Jakarta, 5 September 2023 — Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IIQ Jakarta kembali menorehkan capaian positif melalui hasil Survei Kepuasan Civitas Akademika Tahun Akademik 2022/2023 Genap. Hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan terhadap layanan akademik maupun non-akademik berada pada kategori “Sangat Baik (A)”.
Survei ini dilaksanakan sebagai bagian dari komitmen Prodi PAI dalam menjaga kualitas layanan pendidikan sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan mutu secara berkelanjutan. Sebanyak 434 responden berpartisipasi dalam survei tersebut, terdiri dari 396 mahasiswa, 29 dosen, dan 9 tenaga kependidikan (tendik).
Berdasarkan hasil survei, indeks kepuasan mahasiswa mencapai angka 90,35, indeks kepuasan dosen sebesar 90,10, dan indeks kepuasan tenaga kependidikan sebesar 89,86. Seluruh hasil tersebut memperoleh predikat A atau Sangat Baik sesuai kategori mutu layanan berdasarkan Kepmen PAN Nomor 25 Tahun 2004.
Ketua Prodi PAI Fakultas Tarbiyah IIQ Jakarta menyampaikan bahwa survei kepuasan menjadi instrumen penting dalam memastikan layanan pendidikan tetap relevan dengan kebutuhan civitas akademika.
“Melalui survei ini, program studi dapat melihat berbagai aspek yang perlu dipertahankan maupun ditingkatkan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kualitas layanan berjalan dengan baik dan mendapat respons positif dari civitas akademika,” ujarnya.
Dalam pengukuran kepuasan, Prodi PAI menggunakan pendekatan SERVQUAL dengan lima indikator utama, yakni reliability (keandalan), responsiveness (daya tanggap), assurance (jaminan), empathy (empati), dan tangible (bukti fisik).
Hasil per indikator menunjukkan seluruh aspek memperoleh kategori sangat baik. Indikator tangible (bukti fisik) menjadi capaian tertinggi dengan skor 90,97, disusul reliability (90,46), empathy (90,22), responsiveness (90,14), dan assurance (89,96).
Capaian ini menunjukkan bahwa Prodi PAI Fakultas Tarbiyah IIQ Jakarta terus berupaya menghadirkan layanan pendidikan yang profesional, responsif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas akademik.
Ke depan, hasil survei ini akan menjadi pijakan dalam memperkuat budaya mutu serta meningkatkan pelayanan prima demi menciptakan lingkungan pendidikan yang unggul, nyaman, dan mendukung pengembangan mahasiswa secara optimal. (FP)





