur’an Lama dan Masjid Kuno berusia 400 tahun di Narathiwat, sebuah kesempatan langka bagi mahasiswi IIQ untuk menyaksikan langsung jejak sejarah keislaman dan tradisi keilmuan Al-Qur’an di Thailand Selatan.
Melalui pesan yang disampaikan kepada pimpinan IIQ Jakarta, Wakil Rektor III melaporkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan pembukaan berjalan lancar dan penuh sukacita.
“Alhamdulillah pembukaan KKL kemarin berjalan dengan lancar dan sukses. Selesai seminar, kami mengunjungi museum Al-Qur’an dan masjid lama. Alhamdulillah anak-anak juga sehat dan bahagia semuanya. Hari ini mahasiswi sudah mulai berkegiatan,” ungkapnya.
Agenda Padat Selama 24 Hari
Selama hampir sebulan ke depan, mahasiswi IIQ Jakarta akan menjalani rangkaian kegiatan yang padat dan beragam di Attarkiah Islamiah Institute maupun Suansawanvithaya School, di antaranya:
- Praktik mengajar rutin sesuai jadwal pamong masing-masing di dua sekolah mitra;
- Pembelajaran bahasa Thai bersama pengajar setempat sebagai bekal komunikasi selama program;
- Seminar akbar bertema “Al-Qur’an Rahmatan Lil Alamin” serta pembukaan program pengabdian masyarakat kolaborasi internasional bertema “Sempurnakan Bacaan bagi Pecinta Al-Qur’an”;
- Program Tahsin wa Qira’ah dan workshop “Bedah Tajwid hingga Mahir” bagi siswa kelas 1–3 Sanawi dan peserta tilawah club;
- Kegiatan malam bina iman berupa tahajjud, tilawah, dan kajian Al-Qur’an;
- Pengabdian masyarakat untuk kaum muslimah di beberapa titik, termasuk Telaga Palas, Masjid Raja Legeh, dan Kampung Ban Tun Khnun Yingo;
- Kunjungan sosial ke kediaman tokoh setempat, mengenal kehidupan masyarakat nelayan di Pantai Aow Manow, hingga mengajar mengaji anak-anak warga Phanason;
- Lomba menghafal Al-Qur’an serta teknik penghafalan Al-Qur’an bagi siswa kelas 1–3 Sanawi;
- Kunjungan resmi ke Konsulat Republik Indonesia di Songkhla menjelang akhir program;
- Ditutup dengan acara perpisahan pada 27 Juli dan kepulangan rombongan pada 29 Juli 2026 melalui Hatyai.
Rangkaian kegiatan ini dikoordinasikan oleh Panitia Hubungan Internasional (HI) IIQ Jakarta bersama para guru syariah dan pamong dari pihak Attarkiah serta Suansawanvithaya School, dengan Miss Sunita Cehsoh selaku penanggung jawab asrama putri yang mendampingi keseharian mahasiswi selama program berlangsung.
Merajut Ukhuwah Lintas Bangsa
Program KKL Internasional dirancang untuk menambah wawasan akademik mahasiswi, juga memperluas cakrawala berpikir dan mempererat persaudaraan lintas negara. Sasaran kegiatan diarahkan pula pada komunitas masyarakat yang memiliki kerentanan ekologis, sekaligus membuka ruang penguatan peran perempuan dalam pelestarian lingkungan berbasis nilai-nilai Al-Qur’an, sejalan dengan fokus KKL Tahun Akademik 2025/2026 yang menyasar wilayah permukiman padat, pertanian, dan komunitas penggerak kebersihan serta penghijauan.
Wakil Rektor III IIQ Jakarta berharap kerja sama yang telah terjalin tiga tahun ini terus berkembang ke ranah yang lebih luas, mencakup penelitian, pertukaran mahasiswa dan dosen, hingga seminar ilmiah bersama.
“Ilmu tidak mengenal batas negara, dan persaudaraan tidak dibatasi oleh bahasa maupun budaya,” pungkasnya.
Dengan doa dan restu dari pimpinan IIQ Jakarta, mahasiswi KKL Internasional Thailand kini resmi memulai babak baru pengabdian dan pembelajaran di bumi Narathiwat, membawa harapan pulang tidak hanya dengan kenangan, tetapi juga ilmu, persahabatan, dan pengalaman hidup yang akan menjadi bekal pengabdian kepada masyarakat. (FP)









