1610249996

Kuliah Umum Prodi IAT: Menjawab Problematika Penafsiran di Era Kontemporer dengan Pendekatan Ma’na Cum Maghza

Kamis, 10 Desember 2020 Prodi IAT melaksanakan kuliah umum secara virtual dengan narasumber Bapak Dr. Phil Sahiron Syamsuddin, MA. yang merupakan warek 2 UIN Sunan Kalijaga dan Ketua Asosiasi Ilmu Al-Quran dan Tafsir se-Indonesia. Tema yang diusung pada kuliah umum kali ini adalah “Pendekatan Ma’na Cum Maghza: Menjawab Problematika Penafsiran di Era Kontemporer”

Mengapa mengusung tema ini? Kita tahu bahwa Al-Quran merupakan kitab suci yang menjadi petunjuk dan rahmat bagi seluruh alam. Untuk itu dibutuhkan pengetahuan yang mendalam agar maqasid ayat Al-Quran yang dikandungnya bisa dipahami dengan baik. Ketidakpahaman terhadap ayat Al-Quran dapat menimbulkan sikap radikalisme bahkan terorisme.

Oleh sebab itu tema kuliah umum kali ini menjadi penting bagi mahasiswi prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IAT) yang outputnya dituntut menjadi mufasir. Mahasiswi IAT harus memiliki pengetahuan yang cukup dalam membaca dan mengkaji ayat Al-Quran, salah satunya dengan pendekatan Ma’na Cum Maghza.

Sebelum Narasumber memaparkan materinya, terlebih dahulu Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Bapak Dr. Muhammad Ulinnuha, Lc., MA menyampaikan ucapan selamat datang dan mengucapkan beribu terima kasih kepada narasumber karena sudah berkenan sharing di IIQ Jakarta. Beliau berharap acara kuliah umum ini dapat membuka wawasan adik-adik mahasiswi prodi IAT IIQ Jakarta dalam menjawab problematika penafsiran Al-Quran. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan Rektor IIQ Jakarta yang dalam hal ini disampaikan langsung oleh Ibu Prof. Dr. Huzaemah Tahido Yanggo, MA.

Selanjutnya, acara kuliah umum dengan dipandu langsung oleh moderator, Bapak Ahmad Hawasi, M.Ag. Dalam pemaparan materi, Narasumber menyampaikan bahwa pendekatan Ma’na Cum Maghza merupakan salah satu pendekatan yang dapat menjadi alternatif dalam memahami maqashid Al-Quran. Adapun langkah yang harus ditempuh adalah Pertama al-ma’na at-tarikhi yakni memahami ma’na secara Bahasa, memahami ma’an intertektualitas dan intratektualitas atas kata ayat yang sedang dikaji. Kedua al-maghza at-tarikhi, memahami betul aspek historisitas atas ayat yang dikaji baik secara mikro maupun makro. Ketiga, Al-Maghza al-Muharrik al-Mu’shshir.

Pemaparan beliau yang sangat luar biasa ini tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta kuliah umum. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang masuk serta diikuti oleh hampir seribu orang baik di zoom maupun di Youtube IIQ Jakarta. (MN)